Lagi Viral di Medsos, Apa Itu Kimpul? Ini Penjelasannya
Beauties, buat kamu yang rajin buka media sosial, pasti tahu bahwa belakangan ini kata "kimpul" sedang viral hingga menjadi trending topic di berbagai platform, mulai dari X hingga TikTok. Kata kimpul ini banyak dibuat menjadi sebuah meme dan cuitan yang lucu. Lantas banyak yang bertanya-tanya, apa itu kimpul?
Kata kimpul mendadak viral di media sosial karena konten di TikTok yang dibuat oleh seorang kreator asal Bantul dengan nama akun @black.sheep8208. Kreator tersebut rupanya sering membuat ulang berbagai makanan viral dan kekinian, mulai dari arancini, dumpling lasagna, hingga seblak. Uniknya, ia mengganti bahan utama makanan kekinian tersebut menggunakan kimpul, Beauties.
Salah satu kalimat ikonik yang diucapkan oleh kreator tersebut adalah, "Karena saya tidak punya [nama bahan makanan], jadi saya ganti kimpul."
Kimpul adalah tanaman umbi dari keluarga talas-talasan yang memiliki nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium. Kimpul memiliki banyak nama lain di berbagai daerah Indonesia, mulai dari talas Belitung, bentul, bothe, glitung, hingga genjlong.
Manfaat Kimpul untuk Kesehatan
Ilustrasi kimpul/Foto: Freepik.com/freepik
Kimpul merupakan sumber karbohidrat yang dapat menjadi alternatif pengganti beras, kentang, singkong, maupun sagu. Mudah diolah dan memiliki banyak nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh, kimpul menjadi salah satu contoh kekayaan diversifikasi pangan yang dimiliki Indonesia, Beauties.
Dilansir dari situs resmi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Evy Damayanthi, dosen di Departemen Ilmu Gizi IPB University mengatakan bahwa talas kimpul layak menjadi bahan pangan pokok untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia.
"Talas kimpul/belitung merupakan makanan sumber karbohidrat, rendah lemak dan indeks glikemiksnya rendah. Talas kimpul juga mengandung zat gizi yang bermanfaat untuk kesehatan. Ada kandungan serat pangan, pati resisten, mineral tembaga dan kalium, vitamin B3 dan komponen bioaktif diogenin serta flavonoid," jelasnya.
Menurutnya, serat pangan ini bagus untuk organ pencernaan. Jika dibandingkan dengan talas bogor, gembili dan singkong, talas kimpul memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, rendah lemak, rendah kalori, mudah dicerna dan bebas gluten.
Sementara itu, lanjutnya, talas kimpul juga memiliki komponen bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, steroid, diosgenin hingga fenol. Diosgenin ini bagus untuk kecantikan karena menjaga kesehatan kulit (anti aging).
"Selama ini, talas kimpul hanya diolah dengan cara direbus dan digoreng, padahal talas kimpul bisa dijadikan tepung yang kemudian diolah menjadi cookies, roti tawar, mie kering, mie kering sagon substitusi kimpul, mie basah, bakso, brownies, bahan pengental makanan," imbuh Ketua Dewan Guru Besar (DGB) IPB University ini.
Kimpul memiliki tekstur yang lembut, pulen, dan sedikit masir usai direbus atau dikukus. Rasanya cenderung gurih dengan sentuhan manis alami, mirip jika kentang, talas, dan singkong dipadukan menjadi satu.
Bagaimana, Beauties? Tertarik untuk mencoba mengonsumsi kimpul?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!