Baru-baru ini diketahui bahwa kualitas udara di Jakarta dan Tangerang Selatan memasuki level yang tidak sehat. Meski terlihat seperti berkabut, udara tersebut justru menunjukkan bahwa adanya polusi di langit Jakarta dan Tangerang Selatan.
Dilansir dari detikHealth, indeks kualitas udara di Tangerang Selatan pun mencapai angka 177, di mana hal ini menunjukkan bahwa kualitas udara sangat buruk dan berbahaya. Sedangkan, di Jakarta juga kualitas udara berada pada angka 131.
Indeks kualitas udara (AQI) yang baik sebenarnya berada pada angka 0-50. Oleh karena itu, jika AQI telah mencapai lebih dari jarak angka tersebut, sebaiknya segera waspada. Berikut adalah cara untuk menjaga kesehatan pernafasan saat berada di daerah dengan polusi udara yang tinggi. Simak!
1. Selalu menggunakan masker saat keluar rumah
Ilustrasi menggunakan masker/Foto:Unsplash/ engin akyurt |
Menggunakan masker memang sering kita lakukan ketika masa pandemi Covid-19 berlangsung. Meski kini masa pandemi telah berlalu, ada baiknya kita tetap untuk selalu menggunakan masker.
Pasalnya, masker dapat menyaring udara yang masuk ke dalam tubuh. Masker yang bisa digunakan adalah masker industri. Namun, jika sulit untuk mendapatkan masker tersebut, bisa gunakan masker N-95 atau P-100.
2. Menggunakan air purifier
Ilustrasi air purifier/Foto: Samsung.com |
Air purifier berfungsi untuk membersihkan udara kotor di dalam ruangan. Udara yang kotor di dalam ruangan sendiri memiliki bahaya bagi tubuh.
Contohnya, udara kotor di dalam ruangan dapat menyebabkan masalah pernapasan, penyakit jantung, alergi, hingga penurunan kekebalan tubuh.