Mengenal Cycle Syncing: Cara Menyesuaikan Pola Makan dan Olahraga Sesuai Siklus Menstruasi

Anggita Kusmadewi | Beautynesia
Sabtu, 26 Sep 2026 10:30 WIB
Fase Menstruasi
Ilustrasi perempuan yang sedang beristirahat sambil memegang perut saat menstruasi/Foto: Magnific/katemangostar

Pernah tiba-tiba tubuh merasa lemas dan kehabisan energi, padahal rutinitasmu masih sama seperti biasanya? Kondisi seperti ini ternyata bisa berkaitan dengan perubahan yang terjadi sepanjang siklus menstruasi.

Bukan hanya energi, perubahan hormon juga bisa memengaruhi mood, nafsu makan, hingga kondisi tubuh di setiap fase. Itu sebabnya, kebutuhan dan kenyamanan tubuh bisa terasa berbeda dari satu fase ke fase lainnya.

Hal inilah yang kemudian menjadi dasar dari konsep cycle syncing, yaitu menyesuaikan pola makan, olahraga, dan aktivitas sehari-hari dengan fase siklus menstruasi. Melansir Medical News Today, pendekatan ini dapat membantu seseorang lebih memahami perubahan yang dialami tubuh sepanjang siklus.

Meski begitu, kamu tidak perlu mengikuti pola yang sama di setiap fase menstruasi. Setiap perempuan bisa mengalami perubahan yang berbeda, jadi tidak perlu memaksakan rutinitas tertentu kalau justru membuatmu tidak nyaman.

Lalu, seperti apa cara melakukan cycle syncing di setiap fase menstruasi? Yuk, simak selengkapnya, Beauties!

Fase Menstruasi

Ilustrasi perempuan yang sedang beristirahat sambil memegang perut saat menstruasi/Foto: Magnific/katemangostar

Fase menstruasi dimulai sejak hari pertama kamu datang bulan. Di fase ini, sebagian perempuan bisa merasa lebih cepat lelah, mengalami kram, mood yang naik turun, atau perubahan nafsu makan.

Saat tubuh terasa kurang bertenaga, tidak perlu memaksakan olahraga berat. Melansir WebMD, jalan kaki, yoga, pilates, atau peregangan santai sudah cukup untuk membuat tubuh tetap bergerak.

Selain olahraga, asupan zat besi juga perlu diperhatikan karena tubuh kehilangan darah saat menstruasi. Kamu bisa mendapatkannya dari berbagai makanan, seperti daging, makanan laut, tahu, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Agar zat besi lebih mudah diserap tubuh, padukan dengan makanan yang kaya vitamin C.

Fase Folikular

Ilustrasi perempuan berolahraga dengan penuh energi saat fase folikular/Foto: Magnific/yanalya

Begitu menstruasi selesai, tubuh masuk ke fase folikular yang berlangsung sampai ovulasi. Kadar estrogen pun mulai meningkat, sehingga sebagian perempuan bisa merasa lebih bersemangat saat beraktivitas.

Kalau tubuh terasa lebih bugar, kamu bisa mulai meningkatkan intensitas olahraga secara bertahap. Berlari, bersepeda, berenang, atau latihan interval bisa dicoba, tetapi tetap perhatikan kondisi tubuh dan jangan memaksakan diri saat mulai lelah.

Pola makan sehari-hari juga tidak perlu banyak diubah. Cukup pastikan menu tetap beragam dengan protein tanpa lemak, karbohidrat kompleks, lemak sehat, sayuran hijau, dan biji-bijian.

Namun, ada satu hal yang perlu dicatat. Mengutip Medical News Today, bukti ilmiah yang secara khusus mendukung konsep cycle syncing masih terbatas, sehingga pola olahraga dan makan sebaiknya tetap disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Fase Luteal

Ilustrasi perempuan makan makanan sehat pada fase luteal/Foto: Magnific/pvproductions

Setelah ovulasi, tubuh memasuki fase luteal sampai menstruasi berikutnya datang. Perubahan hormon di fase ini terkadang membuat perut terasa kembung, tubuh mudah lelah, mood berubah, atau nafsu makan meningkat.

Hal ini juga bisa membuat kamu lebih sering merasa lapar atau ingin makan yang manis-manis. Untuk mengatasinya, pilih makanan yang tetap mengenyangkan sekaligus bernutrisi, seperti alpukat, ikan, buah dan sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, serta karbohidrat kompleks.

Menjelang menstruasi, energi juga mungkin mulai menurun lagi. Kalau olahraga yang biasanya mudah dilakukan mulai terasa lebih berat, kamu bisa memilih aktivitas yang lebih santai seperti jalan kaki atau yoga.

Cara Memulai Cycle Syncing

Ilustrasi perempuan sedang mencatat siklus menstruasi di buku/Foto: Magnific/katemangostar

Beauties, tertarik mencoba cycle syncing? Tidak perlu langsung mengubah pola makan atau jadwal olahraga secara besar-besaran, kok.

Coba mulai dengan mencatat apa yang kamu rasakan selama satu siklus. Misalnya, kapan menstruasi dimulai dan berakhir, berapa jarak antarperiode, serta apakah kamu mengalami kram, perubahan mood, nafsu makan, atau masalah pencernaan.

Catatan tersebut bisa ditulis di jurnal atau aplikasi pelacak menstruasi. Setelah beberapa bulan, kamu mungkin mulai melihat pola yang berulang dan lebih mudah memahami perubahan yang biasanya terjadi. 

Jadi, anggap saja cycle syncing sebagai cara untuk lebih mengenal kondisi tubuhmu, Beauties. Dengan begitu, kamu bisa menentukan kebiasaan apa yang paling nyaman untuk dilakukan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE