Jangan Berlebihan, Olahraga Beri Dampak Ini ke Otak

Henny Alifah | Beautynesia
Senin, 21 Oct 2019 04:15 WIB
https://image.sciencenordic.com/1451460.jpg?imageId=1451460&panow=0&panoh=0&panox=0&panoy=0&heightw=0&heighth=0&heightx=0&heighty=0&width=1200&height=630
Jika dengan berolahraga tubuh jadi sehat, maka apakah berolahraga lebih ekstra akan membuat tubuh makin sehat? Belum tentu. Terlalu banyak berolahraga, seperty nge-gym atau latihan kardio sebenarnya dapat membatalkan manfaat dari olahraga itu sendiri.

Olahraga dianggap berlebihan jika...


source: canva.com

Nah, itu tergantung dari faktor-faktor tertentu seperti usia, kondisi kesehatan, dan pilihan olahraga yang dilakukan. Umumnya, orang dewasa seharusnya melakukan sekitar 5 jam seminggu untuk olahraga reguler atau 2 setengah jam untuk olahraga yang lebih ekstra.

Kombinasi keduanya juga bisa dilakukan. Lebih dari itu, dapat dikatakan sebagai olahraga yang berlebihan. Alih-alih menyehatkan, olahraga berlebihan bisa jadi justru tidak meningkatkan manfaat bagi kesehatan.


Dampak olahraga berlebihan


source: npr.org

Olahraga itu baik. Aktivitas ini dapat membantu kamu dalam menjaga berat badan ideal, meningkatkan kesehatan jantung, dan bahkan menangkal depresi. Namun jika dilakukan secara berlebihan, dampak olahraga ternyata bisa membuat otak lelah, dan itu mempengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan.

Para peneliti menguji atlet, yang semuanya mengajukan diri sendiri. "Mereka sangat termotivasi untuk menjadi bagian dari program ini, setidaknya di awal," kata Bastien Blain, seorang penulis studi dan postdoctoral fellow di University College London, seperti dikutip dari AJC.

Untuk penelitian tersebut, mereka melibatkan sebanyak 37 atlet triathlon pria. Sebagian atlet melakukan pelatihan normal, sebagiannya lagi meningkatkan pelatihan 40% lebih ekstra. Setelah tiga minggu, semua atlet melakukan pemindaian otak. Mereka diberi pertanyaan yang dirancang untuk menentukan preferensi untuk kepuasan jangka pendek atau hadiah jangka panjang. 

“Misalnya, kami bertanya, mana yang kamu pilih antara mendapat 10 dolar sekarang atau 60 dolar dalam enam bulan,” kata Blain kepada NPR, seperti yang dikutip dari AJC. Para atlet yang olahraga berlebihan cenderung memilih kepuasan langsung daripada kelompok atlet lainnya.


Dampak olahraga berlebihan pada otak


source: womenshealth.pt

Selain ditilik dari kuesioner, MRI otak atlet pun menunjukkan lebih banyak kelelahan di bagian otak yang bertanggung jawab untuk kontrol kognitif, 'si pembuat keputusan'. Dalam hal ini, kontrol kognitif berarti kapasitas untuk mempertahankan olahraga meski terjadi nyeri otot dan kemampuan itu tidak dapat digunakan selamanya.

Ketika ada banyak aktivitas di area kontrol kognitif otak, atlet dapat mengabaikan sinyal dari otot-otot yang kesakitan dan fokus pada kemenangan. Namun, atlet yang berolahraga berlebihan dapat melelahkan area otak tersebut. Sementara atlet yang berolahraga normal, tidak terlalu.

Nah, karena penelitian tersebut hanya berfokus pada atlet profesional, kesimpulan bahwa olahraga berlebihan ada dampak ke otak mungkin tidak bisa serta merta diterapkan pada orang biasa tanpa penelitian lebih lanjut. Bagaimanapun, sekarang penting dipahami bahwa kamu sebaiknya tidak lantas menghindari aktivitas olahraga.

Hanya saja lakukan olahraga dengan kadar yang tepat. Olahraga tetap jalan, tapi jangan berlebihan, ya.


(ebn/ebn)
Loading ...