Ini Perbedaan Anoreksia dan Bulimia yang Perlu Diketahui

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Sabtu, 15 Aug 2026 08:00 WIB
Mana yang Lebih Berbahaya?
Ilustrasi Gangguan Pola Makan/Foto: Magnific.com

Anoreksia dan bulimia adalah dua masalah pola makan yang sekilas terlihat mirip. Meski sama-sama tergolong eating disorder, keduanya adalah kondisi yang sangat berbeda dan penanganannya juga tidak sama.

Melansir Healthline, kedua kondisi ini pada pada dasarnya sama-sama berkaitan dengan cara seseorang memandang tubuhnya. Jika tidak ditangani dengan tepat, keduanya dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental, bahkan memicu komplikasi serius.

Yuk kenali lebih jauh perbedaan anoreksia dan bulimia berikut ini!

Sekilas tentang Anoreksia dan Bulimia

Anoreksia vs Bulimia/Foto: Unsplash.com
Anoreksia vs Bulimia/Foto: Unsplash.com

Anoreksia dan bulimia sama-sama termasuk gangguan makan (eating disorder), tetapi memiliki pola perilaku yang berbeda. Menurut Healthline, anoreksia nervosa ditandai dengan pembatasan asupan makanan secara ekstrem karena adanya ketakutan berlebihan terhadap kenaikan berat badan. Penderitanya cenderung mengurangi porsi makan, melewatkan waktu makan, atau hanya mengonsumsi makanan yang dianggap rendah kalori demi menjaga berat badan tetap rendah.

Sementara itu, bulimia nervosa ditandai dengan siklus makan dalam jumlah banyak dalam waktu singkat (binge eating), yang kemudian diikuti perilaku kompensasi untuk mencegah kenaikan berat badan. Perilaku tersebut dapat berupa memuntahkan makanan dengan sengaja, menggunakan obat pencahar, berpuasa, atau berolahraga secara berlebihan.

Kenapa Anoreksia dan Bulimia Dianggap Mirip?

Ilustrasi Gangguan Pola Makan/Foto: Magnific.com

Walau pola perilakunya bertolak belakang, namun memang ada sejumlah alasan kenapa kedua kondisi ini dianggap sama. Anoreksia dan bulimia juga mempunyai beberapa kesamaan, di antaranya:

  • Sama-sama termasuk gangguan makan (eating disorder).
  • Berkaitan dengan citra tubuh (body image) yang negatif.
  • Memiliki ketakutan berlebihan terhadap kenaikan berat badan.
  • Dapat menyebabkan komplikasi kesehatan fisik dan mental.
  • Membutuhkan penanganan dari tenaga kesehatan profesional.

Karena memiliki kesamaan tersebut, tidak sedikit orang yang sulit membedakan kedua kondisi ini pada tahap awal. Padahal, jika penanganannya kurang tepat, maka akibatnya bisa berbahaya pada kesehatan.

Perbedaan Anoreksia dan Bulimia

Ilustrasi Gangguan Pola Makan/Foto: Magnific.com

Meskipun sama-sama berbahaya, anoreksia dan bulimia memiliki karakteristik yang berbeda. Agar tidak salah kaprah dan bisa melakukan penanganan yang tepat, berikut beberapa poin perbedaan anoreksia dan bulimia:

1. Pola makan

Pada anoreksia, penderita cenderung membatasi makan secara ketat hingga mengonsumsi kalori dalam jumlah sangat sedikit. Sebaliknya, penderita bulimia biasanya mengalami episode makan berlebihan (binge eating) sebelum melakukan tindakan kompensasi seperti muntah atau berpuasa.

2. Berat badan

Penderita anoreksia umumnya memiliki berat badan yang jauh di bawah kisaran normal akibat pembatasan makan yang ekstrem. Sementara itu, penderita bulimia bisa memiliki berat badan normal, bahkan terkadang tampak sehat sehingga kondisinya lebih sulit dikenali.

3. Perilaku sehari-hari

Orang dengan anoreksia biasanya sangat ketat menghitung kalori, menghindari makan bersama orang lain, atau memilih jenis makanan tertentu. Sementara penderita bulimia lebih sering mengalami siklus makan berlebihan yang diikuti rasa bersalah dan keinginan untuk mengeluarkan kembali makanan yang telah dikonsumsi.

4. Dampak pada tubuh

Anoreksia lebih sering menyebabkan malnutrisi, penurunan massa otot, tubuh sangat kurus, hingga gangguan fungsi organ. Di sisi lain, bulimia dapat menyebabkan kerusakan email gigi akibat paparan asam lambung, luka pada kerongkongan, pembengkakan kelenjar ludah, hingga gangguan keseimbangan elektrolit akibat muntah berulang.

Mana yang Lebih Berbahaya?

Ilustrasi Gangguan Pola Makan/Foto: Magnific.com

Anoreksia maupun bulimia sama-sama merupakan gangguan makan serius yang dapat mengancam kesehatan jika tidak segera ditangani. Menurut Healthline, kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan irama jantung, ketidakseimbangan elektrolit, kerusakan organ, hingga meningkatkan risiko kematian pada kasus yang berat. Tingkat keparahannya bergantung pada kondisi masing-masing penderita, lamanya gangguan berlangsung, serta seberapa cepat penanganan diberikan.

Meski keduanya berbeda, gejala anoreksia dan bulimia juga bisa saling tumpang tindih. Misalnya, seseorang yang awalnya mengalami anoreksia dapat mulai mengalami binge eating dan purging. Sebaliknya, penderita bulimia juga dapat beralih menjadi anoreksia apabila pembatasan makan menjadi perilaku yang dominan. Karena itu, diagnosis harus dilakukan oleh tenaga kesehatan berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik dan psikologis pasien.

Jangan Ragu Mencari Bantuan

Ilustrasi Gangguan Pola Makan/Foto: Magnific.com

Satu hal yang perlu Beauties pahami, jangan menganggap gangguan makan sebagai masalah sepele atau sekadar kebiasaan diet. Segera berkonsultasi dengan dokter atau psikolog jika seseorang mengalami tanda-tanda seperti:

  • Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas.
  • Terus-menerus membatasi makan karena takut gemuk.
  • Sering makan dalam jumlah sangat banyak lalu memuntahkannya kembali.
  • Terobsesi dengan angka timbangan atau bentuk tubuh.
  • Kebiasaan makan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari dan kesehatan.

Anoreksia dan bulimia memang sama-sama termasuk gangguan makan, tetapi keduanya memiliki pola perilaku dan dampak kesehatan yang berbeda. Dengan memahami perbedaan keduanya, Beauties dapat lebih waspada terhadap tanda-tanda awal dan tidak ragu mencari bantuan profesional apabila mengalami atau menemukan gejala serupa pada orang terdekat. Semakin dini ditangani, semakin besar peluang untuk pulih dan kembali menjalani hidup yang sehat.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.