Metode 10-5-5 untuk Masak Nasi yang Enak

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Jumat, 18 Sep 2026 08:30 WIB
Nggak Semua Jenis Beras Cocok dengan Waktu yang Sama
Beda Jenis Beras, Beda Waktu Masak/Foto: Magnific

Nasi mungkin menjadi salah satu makanan yang paling sering kamu masak di rumah. Namun, mendapatkan tekstur yang benar-benar pas ternyata nggak selalu semudah kelihatannya. Kadang nasinya terlalu lembek, masih keras, atau bagian bawahnya malah gosong. 

Menurut USDA, lebih dari 545 juta metrik ton beras diproduksi di seluruh dunia pada 2025, menjadikannya salah satu tanaman pangan yang paling banyak dipanen di dunia. Dengan begitu banyak jenis beras dan cara memasaknya, wajar kalau kamu mungkin masih mencari cara terbaik untuk mengolahnya.

Kabar baiknya, kamu nggak perlu alat atau bahan yang ribet untuk meningkatkan kualitas nasi putih sehari-hari. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah metode 10-5-5. Sesuai namanya, metode ini mengatur proses memasak berdasarkan waktu, sehingga nasi mendapatkan waktu yang cukup untuk menyerap air, dikukus, dan beristirahat sebelum disajikan. Yuk simak penjelasan selengkapnya dilansir dari Mashed!

Begini Cara Kerja Metode 10-5-5 untuk Masak Nasi

Cara Kerja 10-5-5/Foto: Magnific

Metode 10-5-5 sebenarnya cukup mudah diikuti. Pertama, cuci beras menggunakan saringan atau colander. Setelah itu, masukkan beras dan air ke dalam panci, lalu masak sampai airnya mendidih.

Begitu mendidih, kecilkan api dan biarkan nasi dimasak selama 10 menit. Setelah 10 menit, matikan kompor. Namun, jangan buru-buru membuka tutup panci. Biarkan nasi tetap tertutup selama 5 menit agar proses pematangannya berlanjut melalui uap panas.

Setelah itu, diamkan nasi selama 5 menit terakhir sebagai waktu istirahat. Jadi, total prosesnya berlangsung selama 20 menit dengan tiga tahap berbeda, yaitu 10 menit memasak, 5 menit mengukus, dan 5 menit beristirahat.

Bagian yang penting adalah jangan membuka tutup panci selama seluruh proses 20 menit tersebut. Panas dan uap di dalam panci membantu memasak setiap butir beras secara perlahan dan merata. Setelah 20 menit selesai, baru buka tutupnya dan fluff nasi sebelum disajikan.

Metode ini berasal dari Kyle Taylor dari He Cooks. Kepada Food Republic, Taylor menjelaskan bahwa panas lembut dari proses pengukusan tanpa api langsung di bawah nasi membantu setiap butir beras matang dengan lebih merata.

Menurut Taylor, cara ini memungkinkan beras menyerap air sepenuhnya dan mendapatkan proses pengukusan tanpa membuatnya terlalu matang. Metode tersebut juga dianggap lebih mudah diterapkan dibandingkan petunjuk memasak yang hanya meminta nasi dimasak sampai airnya habis.

Kenapa? Cara tersebut bisa berakhir dengan bagian bawah nasi yang gosong atau butiran nasi yang justru terlalu lembek. Dengan metode 10-5-5, proses memasak lebih terkontrol karena panas dibagi ke dalam beberapa tahap.

Kalau kompor di rumah cenderung menghasilkan panas tinggi atau nasi kamu sering cepat gosong di bagian bawah panci, Taylor menyarankan untuk mencoba waktu memasak yang lebih singkat, yaitu sekitar 8–9 menit sebelum masuk ke tahap berikutnya.

Nggak Semua Jenis Beras Cocok dengan Waktu yang Sama

Beda Jenis Beras, Beda Waktu Masak/Foto: Magnific

Satu hal yang perlu kamu ingat, metode 10-5-5 nggak bisa diterapkan dengan waktu yang persis sama untuk semua jenis beras. Metode ini paling cocok digunakan untuk beras putih karena karakteristiknya berbeda dengan beras merah atau jenis beras lainnya.

Saat beras diproses menjadi beras putih, bagian germ atau lembaga dan bran atau lapisan luar yang kaya serat dihilangkan. Sementara itu, bagian tersebut masih terdapat pada beras merah.

Akibatnya, beras merah memiliki lapisan luar yang lebih keras. Lapisan ini membuat butiran beras lebih sulit menyerap air dengan cepat. Kalau hanya dimasak menggunakan waktu 10 menit seperti beras putih, bagian dalam beras merah kemungkinan belum matang sepenuhnya.

Namun, prinsip metode 10-5-5 tetap bisa kamu adaptasi. Untuk beras merah, waktu memasaknya perlu diperpanjang menjadi sekitar 35–40 menit di atas kompor. Setelah itu, lanjutkan dengan 10 menit pengukusan dan 10 menit waktu istirahat, semuanya dilakukan dengan kondisi panci tetap tertutup.

Menurut Kyle Taylor, cara tersebut bisa menghasilkan beras merah yang lembut, matang sepenuhnya, dan butirannya tetap terpisah. Meski begitu, waktu memasak yang tepat tetap bisa berbeda tergantung jenis beras dan kondisi memasak.

Prinsip waktu yang lebih panjang juga bisa digunakan untuk jenis beras khusus seperti forbidden rice dan wild rice. Keduanya cenderung membutuhkan proses memasak yang lebih mirip dengan beras merah daripada beras putih.

Setelah Matang, Jangan Langsung Disajikan

Jangan Langsung Sajikan/Foto: Magnific

Terlepas dari apakah kamu menggunakan metode 10-5-5 atau rice cooker, ada satu langkah yang sebaiknya nggak dilewatkan sebelum nasi disajikan, yaitu mengaduk nasi.

Langkah ini bukan cuma bertujuan membuat nasi terlihat lebih menarik di piring. Ketika gumpalan nasi dipisahkan, kelembapan yang ada di dalam panci juga bisa tersebar lebih merata ke seluruh bagian nasi.

Dengan begitu, nggak ada bagian yang terlalu lembek karena masih menyimpan terlalu banyak air. Teksturnya pun menjadi lebih merata dan butiran nasi terasa lebih terpisah saat disantap.

Jadi, kalau selama ini kamu masih mencari cara masak nasi yang enak, metode 10-5-5 bisa dicoba dengan alat yang sederhana. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE