Lulus Kuliah tapi Galau, Kenali 'Graduation Blues' dan Faktanya

Patricia Astrid Nadia | Beautynesia
Minggu, 02 Aug 2026 16:00 WIB
Tanda yang Harus Diwaspadai
Ada berbagai tanda graduation blues atau depresi paska lulus kuliah. Tanda itu meliputi berbagai kecemasan dari sisi psikologis dan fisik/Foto: Freepik.com/wavebreakmedia

Lulus dari universitas yang kamu impikan tentu membawa kebahagiaan sendiri. Namun pascawisuda, kehidupan setiap lulusan akan tampak berbeda satu dengan yang lainnya. Ada yang masih berkutat untuk mengirimkan CV ke berbagai tempat, tapi tak kunjung dapat panggilan kerja. Ada yang berhasil mendapat pekerjaan tetap, tapi masih belum dapat sepenuhnya mandiri atau mapan secara finansial.

Tak sedikit yang akhirnya mengalami post graduation depression atau dikenal dengan graduation blues. Beauties, simak beberapa fakta yang perlu kamu ketahui tentang fenomena graduation blues seperti yang dikutip dari situs PsychCentral dan data penelitian dari the Substance Abuse and Mental Health Services Administration.

Apa Itu Graduation Blues?

Graduation blues menjadi suatu fenomena di mana usai lulus, kamu justru terjebak pada rasa depresi, takut, dan khawatir yang berlebihan. Hal ini karena kamu seharusnya punya ekspektasi untuk dapat bekerja di perusahaan Impian sesuai skill kamu, tapi ternyata kamu masih harus bergantung pada orangtua dan belum bisa mandiri.

Atau ketika kamu sudah mendapatkan pekerjaan tapi belum sepenuhnya mandiri secara finansial. Ada rasa kecewa dan putus asa yang membuat dirimu merasa potensi kamu tidak berguna.

Akhirnya karena banyak hal yang tak sesuai ekspektasi usai kamu berhasil lulus dan bekerja dengan kondisi yang sulit dan terbatas, kamu mengalami post graduation depression atau graduation blues. Beauties mudah merasa murung, dan tidak bersemangat, karena menilai dirinya kurang atau bahkan tidak produktif.

Tanda yang Harus Diwaspadai

Ada berbagai tanda graduation blues atau depresi paska lulus kuliah. Tanda itu meliputi berbagai kecemasan dari sisi psikologis dan fisik/Foto: Freepik.com/wavebreakmedia

Beauties perlu berhati-hati untuk tidak buru-buru memberi label pada diri sendiri untuk fenomena graduation blues. Tanda-tanda ini akan jauh lebih akurat jika kamu memeriksa diri ke profesional.

Ada beberapa orang yang mungkin akan merasa depresi dalam waktu yang cukup lama, ada yang setelah beberapa minggu sudah mampu beradaptasi kembali, dan perlahan mencari pekerjaan lagi. Namun tak sedikit yang masih butuh waktu, berproses untuk kembali memulai.

Beberapa tanda ini perlu kamu perhatikan. Mulai dari tanda psikologis, seperti rasa sedih terus menerus, merasa kosong, selalu pesimis, cemas, sulit mengambil keputusan, kehilangan minat bahkan pada bidang yang biasanya disukai. Sedangkan tanda-tanda fisiknya meliputi pola tidur yang berantakan, pola makan yang tidak baik, dan perubahan berat badan yang drastis.

 

Penyebab Graduation Blues

Penyebab graduation blues beragam untuk setiap orang, beberapa di antaranya karena pendapatan yang belum stabil, hingga ketergantungan pada orangtua karena belum sepenuhnya dapat mandiri/Foto: Freepik.com/pvproductions

Ada berbagai penyebab yang membuat seseorang mengalami graduation blues. Beberapa di antaranya, yaitu baru bekerja beberapa bulan di masa probation tapi tidak dapat lanjut dan hal ini membuat dirimu merasa gagal. Mungkin kamu menilai kamu tidak cukup layak untuk bekerja dengan baik, atau ada kesalahan yang kamu lakukan sehingga kamu menilai dirimu gagal.

Di sisi lain, ada yang sudah memiliki pekerjaan tetap, tapi pendapatan atau gaji masih jauh dari ekspektasi atau harapan. Kamu pun menilai diri kamu belum cukup mapan.

Akhirnya kamu merasa kamu menjadi beban, karena masih ketergantungan dengan orang tua dan anggota keluarga lain yang sudah lebih mandiri. Terlebih jika kamu sering membuka media sosial dan melihat berbagai pencapaian orang lain di usia mereka yang masih relatif muda. Ketika kamu membandingkan hal itu dengan kondisimu saat ini, kamu semakin menilai dirimu tidak memiliki value sehebat orang lain, Beauties.

Tips Mengatasinya

Berbagai cara mengatasi graduation blues dengan terus memperkaya skill baru dan membangun koneksi sosial, serta membranding diri di media sosial/Foto: Freepik.com/magnific

Beauties, kamu tak berjuang sendirian. Kamu dapat bergabung di grup alumni dari kampus tempat kamu belajar, perbaiki CV kamu dan portofolio dan aktif di media sosial untuk membranding diri kamu. Lewat mengoptimalkan media sosial, bukan tidak mungkin kamu mendapatkan koneksi yang lebih luas yang dapat memberikan kamu kesempatan bekerja. 

Tapi ingat, Beauties jangan sampai kegiatan scrolling informasi di media sosial seputar pekerjaan, malah berujung pada overthinking karena kamu sibuk membandingkan kualitas dirimu dengan orang lain. Kamu dapat menata media sosial kamu dengan baik, meletakkan link portofolio kamu di link bio media sosial kamu.

Buat jadwal yang teratur untuk istirahat cukup, mengatur pola makan, latihan wawancara dan perbanyak untuk menggali dan belajar lebih dalam tentang bidang pekerjaan yang ingin kamu lamar.

Tak ada salahnya juga untuk beberapa waktu kamu terbuka dengan posisi part time sesuai potensi kamu, sambil menunggu posisi full time sesuai harapanmu.

Oke, Beauties berikut tadi beberapa fakta seputar graduation blues yang patut kamu waspadai dan coba beberapa tipsnya, ya!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE