Kehamilan di Usia 40 Tahun ke Atas Semakin Marak, Apa Sih Risikonya?

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Rabu, 08 Jul 2026 15:30 WIB
Tren Hamil dan Melahirkan di Usia 40 Tahun
Hamil di usia 40 tahun semakin marak khususnya di negara maju./ Foto: Pexels.com/JSBorba

Beauties, tren perempuan hamil dan melahirkan di usia 40 tahun ke atas belakangan sering jadi pembicaraan. Beberapa waktu lalu, aktris Anne Hathaway mengumumkan kehamilan anaknya yang ketiga di usia 43 tahun. Ada selebritas lain yang memiliki pengalaman serupa, seperti Syahrini yang mengandung anak pertama di usia 43 tahun, Chloë Sevigny yang hamil anak pertama pada tahun 2019 di usia 45 tahun, atau bahkan Janet Jackson yang melahirkan di usia 50 pada tahun 2017.

Namun tak hanya itu, tren ini juga semakin tersorot setelah melihat angka kelahiran yang rendah di banyak negara. Namun di negara maju, justru ada peningkatan kelahiran oleh ibu berusia di atas 40 tahun.

Berdasarkan data yang dilansir dari Center for Human Reproduction, di AS, perempuan berusia di atas 40 tahun yang hamil secara proporsional merupakan kelompok usia dengan pertumbuhan anak paling pesat. Tren serupa juga terjadi di negara maju lainnya.

Tren Hamil dan Melahirkan di Usia 40 Tahun

Hamil di usia 40 tahun semakin marak khususnya di negara maju.

Hamil di usia 40 tahun semakin marak khususnya di negara maju./ Foto: Pexels.com/JSBorba

Selain di AS, tren perempuan melahirkan dalam kelompok usia di atas 40 juga terjadi di Singapura, Beauties. Data dari Strait Times yang dikutip oleh CNBC Indonesia menunjukkan pada tahun 2025, tercatat ada 9,6 bayi lahir per 1.000 perempuan di kelompok usia 40-44 tahun, sedangkan 0,5 bayi lahir per 1.000 perempuan usia 45-49 tahun.

Kenaikan jumlah perempuan hamil dan melahirkan di usia 40 tahun ke atas terjadi karena keputusan untuk mempunyai anak harus dipertimbangkan dengan matang, Beauties. Profesor Jean Yeung, direktur ilmu sosial di Institut Pengembangan dan Potensi Manusia A*STAR, menyampaikan bahwa “selama beberapa dekade terakhir, makin banyak perempuan menunda pernikahan dan menjadi ibu karena mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengejar pendidikan serta membangun karier.”

Hal senada dijelaskan pula oleh Dr. Kalpana Vignehsa, seorang peneliti senior di Institut Studi Kebijakan (IPS), yakni di antara pasangan yang sudah menikah, menginginkan anak menjadi keputusan yang disengaja dan bersyarat, berdasarkan faktor-faktor seperti stabilitas karier dan pembagian kerja antara pasangan, sebelum mereka memiliki anak.

Risiko Kesehatan

Kehamilan di usia 40 tahun ke atas memiliki risiko kesehatan

Kehamilan di usia 40 tahun ke atas memiliki risiko kesehatan/ Foto: Pexels.com/Amina Filkins

Walaupun demikian, hamil dan melahirkan di usia 40-an memiliki risiko kesehatan, Beauties. Masih dilansir dari Central for Human Reproduction, beberapa risiko yang mungkin dialami ibu hamil di usia 40-an antara lain:

- Perempuan yang pradiabetes sangat mungkin menjadi diabetes sepenuhnya selama kehamilan (disebut diabetes gestasional);

- Hipertensi ambang batas sering menyebabkan hipertensi selama kehamilan, termasuk preeklampsia/eklampsia;

- Perempuan dengan masalah jantung berisiko mengalami dekompensasi jantung, yang menyebabkan gagal jantung kongestif; penyakit autoimun, meskipun biasanya sebagian besar membaik selama kehamilan, memiliki kemungkinan sangat tinggi untuk kambuh di akhir kehamilan dan, terutama, pada periode pascapersalinan;

- Masalah tulang belakang, seperti nyeri punggung bawah, seringkali menjadi jauh lebih buruk pada perempuan yang hamil pada usia 40 tahun karena hormon kehamilan melonggarkan ligamen, sehingga meningkatkan kemungkinan masalah cakram tulang belakang.

Bagaimana menurut kamu, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.