Kenapa Putus Cinta Bisa Sakit Secara Fisik, Bukan Cuma Emosional?

Ayuliy Lestari | Beautynesia
Jumat, 30 Jan 2026 09:15 WIB
Otak Memproses Putus Cinta Seperti Rasa Sakit yang Nyata
Putus cinta membuat otak memprosesnya tampak nyata / Foto: Freepik.com / Freepik

Putus cinta sering kali disebut sebagai patah hati, tapi kenyataannya, rasa sakit itu bukan cuma kiasan. Ada dada yang sesak, perut yang melilit, kepala yang berat, bahkan tubuh yang tiba-tiba lemas tanpa sebab jelas. Kamu mungkin bertanya-tanya, kenapa perasaan bisa sampai memengaruhi tubuh sedalam ini?

Jawabannya sederhana tapi sekaligus kompleks, yaitu tubuh dan emosi tidak pernah benar-benar terpisah. Saat kamu kehilangan seseorang yang pernah menjadi bagian dari rutinitas, rasa aman, dan harapanmu, tubuh ikut merespons kehilangan itu sebagai ancaman nyata. Inilah alasan kenapa putus cinta bisa sakit secara fisik, bukan cuma emosional.

Otak Memproses Putus Cinta Seperti Rasa Sakit yang Nyata

Putus cinta membuat otak memprosesnya tampak nyata / Foto: Freepik.com / Freepik

Saat kamu putus cinta, otak memprosesnya mirip dengan rasa sakit fisik. Studi yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa penolakan sosial mengaktifkan area otak yang sama dengan rasa sakit fisik, seperti anterior cingulate cortex. Artinya, saat kamu merasa “sakit hati”, otakmu benar-benar sedang memproses rasa sakit, bukan sekadar drama perasaan.

Lonjakan Hormon Stres Membuat Tubuh Kewalahan

Putus cinta menimbulkan lonjakan hormon stres / Foto: Freepik.com / Freepik

Putus cinta memicu peningkatan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Dikutip dari Journal of Psychosomatic Research, lonjakan kortisol akibat stres emosional dapat menyebabkan gangguan tidur, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan pencernaan. Itulah sebabnya kamu bisa merasa mual, sulit makan, atau justru kelelahan meski tidak melakukan aktivitas berat.

Jantung Ikut “Berduka”

Putus cinta membuat jantung ikut berduka / Foto: Freepik.com / Freepik

Ada kondisi medis yang disebut Broken Heart Syndrome atau Takotsubo cardiomyopathy. Kondisi ini membuat fungsi jantung menurun sementara akibat stres emosional ekstrem, termasuk putus cinta. Fenomena yang dilansir dalam New England Journal of Medicine, menjelaskan bahwa stres emosional berat bisa memicu gejala mirip serangan jantung. Meski jarang berakibat fatal, ini menunjukkan betapa kuatnya dampak emosional pada tubuh.

Sistem Imun Melemah Saat Kamu Kehilangan Ikatan

Putus cinta membuat sistem imun melemah / Foto: Freepik.com / Freepik

Kehilangan hubungan dekat membuat tubuh masuk ke mode bertahan. Penelitian dalam Psychological Science menyebutkan bahwa stres emosional berkepanjangan dapat menurunkan fungsi sistem imun. Akibatnya, kamu jadi lebih mudah sakit, merasa drop, atau butuh waktu lebih lama untuk pulih dari kelelahan.

Tubuh Merespons Kehilangan Seperti Proses Berduka

Putus cinta membuat tubuh merespon kehilangan / Foto: Freepik.com / Freepik

Putus cinta adalah bentuk kehilangan, dan tubuh meresponsnya seperti duka. Menurut American Psychological Association, proses berduka tidak hanya berdampak pada mental, tapi juga memicu reaksi fisik seperti nyeri dada, gangguan pernapasan, dan kelelahan ekstrem. Tubuhmu sedang berusaha menyesuaikan diri dengan dunia yang berubah.

Pada akhirnya, memahami kenapa putus cinta bisa sakit secara fisik, bukan cuma emosional, bisa membantumu lebih lembut pada diri sendiri. Rasa sakit itu valid, bukan lebay, dan bukan kelemahan. Tubuhmu sedang bekerja keras untuk bertahan dan pulih. Dan seperti luka fisik, patah hati juga butuh waktu, perawatan, dan kesabaran, agar pelan-pelan, kamu bisa bernapas lebih lega lagi.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.