STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Hati-hati Bibir Pecah-pecah Bisa Jadi Tanda Diabetes, Kok Bisa?

Sulistiani | Beautynesia
Senin, 02 Mar 2020 09:00 WIB
Hati-hati Bibir Pecah-pecah Bisa Jadi Tanda Diabetes, Kok Bisa?
Selama ini, bibir pecah-pecah selalu dikaitkan dengan kurangnya cairan dalam tubuh. Hal itu benar adanya, namun ada hal lain yang patut diwaspadai nih. Bisa jadi bibir pecah-pecah menjadi tanda bahwa tubuh kita mengalami diabetes. Bagaimana penjelasannya?
Foto: https://i.pinimg.com/564x/83/46/c1/8346c12c3c43f83a56e67a0b85ce5e28.jpg

Dilansir dari Health.detik.com Spesialis penyakit dalam, Dr Sudha Menon, mengatakan kondisi bibir pecah-pecah juga biasa disebut dengan cheilitis. Bukan hanya kekurangan cairan, bibir pecah-pecah juga dapat menjadi tanda masalah kesehatan lainnya seperti diabetes, sembelit dan anemia. Bibir pecah-pecah dapat disebabkan oleh alergi obat-obatan tertentu, kekurangan vitamin, mineral dalam tubuh, serta stres, dan cemas.

Lalu bagaimana bibir pecah-pecah menjadi tanda diabetes?


Polydipsia




Foto: https://i.pinimg.com/564x/02/10/7d/02107d8659d84b503c1bd594a075f700.jpg

Polydipsia adalah kondisi mulut kering dan sensasi haus dengan berlebihan. Pada orang yang normal, rasa haus ini akan muncul jika kita belum minum dalam waktu yang lama, terlalu banyak bicara, atau saat suhu udara sangat panas seperti di siang hari.

Masalahnya kadang kala sensasi haus dan mulut kering ini terus terjadi meski kita sudah minum air. Kemudian sensasi mulut kering juga dilanjutkan dengan bibir yang kering dan pecah-pecah. Hal ini terjadi karena air liur sudah mengandung banyak glukosa. Apabila kondisi seperti ini tidak kunjung membaik, tidak ada salahnya untuk segera menemui dokter terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Baca Juga: Ingin Bibir Terlihat Merah? Ini Tips Tepat Merawat Bibir dengan Petroleum Jelly


Diabetes




Foto: https://i.pinimg.com/564x/1a/b2/51/1ab251ee4689945bae3a3be3aa70925b.jpg

Diabetes memiliki berbagai jenis. Untuk kondisi bibir pecah-pecah biasanya itu merupakan indikasi diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Selain dua jenis itu ada pula tipe diabetes gestasional, dan diabetes labil.

Diabetes tipe 1, adalah penyakit autoimun kronis yang terjadi ketika tubuh kurang atau sama sekali tidak dapat menghasilkan hormon insulin. Kondisi ini dapat terjadi pada usia berapa pun, terutama anak-anak, remaja, atau dewasa muda. 

Diabetes tipe 2 hampir sama dengan diabetes tipe 1. Hanya saja pada jenis ini levelnya lebih tinggi.  Pada diabetes tipe 2, tubuh tidak benar-benar tidak dapat menghasilkan cukup insulin. Biasanya ini lebih sering menyerang orang dengan usia lanjut.

Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang terjadi pada ibu hamil karena hormonnya yang berubah. Diabetes labil juga disebut dengan merupakan klasifikasi diabetes melitus yang cukup parah. Ada yang mengatakan bahwa diabetes tipe ini adalah ratunya diabetes. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah dalam tubuh naik turun tidak menentu.

Baca Juga: Jamur Ternyata Baik untuk Penderita Diabetes dan Menurunkan Berat Badan


(kik/kik)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE