sign up SIGN UP

Imunitas Tubuh Ternyata Ada 3 Jenis, Apa Saja?

Risma Oktaviani | Sabtu, 24 Jul 2021 20:00 WIB
Imunitas Tubuh Ternyata Ada 3 Jenis, Apa Saja?
caption

Di masa pandemi ini, kita selalu dianjurkan untuk senantiasa menjaga imunitas tubuh agar nggak mudah terpapar virus corona. Cara meningkatkan imun tubuh beberapa di antaranya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat seperti menjaga asupan makanan yang bergizi dan seimbang, olahraga secara rutin, dan tidur yang cukup. Selain itu, mengkonsumsi multivitamin dan mengelola stress juga merupakan cara menjaga imunitas tubuh agar tetap bugar.

Imunitas mengacu pada kemampuan tubuh untuk mencegah invasi patogen. Sederhananya, imunitas adalah kemampuan kekebalan tubuh melawan suatu zat penyebab penyakit asing seperti bakteri atau virus.  Nah, ternyata ada 3 jenis imunitas yang ada dalam tubuh kita, di antaranya adalah Imunitas alami (innate), buatan (adaptive), dan imunitas pasif. 

Imunitas Alami (Innate)

Batuk adalah respon alami tubuh sebagai bentuk imunitas bawaan
Batuk sebagai bentuk imunitas alami / freepik.com/mdjaff

Imunitas alami atau bawaan adalah perlindungan umum baik dalam maupun di luar tubuh yang dimiliki seseorang sejak lahir, seperti pelindung kulit, rambut, air liur, dahak, refleks batuk, peradangan, asam lambung, dan sel darah putih. Meskipun sistem kekebalan tidak tahu persis jenis antigen apa yang menyerang tubuh, ia dapat merespons dengan cepat untuk bertahan melawan patogen apa pun. 

Imunitas Buatan (Adaptive)

Vaksinasi sebagai imunitas buatan untuk melawan penyakit
Vaksinasi sebagai imunitas buatan / freepik.com/rawpixels

Kekebalan yang muncul melalui memori imunologi dikenal sebagai imunitas buatan (adaptif). Ketika tubuh terpapar antigen tertentu (yang terkait dengan patogen), antibodi kemudian diproduksi. Tubuh menyimpan memori antigen spesifik. Sehingga, setelah sembuh, sistem imun akan mengingat penyakit yang menyerang tubuh. Jika terinfeksi lagi dengan gangguan yang sama, tubuh sudah lebih siap melawan gangguan tersebut. Imunitas ini dapat diperoleh melalui vaksinasi, di mana vaksin meniru penyakit tertentu dan menyebabkan respon imun pada orang yang divaksinasi tanpa membuat sakit.

Imunitas Pasif

ASI membentuk imunitas pasif pada bayi
ASI membentuk imunitas pasif / freepik.com/senipvetro

Kemampuan tubuh untuk menahan virus dengan "meminjam" antibodi dikenal sebagai kekebalan pasif. Antibodi dapat diturunkan ke bayi baru lahir melalui ASI atau melalui darah yang mengandung antibodi seperti imunoglobulin, yang dapat ditransfusikan dari satu orang ke orang lain. Jenis kekebalan pasif yang paling umum diturunkan dari ibu ke anaknya. Selama satu sampai dua bulan terakhir kehamilan, antibodi ditransfer melalui plasenta. Akibatnya, bayi yang baru lahir akan mewarisi antibodi ibu dan melindunginya hingga satu tahun sampai antibodi itu hilang sedikit demi sedikit.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id