Reset Mental 2 Menit yang Terbukti Efektif saat Menghadapi Tekanan

Kyla Putri Nathania | Beautynesia
Rabu, 29 Jul 2026 07:30 WIB
Reset Mental 2 Menit yang Terbukti Efektif saat Menghadapi Tekanan
Sedang menghadapi tekanan saat presentasi, wawancara kerja, atau negosiasi? Kenali teknik reset mental 2 menit yang didukung penelitian dan membantu meningkatkan fokus serta kepercayaan diri di bawah tekanan./ Foto: magnific.com/drobotdean

Tekanan sering kali membuat pikiran dipenuhi keraguan dan skenario terburuk, Beauties. Padahal, menurut para ahli, hanya dengan melakukan reset mental selama dua menit, seseorang dapat mengubah pola pikir negatif menjadi lebih percaya diri sehingga performa tetap optimal saat menghadapi situasi penting.

Amy Morin, psikoterapis sekaligus penulis The Mental Strength Playbook, membagikan pengalamannya ketika menghadapi panggilan penting dengan salah satu penerbit terbesar di dunia pada 2013. Saat itu, ia belum benar-benar tahu bagaimana akan menyusun buku yang ingin ditulisnya. Di tengah rasa gugup, ia menyadari bahwa terus memikirkan kemungkinan gagal hanya akan memperburuk keadaannya.

Alih-alih tenggelam dalam rasa cemas, ia mengambil napas dalam-dalam dan mengucapkan kalimat sederhana kepada dirinya sendiri, "I'm a strong, straightforward communicator" atau "Saya adalah komunikator yang kuat dan lugas." Kalimat tersebut membantunya menjawab pertanyaan dengan lebih tenang hingga akhirnya berhasil mendapatkan kontrak buku pertamanya.

Teknik sederhana inilah yang dikenal sebagai power phrase, yang dilansir dari Business Insider yaitu salah satu bentuk reset mental singkat yang dapat dilakukan sebelum menghadapi situasi penuh tekanan.

Kalau kamu penasaran bagaimana cara kerja teknik ini, simak penjelasannya berikut, yuk!

Reset mental dua menit dengan power phrase membantu menjaga ketahanan mental

Power phrase merupakan teknik reset mental selama dua menit yang membantu mengembalikan fokus sebelum menghadapi situasi penting. Menurut psikoterapis Amy Morin, metode ini efektif meningkatkan ketahanan mental ketika berada di bawah tekanan./ Foto: magnific.com/Lifestylememory

Power phrase merupakan teknik reset mental selama dua menit yang membantu mengembalikan fokus sebelum menghadapi situasi penting. Menurut psikoterapis Amy Morin, metode ini efektif meningkatkan ketahanan mental ketika berada di bawah tekanan./ Foto: magnific.com/Lifestylememory

Menurut Amy Morin, mengaktifkan power phrase menjadi salah satu dari 50 strategi menghadapi situasi berisiko tinggi yang dibahas dalam bukunya, The Mental Strength Playbook. Teknik ini dapat diterapkan sebelum wawancara kerja, presentasi penting, negosiasi gaji, hingga berbicara di depan banyak orang.

Caranya sederhana, yakni menyiapkan satu kalimat positif yang relevan dengan situasi yang akan dihadapi. Ulangi kalimat tersebut selama kurang lebih dua menit, misalnya saat berjalan menuju ruang rapat atau sebelum nama dipanggil.

Dengan begitu, pikiran tidak lagi dipenuhi ketakutan, tetapi beralih pada kemampuan yang dimiliki sehingga seseorang lebih siap menghadapi tantangan.

