Jangan Diabaikan, Ini Makna dan Manfaat Sahur saat Puasa

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Sabtu, 07 Mar 2026 22:00 WIB
Jangan Diabaikan, Ini Makna dan Manfaat Sahur saat Puasa
Makna dan manfaat sahur di bulan Ramadan/Foto: Pexels.com/Loquellano

Salah satu sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan selama bulan Ramadan adalah sahur. Meskipun bukan perkara wajib, melaksanakan sahur punya makna dan manfaat tersendiri bagi tubuh. Namun sayangnya, kebanyakan orang justru tidak menyadarinya.

Menjelang akhir puasa, banyak yang mulai enggan untuk bangun sahur. Alasannya masih capek, ngantuk, atau bahkan malas masak menu sahur. Jika bicara tentang sahur, apa makna dan manfaat di balik sahur? Berikut ulasannya.

Makna Sahur: Mengandung Keberkahan Ketika Melakukannya

Ilustrasi menu sahur/Foto: Pexels.com/Jane TD

Dalam YouTube @adihidayatofficial, ustaz Adi Hidayat memaparkan tentang hikmah dan keutamaan di balik makan sahur. Sahur adalah amalan penting yang sangat dianjurkan dalam Islam selama bulan Ramadan.

Makan pada waktu sahur disunahkan karena makan di waktu tersebut mengandung keberkahan di dalamnya. Keberkahan di sini artinya bertambahnya nilai-nilai kebaikan, disertai dengan konsistensi dalam penunaiannya.

Lebih lanjut, ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa para ulama telah meriset maksud di balik kebaikan yang muncul ketika melakukan aktivitas makan sahur.

  • Dalam sudut pandang fisikal, makan di waktu sahur bermanfaat pada keadaan fisik. Tujuannya untuk menguatkan tubuh dalam menunaikan ibadah puasa.
  • Sementara menurut riset secara maknawi merujuk pada keberhasilan seseorang menunaikan sunah nabi ini (makan sahur). Suksesnya makan sahur dinilai tatkala makanan dan minuman itu menjadi energi untuk meningkatkan kebaikan yang konsisten saat menjalani puasa.

Manfaat Sahur bagi Kesehatan

Ilustrasi orang makan sahur/Foto: Pexels.com/Polina Tankilevitch

Banyak manfaat sahur bagi tubuh yang masih diabaikan oleh orang-orang. Sahur membantu menjaga daya tahan tubuh, konsentrasi dan fokus, serta kestabilan gula darah. Pertanyaannya, kok bisa?

Makan sahur pada dasarnya memberikan asupan energi pada tubuh sebelum berpuasa selama 13-14 jam setiap harinya. Jika tidak sahur, tubuh bisa mengalami pengurangan energi. Imbasnya, tubuh menjadi mudah lesu dan lelah.

“Makan sahur menjaga laju metabolisme tubuh. Jika tidak sahur, kamu mungkin merasa lemas, lelah, atau mengalami penurunan gula darah, dan sembelit di siang hari,” ujar Sila Bilgili Tokgoz selaku pakar nutrisi dan dietetika, mengutip Daily Sabah.

Dari sumber terpisah yaitu Yeditepe University Hospitals, ahli gizi Merve Oz turut bersuara bahwa ketika tubuh tidak bangun untuk sahur selama Ramadan, tubuh akan kelaparan dalam waktu yang sangat lama. Hal ini mampu menyebabkan kerusakan otot serta memperlambat metabolisme.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE