Mengenal Catastrophizing, Kebiasaan Otak untuk Mikir Hal Terburuk

Patricia Astrid Nadia | Beautynesia
Senin, 06 Jul 2026 19:00 WIB
Mengenal Catastrophizing, Kebiasaan Otak untuk Mikir Hal Terburuk/Foto: Freepik.com/Freepik

Punya persiapan yang matang untuk setiap kegiatan dalam menggapai cita-cita itu hal yang wajar, Beauties. Namun, pernahkah kamu selalu memikirkan skenario terburuk, seperti, “Gimana kalau tiba-tiba pasanganku membatalkan pernikahan?”. Padahal belum tentu hal itu benar-benar terjadi.

Fenomena tersebut dikenal sebagai catastrophizing. Dikutip dari beberapa penelitian psikologi dari Fletcher, Evans dan Lonczak dan situs Psych Central berikut fakta-fakta pentingnya yang harus kamu ketahui, Beauties!

Apa Itu Catastrophizing?

Sekilas mirip dengan overthinking, tapi catastrophizing cenderung lebih ekstrem. Kamu bisa sering memikirkan hal terburuk yang akan terjadi, padahal sebenarnya hal itu sangat sepele. Biasanya, catastrophizing itu terjadi sebagai bentuk untuk berjaga-jaga dari berbagai perasaan dan emosi negatif yang bisa saja muncul. Beberapa orang menyebutnya mereka ingin menghibur diri agar tidak perlu terlalu terpuruk, khawatir akan kenyataan dan kegagalan yang harus dihadapi.

Namun ternyata selalu memikirkan skenario terburuk akan mengganggu kesehatan mentalmu,  apalagi jika terus menerus dilakukan. Perlahan kamu jadi meyakini kalau kamu akan benar-benar gagal dan tidak punya kompetisi dan tidak layak dalam meraih apa yang jadi tujuanmu, Beauties!

(dmh/dmh)