Kasur Empuk atau Kasur Keras: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan Tulang?

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Senin, 20 Apr 2026 15:15 WIB
Kekurangan Kasur Keras
Ilustrasi tidur menyamping/Freepik: freepik

Tidur bukan hanya soal memejamkan mata, tetapi juga tentang bagaimana tubuh mendapatkan dukungan yang tepat selama beristirahat. Kasur yang tidak sesuai bisa membuat tulang belakang tidak sejajar, memicu rasa nyeri, bahkan berdampak pada postur tubuh dalam jangka panjang. Karena itu, memahami jenis kasur menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Perbedaan antara kasur keras dan empuk sering membuat banyak orang bingung menentukan pilihan. Sebagian orang merasa kasur keras lebih baik untuk tulang, sementara yang lain lebih nyaman menggunakan kasur empuk karena terasa lebih “memeluk” tubuh. Namun, apakah benar salah satu lebih unggul dari yang lain, atau sebenarnya pilihan terbaik tergantung pada kondisi tubuh masing-masing?

Keunggulan Kasur Keras

Ilustrasi tidur di kasur keras/Freepik: freepik

Kasur keras itu ibarat “penopang kuat” untuk tubuh kamu saat tidur. Jadi, ketika kamu berbaring, tubuh tidak akan tenggelam terlalu dalam. Menurut Michael Breus saat menjelaskan di platform kesehatan WebMD, kasur yang lebih keras membantu menjaga posisi punggung tetap lurus (netral), sehingga tulang belakang tidak melengkung aneh saat tidur.

Selain itu, kasur keras juga membantu menyebarkan berat badan kamu secara lebih merata. Dokter Raj Dasgupta yang dijelaskan dalam artikel di Forbes Health menyebutkan bahwa kasur keras cocok untuk orang dengan berat badan lebih besar karena tubuh tidak “amblas” ke dalam kasur. Dengan begitu, tekanan di bagian tertentu seperti pinggul atau punggung bisa berkurang dan tubuh tetap terasa lebih stabil.

Kekurangan Kasur Keras

Ilustrasi tidur menyamping/Freepik: freepik

Meski memberikan dukungan yang baik, kasur keras tidak selalu nyaman untuk semua orang. Menurut Neel Anand yang diwawancarai oleh Cedars-Sinai, kasur yang terlalu keras dapat menekan titik-titik tertentu pada tubuh seperti bahu dan pinggul, terutama bagi kamu yang tidur menyamping.

Tekanan tersebut dapat mengganggu aliran darah dan menyebabkan rasa tidak nyaman selama tidur. Bahkan, dalam studi yang dipublikasikan di jurnal The Lancet, disebutkan bahwa kasur yang terlalu keras tidak selalu efektif dalam mengurangi nyeri punggung dibandingkan kasur dengan tingkat kekerasan sedang, sehingga penggunaan kasur keras perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Keunggulan Kasur Empuk

Ilustrasi tidur nyaman di kasur empuk/Freepik: benzoix

Kasur empuk sering dipilih karena memberikan sensasi nyaman dan membuat tubuh terasa lebih rileks. Menurut Sleep Foundation, kasur empuk mampu menyesuaikan dengan bentuk tubuh sehingga membantu mengurangi tekanan pada area sensitif seperti bahu dan pinggul, terutama bagi kamu yang tidur menyamping.

Selain itu, kasur empuk juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur bagi sebagian orang. Dokter Shelby Harris yang dikutip dari Healthline menjelaskan bahwa kenyamanan merupakan faktor penting dalam tidur, dan kasur yang terasa lembut dapat membantu tubuh lebih cepat rileks serta mengurangi gangguan saat tidur.

Kekurangan Kasur Empuk

Ilustrasi tidur di kasur empuk/Freepik: pvproductions

Di balik kenyamanannya, kasur empuk juga memiliki risiko terhadap kesehatan tulang belakang. Menurut Robert H. Shmerling dari Harvard Health Publishing, kasur yang terlalu empuk dapat membuat tubuh tenggelam sehingga tulang belakang kehilangan posisi netralnya.

Hal ini dapat memicu nyeri punggung dan ketegangan otot jika digunakan dalam jangka panjang. Selain itu, dokter Eric J. Olson dalam artikel kesehatan di Mayo Clinic menyebutkan bahwa kasur yang tidak memberikan dukungan yang cukup dapat membuat tubuh terasa tidak segar saat bangun tidur, meskipun durasi tidur sudah cukup.

Kasur yang Tepat untuk Berbagai Kondisi Tubuh

Ilustrasi sakit pinggang/Freepik: freepik

Pemilihan kasur sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kebiasaan tidur kamu, Beauties. Menurut Shelby Harris dalam penjelasannya di Healthline, orang yang tidur menyamping cenderung lebih cocok menggunakan kasur empuk hingga medium karena dapat mengikuti lekuk tubuh dan mengurangi tekanan pada bahu serta pinggul. Sementara itu, bagi kamu yang sering tidur terlentang, kasur medium-firm hingga agak keras lebih dianjurkan karena mampu menjaga tulang belakang tetap sejajar.

Selain posisi tidur, kondisi kesehatan juga sangat berpengaruh dalam memilih kasur. Bagi kamu yang memiliki tekanan pada sendi atau sering merasa pegal di bahu dan pinggul, kasur yang sedikit lebih empuk bisa membantu meredakan tekanan dan meningkatkan kenyamanan saat tidur.

Untuk kamu yang memiliki kelainan tulang belakang seperti skoliosis atau nyeri punggung kronis, pemilihan kasur tidak bisa sembarangan. Penderita gangguan tulang belakang membutuhkan kasur yang bisa menopang tubuh sekaligus mengikuti lekuk alami tulang, sehingga posisi tetap netral selama tidur. 

Selain itu, penderita nyeri punggung bawah atau saraf terjepit sebaiknya menghindari kasur yang terlalu empuk karena bisa membuat tubuh tenggelam dan memperparah posisi tulang. Sebaliknya, kasur yang terlalu keras juga bisa menekan titik tertentu dan menimbulkan rasa sakit. Oleh karena itu, pilihan terbaik biasanya adalah kasur yang mampu menyeimbangkan dukungan dan kenyamanan, agar tulang belakang tetap stabil tanpa tekanan berlebih.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE