Kisah Inspiratif dari 4 Perempuan Pengidap Kanker Payudara, Mulai dari Bermusik hingga Membentuk Komunitas

Dwi Lindah Permatasari | Beautynesia
Kamis, 19 Oct 2023 18:15 WIB
Kisah Inspiratif dari 4 Perempuan Pengidap Kanker Payudara, Mulai dari Bermusik hingga Membentuk Komunitas
Kisah Inspiratif dari 4 Perempuan Pengidap Kanker Payudara, Mulai dari Bermusik hingga Membentuk Komunitas/Foto: Freepik/rawpixel.com

Hari Kanker Payudara Sedunia diperingati setiap tanggal 19 Oktober setiap tahunnya. Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang paling sering menghantui kaum perempuan.

Bukan tanpa alasan, kanker payudara menjadi salah satu penyumbang kematian pertama akibat kanker. 

Belakangan telah banyak penyintas yang membagikan pengalamannya tentang kanker payudara. Mulai dari diagnosis hingga mastektomi dan pertumbuhan rambut pascakemo.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, hampir 10 persen kasus kanker payudara baru ditemukan pada perempuan di bawah usia 45 tahun. Sementara itu, lebih dari 70 persen pengguna Instagram berusia antara 18 sampai 24 tahun. Tidak heran jika sebagian besar postingan tentang #breastcancer atau kanker payudara dibuat oleh remaja perempuan.

Tak sedikit perempuan penyintas kanker yang memutuskan untuk berbagi tentang perjalanannya secara online melalui Instagram.

Melansir dari Everyday Health, berikut beberapa perempuan yang menciptakan gerakan online untuk membantu orang lain agar tidak merasa sendirian menghadapi kanker payudara.

1. Bianca Muniz

Bianca Muniz/Foto: Instagram/biancamunizofficial

Bianca Muniz adalah seorang penyintas kanker sebanyak tiga kali dan pertama kali didagnosis menderita kanker ovarium pada usia 11 tahun. Pada usia 22 tahun, Bianca didiagnosis menderita kanker payudara dan pada usia 26 tahun, ia mengetahui bahwa ia menderita kanker paru-paru.

Bianca Muniz mengetahui hal ini melalui hasil pengujian genetik dan ternyata memiliki mutasi gen langka TP53, yang sangat meningkatkan risikonya terhadap berbagai jenis kanker.

“Karena ini kedua kalinya saya didiagnosis, saya menganggap ini sebagai tanda dari alam semesta, seperti ‘oke, tidak ada lagi persembunyian, mari gunakan ini untuk membantu orang lain," ujar Bianca.

Dia menggunakan nyanyian dan penulisan lagu sebagai bentuk terapi dan kenyamanan. Dia merefleksikan lagu yang dia tulis berjudul “Take Me Away” yang memuat tentang depresi tak terucapkan setelah diagnosis kanker.

Bianca Muniz berbagi secara online melalui akun Instagram @biancamunizofficial dan berhasil membuat banyak perempuan terhubung dengannya.

2. Allyn Rose

Allyn Rose/Foto: Instagram/allynrose

Pada usia 26 tahun, Allyn Rose menjalani mastektomi ganda sebagai tindakan pencegahan setelah kehilangan ibu, nenek, dan bibi buyutnya karena kanker payudara.

“Saya tidak ingin mengalami nasib yang sama seperti perempuan di keluarga saya dan bertekad untuk tidak menjadi korban,” ujarnya.

Usai berkompetisi sebagai kontestan Miss America, kisah Allyn Rose menjadi viral saat menceritakan keputusannya menjalani operasi. Pada tahun 2019, Allyn Rose meluncurkan yayasan bernama “The Previvor” untuk memberikan informasi terkait mastektomi, rekonstruksi, dan pengujian genetik kepada perempuan yang berisiko terkena kanker payudara.

Ia bahkan memulai kemitraan dengan sebuah perusahaan yang berupaya untuk mengembangkan dan menerapkan pemindaian payudara jenis baru untuk mendeteksi kanker payudara.

Allyn Rose terus menggunakan akun Instagramnya @allynrose untuk mendidik perempuan, khususnya perempuan muda. Ia juga memberdayakan mereka untuk melakukan advokasi bagi diri mereka sendiri.

Menurut Rose, perempuan harus memahami tubuhnya dengan melakukan pemeriksaan payudara mandiri setiap bulan.

3. Stephanie Seban

Stephanie Seban/Foto: Instagram/stephanie_seban

Bagi Stephanie Seban, diagnosis kanker payudara metastatik pada usia 31 tahun membuahkan komitmen yang teguh untuk membantu generasi muda.

“Saya menjadikan misi saya untuk mendidik diri sendiri dan mempelajari segala hal yang saya bisa tentang pengobatan dan pencegahan kanker," tulis Seban melalui situs webnya.

Rasa 'haus' Stephanie Seban akan informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, dan keinginan untuk berbagi pengetahuan pun menginspirasinya untuk berbagi pengalaman secara online melalui akun Instagram @stephanie_seban.

Ia bahkan tidak sabar menunggu sampai semua perjuangan para pendukung kanker payudara selesai lantaran obatnya telah ditemukan.

Stephanie Seban, bersama sahabatnya Amanda Anik, mendirikan “Thrive Gang”, sebuah perusahaan hadiah dan perhiasan yang inspiratif. Ia saat ini juga menjabat sebagai advokat kanker payudara di Departemen Pertahanan.

4. Melissa Berry

Melissa Berry/Foto: Instagram/cancerfashionista

Setelah didiagnosis menderita kanker payudara, Melissa Berry mulai menciptakan komunitas online. Tujuan utama Melissa Berry adalah membantu perempuan yang menghadapi diagnosis kanker payudara untuk merasa sebaik mungkin tentang diri mereka sendiri.

Dia bertanya pada dirinya sendiri, “Di mana saya bisa menemukan wig yang bagus? Bra jenis apa yang harus saya pakai? Di mana Vogue tentang kanker payudara?”

Kecintaan Melissa Berry terhadap fashion dan membantu orang lain dalam komunitas kanker payudara telah menghasilkan beberapa pengalaman berharga. Ini termasuk mengikuti event peragaan busana, menjadi ketua dewan direksi Triple Negative Breast Cancer Foundation, dan mengambil peran sebagai duta merek untuk LOGO oleh Lori Goldstein.

Melissa Berry juga merupakan pendiri Cancer Fashionista dan pembawa acara “Dear Cancer, I’m Beautiful”, sebuah podcast yang membahas kanker payudara dan kampanye kesehatan. Kamu bisa mencari tahu lebih lanjut melalui akun Instagram @cancerfashionista.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

RELATED ARTICLE