Kebiasaan Scrolling saat Stres Justru Bisa Memperburuk Mood, Ini Faktanya
Saat merasa lelah, cemas, atau stres, banyak orang secara refleks mengambil ponsel lalu mulai membuka media sosial. Tanpa disadari, beberapa menit bisa berubah menjadi satu jam hanya untuk scrolling berbagai konten. Sekilas, kebiasaan ini terasa seperti cara yang ampuh untuk mengalihkan pikiran dari tekanan yang sedang dirasakan.
Namun, benarkah scrolling dapat membuatmu merasa lebih baik? Ternyata, tidak selalu. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial secara pasif saat sedang stres justru dapat memperburuk suasana hati pada sebagian orang. Bukannya merasa lebih tenang, kamu bisa menjadi lebih lelah secara mental.Â
Berikut alasan kenapa kebiasaan scrolling saat stres yang justru memperburuk mood.Â
1. Otak Tidak Benar-Benar Mendapat Kesempatan untuk Beristirahat
Otak terus menerima informasi saat scrolling / Foto: magnific.com / Freepik
Ketika scrolling, otak terus menerima informasi baru dalam waktu singkat. Video, foto, berita, hingga komentar datang tanpa henti sehingga pikiran tetap bekerja aktif. Dikutip dari Nature Reviews Psychology (2023), paparan informasi digital yang terus-menerus dapat meningkatkan beban kognitif dan mengurangi kesempatan otak untuk melakukan pemulihan mental. Akibatnya, kamu mungkin merasa semakin lelah setelah selesai scrolling.
2. Perbandingan Sosial Dapat Memperburuk Suasana Hati
Perbandingan media sosial memperburuk keadaan saat stres / Foto: magnific.com / Freepik
Saat sedang stres, melihat pencapaian atau kehidupan orang lain di media sosial bisa memicu kebiasaan membandingkan diri. Penelitian dalam Computers in Human Behavior (2021) menemukan bahwa perbandingan sosial di media sosial berkaitan dengan meningkatnya kecemasan, rasa tidak puas terhadap diri sendiri, dan suasana hati yang lebih negatif. Padahal, apa yang ditampilkan di media sosial sering kali hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang.
3. Scroll Tanpa Tujuan Bisa Memicu Doomscrolling
Doomscrolling memicu kecemasan terutama saat stres / Foto: magnific.com / Freepik
Ketika kamu terus mencari informasi negatif atau membaca berita yang memicu kecemasan tanpa henti, kebiasaan ini dikenal sebagai doomscrolling. Menurut penelitian dalam Health Communication (2022), doomscrolling berkaitan dengan peningkatan stres, kecemasan, dan kelelahan emosional. Semakin lama kamu tenggelam dalam konten negatif, semakin sulit pula otak untuk kembali merasa tenang.
4. Stres Tidak Diselesaikan, Hanya Dialihkan Sementara
Stres hanya dialihkan sementara saat scro9 / Foto: magnific.com / Freepik
Scrolling memang dapat mengalihkan perhatian sesaat, tetapi biasanya tidak menyelesaikan penyebab stres yang sebenarnya. Menurut penelitian dalam Journal of Behavioral Addictions (2020), penggunaan media sosial sebagai pelarian emosi (avoidance coping) sering kali hanya memberikan rasa lega sementara. Setelah berhenti scrolling, masalah yang sama masih ada, bahkan terkadang disertai rasa bersalah karena waktu yang terbuang.
5. Aktivitas Lain Lebih Efektif untuk Memulihkan Mood
Cari aktivitas yg lebih efektif untuk memulihkan diri / Foto: magnific.com / Freepik
Saat sedang tertekan, tubuh dan pikiran sering kali lebih terbantu oleh aktivitas seperti berjalan kaki, melakukan peregangan, self care, berbicara dengan orang terdekat, atau berlatih mindfulness. Menurut penelitian dalam Frontiers in Psychology (2021), aktivitas fisik ringan dan teknik mindfulness terbukti membantu mengurangi stres serta meningkatkan suasana hati secara lebih efektif dibandingkan penggunaan media sosial secara pasif.
Media sosial bukanlah musuh, tapi cara kamu menggunakannya sangat menentukan dampaknya terhadap kesehatan mental. Menggunakan media sosial untuk mencari inspirasi atau berkomunikasi tentu tidak masalah, tapi kebiasaan scrolling saat stres justru bisa memperburuk mood dan membuat pikiran semakin penuh.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!