Kenapa Kita Sering Menguap saat Melihat Orang Menguap?

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Rabu, 12 Aug 2026 13:15 WIB
Mengapa Menguap Itu Menular?
Penyebab Menguap Bisa Menular/Foto: Magnific

Sering menguap adalah hal yang sangat wajar dialami setiap orang, Beauties. Bahkan, rata-rata orang dewasa bisa menguap sekitar 20 kali dalam sehari dan sering kali sulit menahan keinginan tersebut ketika sudah muncul.

Hal yang membuat banyak orang penasaran, mengapa kita juga ikut menguap saat melihat orang menguap? Menurut PBS NewsHour, para ahli dari berbagai bidang, mulai dari speech scientist, sleep neurologist, neuroethicist, hingga neuroscientist, masih meneliti fenomena ini karena nilai evolusinya belum benar-benar diketahui.

Kenapa Seseorang Menguap?

Penyebab Seseorang Menguap/Foto: Magnific

Sampai sekarang, belum ada kesepakatan ilmiah mengenai alasan orang menguap. Meski demikian, para peneliti telah mengemukakan beberapa teori yang menjelaskan mengapa tubuh melakukan respons alami tersebut ketika berada dalam kondisi tertentu.

Salah satu teori disampaikan oleh Douglas Parham, seorang speech scientist dari Wichita State University. Ia menjelaskan bahwa ketika tubuh mulai lelah, seseorang cenderung berhenti mengambil napas dalam sehingga karbon dioksida menumpuk di dalam tubuh.

Menurutnya, menguap merupakan bentuk pernapasan khusus yang mampu meningkatkan asupan oksigen sekaligus mengeluarkan karbon dioksida lebih banyak dibandingkan menarik napas dalam biasa.

James Giordano, neuroethicist dan neuroscientist dari Georgetown University, juga memiliki penjelasan lain. Ia mengatakan bahwa penumpukan karbon dioksida, menurunnya kadar oksigen, atau meningkatnya senyawa bernama adenosin dapat menjadi "yawn gates" yang memicu seseorang menguap. Saat menguap, otot-otot wajah ikut berkontraksi sehingga membantu mengalirkan darah yang kaya oksigen menuju otak.

Selain itu, terdapat teori lain yang menyebutkan bahwa menguap berfungsi membantu mendinginkan otak. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa gerakan menguap membantu meregangkan jaringan tubuh, termasuk paru-paru, sehingga tubuh terasa kembali lebih segar dan siap beraktivitas.

Mengapa Menguap Itu Menular?

Penyebab Menguap Bisa Menular/Foto: Magnific

Salah satu hal yang sudah dipastikan para peneliti adalah menguap merupakan perilaku yang menular. Bahkan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa peluang seseorang untuk menguap meningkat hingga enam kali lipat setelah melihat orang menguap di sekitarnya.

Menurut Giordano, fenomena tersebut kemungkinan berkaitan dengan social mirroring, yaitu kecenderungan makhluk hidup meniru tindakan yang dilakukan individu lain. Perilaku serupa sebenarnya juga terlihat pada kebiasaan lain, seperti menggaruk tubuh, menyilangkan kaki, hingga tertawa tanpa disadari.

Giordano juga menjelaskan bahwa kebiasaan meniru ini diduga melibatkan mirror neurons di dalam otak. Neuron tersebut berperan mencocokkan apa yang kita lihat dan rasakan dengan gerakan yang dilakukan tubuh. Karena itu, ketika melihat seseorang menggaruk wajah, kita dapat membayangkan sensasinya dan terdorong melakukan hal yang sama.

Temuan serupa juga diperoleh Zhou-Feng Chen, direktur Washington University's Center for the Study of Itch. Dalam penelitiannya, ia memperlihatkan video seekor tikus yang sedang menggaruk tubuh kepada tikus lain. Hasilnya, tikus-tikus tersebut mulai ikut menggaruk dalam waktu lima detik dan lima kali lebih sering dibandingkan kelompok kontrol.

Menurut Chen, perilaku meniru itu menunjukkan bahwa hewan mengenali tindakan tertentu sebagai sesuatu yang bermanfaat. Tanpa perlu berpikir panjang, mereka seolah menganggap perilaku tersebut berguna sehingga layak untuk diikuti.

Selain memiliki kemungkinan fungsi evolusi, menguap juga diduga memperkuat hubungan sosial. Sleep neurologist Clifford Scammell menjelaskan bahwa perilaku meniru, termasuk menguap, merupakan bentuk komunikasi sosial. Ia mencontohkan bahwa ketika seseorang memberikan senyum yang ramah, orang lain biasanya akan membalas senyum tersebut secara spontan. Menurutnya, orang dengan tingkat empati yang lebih tinggi juga cenderung lebih mudah melakukan social mirroring.

Meski penyebab pastinya belum disepakati, penelitian yang ada menunjukkan bahwa menguap menyimpan peran yang jauh lebih kompleks daripada sekadar tanda mengantuk. Jadi, Beauties, kalau kamu tiba-tiba sering menguap setelah melihat orang lain melakukannya, ternyata ada penjelasan ilmiah menarik di balik kebiasaan tersebut.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.