Penelitian menjelaskan mengapa power phrase efektif saat menghadapi tekanan

Penelitian menemukan bahwa afirmasi positif mampu mengaktifkan area otak yang berkaitan dengan penghargaan diri dan motivasi. Hal ini membuat seseorang lebih siap menghadapi tekanan tanpa dikuasai rasa takut berlebihan./ Foto: magnific.com/yanalya

Penelitian menemukan bahwa afirmasi positif mampu mengaktifkan area otak yang berkaitan dengan penghargaan diri dan motivasi. Hal ini membuat seseorang lebih siap menghadapi tekanan tanpa dikuasai rasa takut berlebihan./ Foto: magnific.com/yanalya

Saat menghadapi tekanan, otak cenderung menjalankan pola pikir otomatis seperti, "Saya pasti gagal" atau "Mereka akan tahu saya tidak mampu." Pola pikir ini sering kali memengaruhi cara seseorang berbicara, bersikap, hingga mengambil keputusan.

Namun, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Social Cognitive and Affective Neuroscience menemukan bahwa afirmasi diri (self-affirmation) mampu mengaktifkan area otak yang berkaitan dengan pemrosesan diri (self-processing) dan sistem penghargaan (reward system). Aktivasi tersebut berkontribusi terhadap perubahan perilaku yang nyata, Beauties.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa penggunaan afirmasi positif dapat mengurangi persepsi terhadap ancaman sekaligus meningkatkan performa ketika berada di bawah tekanan.

Menurut Amy Morin, percakapan yang dilakukan seseorang dengan dirinya sendiri akan memengaruhi cara tubuh merespons situasi. Jika seseorang terus berkata bahwa dirinya buruk dalam berkomunikasi, tubuh cenderung menunjukkan tanda-tanda gugup, seperti suara mengecil, menghindari kontak mata, hingga kesulitan menyampaikan pendapat.

Sebaliknya, ketika seseorang mengatakan, "Saya mampu menyampaikan ide dengan baik," kepercayaan dirinya ikut meningkat sehingga peluang tampil lebih baik pun semakin besar. Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai self-fulfilling prophecy, yaitu keyakinan yang akhirnya mempengaruhi hasil yang diperoleh.

Cara melakukan reset mental dua menit dengan power phrase

Reset mental dua menit dapat dilakukan dengan tiga langkah sederhana yang mudah dipraktikkan. Teknik ini membantu mengubah pola pikir negatif menjadi lebih fokus dan percaya diri. Foto: magnific.com

Reset mental dua menit dapat dilakukan dengan tiga langkah sederhana yang mudah dipraktikkan. Teknik ini membantu mengubah pola pikir negatif menjadi lebih fokus dan percaya diri. Foto: magnific.com

Berikut langkah-langkah yang bisa Beauties coba untuk reset mental:

1. Sadari pola pikir negatif yang muncul

Perhatikan kapan pikiran mulai dipenuhi kalimat seperti, "Saya pasti gagal" atau "Saya tidak cukup baik." Kesadaran menjadi langkah pertama untuk menghentikan pola pikir tersebut.

2. Pilih power phrase yang sesuai dengan situasi

Gunakan kalimat positif dalam bentuk waktu sekarang (present tense), fokus pada hal yang bisa dikendalikan, dan hindari kalimat bernada negatif.

Sebagai contoh:

"Saya mampu menjelaskan ide dengan jelas."

"Saya tetap tenang dan fokus."

"Saya akan memberikan yang terbaik."

Menurut Amy, kalimat seperti "Jangan sampai gagal" justru kurang efektif karena otak lebih mudah menangkap kata "gagal" dibandingkan kata "jangan."

3. Ulangi selama dua menit

Ucapkan power phrase secara berulang sebelum memasuki situasi yang menegangkan dan terus ulangi dalam hati jika rasa cemas kembali muncul.

Amy Morin menjelaskan bahwa pengulangan selama sekitar dua menit biasanya sudah cukup untuk mengembalikan fokus dan menghentikan pola pikir negatif sebelum berkembang menjadi kepanikan.

Mengelola tekanan tidak selalu membutuhkan teknik yang rumit, Beauties. Terkadang, satu kalimat sederhana yang diulang dengan penuh keyakinan selama dua menit sudah cukup untuk membantu pikiran kembali fokus dan siap menghadapi tantangan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE