Menurut Ahli Gastroenterologi, 7 Makanan Ini Baik untuk Kesehatan Usus

Ade Irma Suryani | Beautynesia
Selasa, 20 Jan 2026 07:30 WIB
4. Yogurt Yunani
Ilustrasi yogurt/Foto: Unsplash.com/Jainath Ponnala

Ketika membuka media sosial, ada begitu banyak saran tentang tren kesehatan, misalnya suplemen atau pola makan populer yang dipromosikan bukan oleh tenaga medis. Tentu kita tidak boleh langsung mempercayainya begitu saja. Begitu juga untuk urusan kesehatan usus. 

Melansir dari Bestlife, seorang ahli gastroenterologi membagikan beberapa informasi tentang makanan yang baik untuk kesehatan usus. Apa saja? Simak informasi selengkapnya di bawah ini!

1. Kurma Segar

Ilustrasi kurma/Foto: Freepik.com/jcomp

Seorang dokter spesialis gastroenterologi Joseph Salhab, MD, menyebut kurma sebagai buah "multivitamin alami." Menurutnya, meskipun rasanya manis, kurma tetap ramah terhadap kadar gula darah. Selain itu, kurma juga kaya akan polifenol, yaitu senyawa alami dari tumbuhan yang memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi. 

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Nutitional Science pada tahun 2014, bahwa konsumsi kurma dapat membantu meningkatkan kesehatan usus besar. Kurma diketahui mempunyai mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus dan berpotensi memperlambat perkembangan kanker usus besar.

Tak hanya itu, kurma juga mengandung serat yang tinggi, sehingga sangat baik untuk melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan sistem pencernaan secara keseluruhan. 

2. Semangka dan Jeruk Nipis

Ilustrasi semangka/Foto: Freepik.com/azerbaijan_stockers

Salhab juga menjelaskan,semangka dan jeruk nipis dapat membantu menurunkan risiko kanker usus besar dan kanker lambung. 

Sebuah studi tahun 2023 yang diterbitkan dalam World Journal of Gastroenterology meneliti hubungan antara konsumsi berbagai jenis buah dan risiko kanker usus besar. Hasilnya menunjukkan, bahwa konsumsi semangka dikaitkan dengan penurunan risiko hingga 26 persen, yang merupakan angka tertinggi dalam penelitian tersebut. 

Sementara itu, jeruk nipis dikenal kaya akan antioksidan dan vitamin C, yang berperan penting dalam melindungi sel tubuh dari kerusakan. Untuk menikmati manfaat keduanya, tambahkan perasan jeruk nipis pada potongan semangka sebagai camilan segar dan menyehatkan. 

3. Brokoli

Ilustrasi brokoli/Foto: Unsplash.com/Louis Hansel

Kesehatan hati memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan usus, karena darah dari sistem pencernaan mengalir langsung ke hati. Oleh karena itu, apa yang terjadi di usus akan sangat mempengaruhi kinerja hati. 

Salhab menjelaskan bahwa sulforafan, senyawa alami yang terdapat dalam brokoli, dapat meningkatkan aktivitas enzim yang berperan dalam proses detoksifikasi hati. Artinya, brokoli membantu hati bekerja lebih efektif dalam membersihkan racun dari tubuh. 

4. Yogurt Yunani

Ilustrasi yogurt/Foto: Unsplash.com/Jainath Ponnala

Yogurt Yunani merupakan makanan lain yang kaya akan probiotik, yaitu bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Selain itu, yogurt ini juga tinggi protein, sehingga dapat membuat kenyang lebih lama. Dibandingkan yogurt biasa, yogurt Yunani memiliki kandungan laktosa yang lebih rendah, sehingga lebih mudah dicerna. 

Menurut Salhab, yogurt Yunani juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker usus besar. Hal ini didukung oleh sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Gut Microbes, yang menemukan bahwa konsumsi yogurt Yunani dalam jangka panjang dapat membantu melindungi tubuh dari pertumbuhan jenis tumor kanker usus besar tertentu. Manfaat ini diduga berasal dari kandungan bakteri baik Bifidobacterium yang terdapat dalam yogurt. 

5. Buah Beri

Ilustrasi buah beri/Foto: Freepik.com/wahyu_t

Buah beri sangat kaya akan antioksidan dan flavonoid yang bersifat anti-inflamasi. Karena itu, mengonsumsi buah beri dapat memberikan banyak manfaat, mulai dari menjaga kesehatan otak, membantu mengurangi peradangan, hingga membuat kulit lebih sehat. 

Selain itu, buah beri juga tinggi serat, terutama rapsberry dan blackberry. Kandungan serat ini membantu melancarkan pencernaan dan mendukung program penurunan berat badan. Salhab juga menyebutkan, buah beri dapat meningkatkan aliran darah ke hati. 

6. Acar Fermentasi

Ilustrasi kimchi/Foto: Freepik.com/jcomp

Menurut Salhab, acar yang difermentasi tanpa cuka justru dapat berfungsi sebagai "probiotik alami". Hal ini dikarenakan proses fermentasi dengan cuka dapat membunuh bakteri, baik bakteri baik maupun jahat. Sebaliknya, jika acar difermentasi secara alami menggunakan air garam, bakteri baik dapat tumbuh dan berkembang, sehingga bermanfaat bagi kesehatan usus. 

Secara umum, makanan fermentasi seperti kimchi, sauerkraut, dan kefir sangat baik untuk kesehatan pencernaan. Selama proses fermentasi, bakteri baik akan terbentuk dan menghasilkan probiotik. Probiotik ini membantu mengurangi peradangan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. 

7. Roti Sourdough

Ilustrasi roti sourdough/Foto: Freepik.com/freepik

Meskipun roti sering dianggap kurang baik bagi kesehatan, namun menurut Salhab, roti sourdough justru memiliki banyak manfaat. Pasalnya, roti ini kaya akan serat dan prebiotik, yang baik untuk kesehatan pencernaan.

Selain itu, roti sourdough juga lebih "ramah bagi perut yang mudah kembung" karena kandungan glutennya lebih rendah dibandingkan roti biasa.

Itulah beberapa makanan yang baik untuk kesehatan usus menurut ahli gastroenterologi. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE