Mengenal Cortisol Face, Wajah yang Membengkak Akibat Stres

Natasha Riyandani | Beautynesia
Selasa, 16 Jun 2026 11:00 WIB
Mengenal Cortisol Face, Wajah yang Membengkak Akibat Stres
Mengenal cortisol face/ Foto: Magnific.com/freepik

Beauties mungkin pernah mengalami kondisi wajah yang tiba-tiba terasa bengkak atau lebih bulat dari biasanya saat bangun tidur? Belakangan ini, hal tersebut ramai disebut sebagai cortisol face. Istilah ini viral di media sosial dan sering dikaitkan dengan stres berlebihan serta gaya hidup tidak sehat.

Dalam dunia kesehatan, kondisi tersebut berkaitan dengan respon tubuh terhadap hormon stres, yaitu kortisol. Kadar kortisol yang tinggi dalam jangka panjang dapat memengaruhi tubuh, termasuk pada area wajah. Akibatnya, wajah tampak lebih bulat, bengkak, dan kurang tegas.

Untuk mengetahuinya lebih jauh, berikut penjelasan tentang apa itu cortisol face seperti dilansir dari Dr. Jolene Brighten.

Apa Itu Cortisol Face?

Ilustrasi cortisol face/ Foto: Magnific.com/stockking

Cortisol face disebut juga sebagai "moon face" (wajah bulan), yang merujuk pada bentuk bulat, bengkak, dan rahang kurang tegas, yang disebabkan oleh peningkatan kadar kortisol. Kortisol merupakan hormon stres yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal sebagai respons terhadap stres mental, emosional, atau fisik.

Meskipun kita semua membutuhkan sejumlah kortisol untuk energi dan fungsi sehari-hari, namun memilikinya secara berlebihan dapat menyebabkan perubahan distribusi lemak dan retensi cairan. Alhasil, memicu pembengkakan, terutama di wajah dan perut.

Reaksi inilah yang kini dikenal dengan istilah ‘cortisol face’ di media sosial. Kondisi ini menggambarkan wajah yang membengkak akibat stres berlebih. Biasanya bersifat sementara, serta tidak menimbulkan rasa sakit.

Penyebab Cortisol Face

Ilustrasi stres kronis/ Foto: Magnific.com/DC Studio

Bukan hanya stres, ternyata ada banyak penyebab wajah terlihat puffy dan lebih bulat. Beberapa di antaranya, sebagai berikut:

1. Stres Kronis

Seseorang yang mengalami stres kronis dapat memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi. Ketika stres berlangsung lama tanpa jeda yang memadai, maka dapat meningkatkan risiko penumpukan cairan dan redistribusi lemak di area wajah, leher, dan perut.

2. Kurang Tidur

Kebiasaan begadang atau kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan produksi kortisol. Jika tubuh kamu tidak mendapatkan istirahat yang cukup secara terus-menerus, maka bisa membuat kondisi tersebut sebagai ancaman sehingga memicu respon stres.

3. Pola Makan Tidak Sehat

Konsumsi makanan sembarangan, seperti makanan tinggi gula, makanan olahan, serta minuman bersoda atau alkohol secara berlebihan dapat memicu peningkatan kadar kortisol dalam tubuh, sehingga menyebabkan wajah tampak lebih bulat atau bengkak.

4. Kondisi Medis Tertentu

Penggunaan obat kortikosteroid, seperti prednison atau deksametason untuk mengobati kondisi medis tertentu, seperti asma, artritis, lupus, atau penyakit autoimun lainnya, dapat menyebabkan peningkatan kadar kortisol dalam tubuh.

Penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi dari obat-obatan ini juga dapat memicu cushing syndrome, yang menyebabkan penumpukan cairan dan lemah di wajah dan pembengkakan.

5. Gangguan Hormonal

Beberapa kondisi kesehatan seperti gangguan tiroid, resistensi insulin, atau PCOS, juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh, bahkan memperburuk kondisi cortisol face.

Tanda-Tanda Mengalami Cortisol Face

Ilustrasi wajah terlihat membulat/ Foto: Magnific.com/freepik

Jarang disadari, berikut adalah tanda-tanda bahwa Beauties mungkin mengalami cortisol face, di antaranya:

1. Wajah Membulat dan Sembap

Seseorang yang mengalami cortisol face memiliki kontur wajah yang terlihat lebih penuh dan bulat, terutama di area pipi dan rahang. Bahkan, ketika berat badan tidak naik secara drastis sekalipun.

