Mengutip statistik dari American Institute of Stress, Recovery Village mengungkapkan bahwa stres ekstrem berdampak negatif pada lebih dari 77 persen individu secara fisik, sementara 73 persen individu mengalami efek psikologis negatif akibat stres beracun.
Ada beragam penyebab stres, termasuk masalah keuangan, hubungan yang tegang, dan komitmen yang berlebihan. Cara bagaimana kita menyalurkan stres pada akhirnya memengaruhi kemampuan kita memproses informasi dengan cara yang tidak sehat.
Meski sulit dipercaya, ada jenis stres yang dianggap baik, lho! Stres yang baik atau good stress tidak hanya menyulut semangat kita, namun juga berperan sebagai pemicu kegembiraan yang pada akhirnya dapat memberikan banyak manfaat. Inilah alasannya sebagaimana dilansir dari The List.
Manfaat Mental dan Fisik
Ilustrasi/Foto: Freepik.com/benzoix |
Hal yang rumit tentang stres adalah stres dapat menjalar ke mana saja. Sebagai contoh dalam analogi perencanaan pesta, kamu mungkin mengalami stres negatif saat merencanakan, menjadwalkan, mengoordinasikan, dan bahkan mendekorasi karena berbagai alasan. Entah kamu merasa kehabisan waktu atau ada beberapa pembatalan di menit-menit terakhir.
Namun terlepas dari semua hal itu, contoh-contoh ini menunjukkan stres yang baik karena pada intinya, keputusan kamu untuk mengadakan pesta adalah menyalurkan stres negatif ke dalam praktik yang membangkitkan kegembiraan atau tindakan tanpa pamrih.
Dan karena motivasi dibalik stres kamu didorong oleh keinginan untuk mencintai dan merayakan, tubuh kamu juga menyalurkan stres dengan cara yang lebih sehat.