2. Pembengkakan pada Area Wajah

Bengkak biasanya muncul di area pipi, rahang, dan area kelopak mata juga terlihat sembap, membuatnya tampak lebih berat dan lelah. Bahkan, setelah Beauties tidur yang cukup.

3. Muncul Double Chin

Selain itu, terjadi juga penumpukan lemak di dagu (double chin), serta di bagian leher atau pundak (buffalo hump). Hal ini membuat garis rahang menjadi kurang tegas dan bahu tampak membesar.

4. Kulit Kusam dan Mudah Berjerawat

Kadar kortisol yang tinggi juga dapat merangsang kelenjar minyak berlebih (sebum) dan peradangan pada kulit. Akibatnya, wajah jadi lebih berminyak dan rentan berjerawat.

5. Wajah Mudah Merah

Penurunan produksi kolagen membuat kulit tampak lebih tipis, sensitif, gampang memar, dan mudah kemerahan. Sebagian orang mengalaminya akibat gangguan sirkulasi dan pelebaran pembuluh darah.

Cara Mengatasi Cortisol Face

Ilustrasi konsumsi makanan sehat/ Foto: Magnific.com/jcomp

Ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengatasi dan mengurangi efek cortisol face, sebagai berikut:

1. Mengelola Stres

Mengelola stres adalah kunci utama untuk menurunkan kadar kortisol. Stres kronis memicu produksi hormon kortisol berlebih, yang menyebabkan retensi cairan dan penumpukan lemak sehingga wajah terlihat sembap dan membulat.

Beauties bisa mencoba teknik relaksasi untuk menenangkan sistem saraf dan mengurangi respons stres tubuh, seperti meditasi, yoga, pernapasan dalam, serta menulis jurnal.

2. Tidur yang Cukup dan Berkualitas

Tidur yang berkualitas merupakan salah satu cara paling efektif untuk menurunkan hormon kortisol secara alami. Saat tidur, sistem saraf parasimpatik aktif dan tubuh menyeimbangkan hormon, sehingga pembengkakan, kulit kusam, dan kerusakan kolagen akibat stres kronis bisa dipulihkan.

Pastikan tidur cukup selama 7-9 jam setiap malam agar siklus hormon kembali seimbang. Dengan rentang waktu ideal untuk tidur antara pukul 9 malam hingga 11 malam.

3. Diet Kaya Kalium

Konsumsi makanan tinggi kalium dapat membantu menyeimbangkan kadar natrium dan mengurangi resistensi cairan. Kalium membantu tubuh melepaskan kelebihan natrium yang menyebabkan pembengkakan.

Beberapa makanan seperti sayuran hijau (bayam, brokoli), umbi-umbian (kentang, ubi jalar), buah-buahan (pisang, alpukat), ikan, dan produk olahan susu, baik dikonsumsi untuk meningkatkan asupan kalium.

4. Olahraga Rutin

Selain baik untuk kesehatan, olahraga yang rutin dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mendorong pengeluaran cairan berlebih dari tubuh. Hal ini membantu mengurangi stres, yang pada akhirnya dapat menurunkan produksi kortisol berlebih.

5. Minum Air Putih yang Cukup

Dehidrasi dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan, sehingga memperburuk pembengkakan. Pastikan untuk minum air putih yang cukup sekitar delapan gelas atau dua liter setiap hari agar tubuh terhidrasi dengan baik.

Mengonsumsi air yang cukup juga dapat membantu membuang racun dalam tubuh, sehingga mengurangi resistensi cairan yang membuat wajah menjadi bengkak.

Apakah Cortisol Face Benar Terjadi?

Ilustrasi cortisol face/ Foto: Magnific.com/shurkin-son

Fenomena ini lebih tepat disebut sebagai tren media sosial dibandingkan diagnosis medis atau penyakit serius. Meskipun dalam beberapa kasus langka, kadar kortisol yang berlebihan dalam jangka panjang menyebabkan cushing syndrome. Namun, hal itu berbeda dengan ‘cortisol face’ yang viral belakangan ini.

So, nggak perlu panik jika wajahmu sesekali terlihat lebih bulat. Beauties hanya perlu menjaga pola makan sehat, mengurangi asupan tinggi garam, dan istirahat yang cukup.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.