sign up SIGN UP

Sehat Mental Lewat Dapur, Ini Manfaat Emosional dari Memasak

Henny Alifah | Beautynesia
Senin, 02 Dec 2019 03:45 WIB
Sehat Mental Lewat Dapur, Ini Manfaat Emosional dari Memasak
caption
Beberapa orang melepas stres dengan makan, terutama makanan manis seperti es krim dan cokelat. Seperti halnya makan, aktivitas memasak ternyata juga bisa jadi terapi atasi stres, lho. Begini penjelasannya!

Saat fokus memasak, pikiran negatif dapat disingkirkan


image source: cnet.com

Berdasarkan laporan Wall Street Journal seperti yang dikutip dari Allrecipes, terapis sekarang merekomendasikan kelas memasak sebagai salah satu cara untuk mengobati depresi, anxiety, gangguan makan, ADHD (gangguan pemusatan perhatian), dan kecanduan.

Para psikolog meyakini bahwa aktivitas memasak memiliki efek seperti pada terapi aktivasi perilaku atau yang lebih dikenal dengan behavioral activation. Sejalan dengan terapi behavioral activation, kegiatan memasak akan meningkatkan perilaku yang berorientasi pada tujuan dan mengendalikan prokrastinasi.

Saat memasak, orang akan fokus pada suatu tugas, yang mana dapat memberi rasa kekuatan dan kontrol yang mungkin tidak dimiliki dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya memasak ayam kecap, seseorang punya kuasa atau kendali untuk memotong daging dan bahan lainnya serta menakar seberapa banyak air, garam, kecap, dan bumbu lainnya yang perlu ditambahkan.

Saat memasak, orang akan fokus mengikuti resep, mulai dari menyiapkan bahan-bahan, menggoreng ayam (atau apa pun yang hendak dimasak), menakar bumbu, hingga memantau masakan supaya matang dengan baik, yang mana semuanya bisa membantu dalam mengalihkan pikiran negatif.

Kelihatannya sepele, memasak ayam atau memasak apapun nyatanya serupa meditasi, hanya saja dengan hasil yang lebih 'enak'. Membuat kue, memasak ayam, atau memasak yang lain juga dapat digunakan sebagai langkah self-care, sebuah upaya untuk menyayangi diri sendiri dengan memberikan makanan kesukaan.


Proses kreatif memasak bisa bikin bahagia


image source: dzone.com

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Positive Psychology menunjukkan bahwa orang yang sering mengerjakan proyek kecil dan kreatif merasa lebih santai dan lebih bahagia dalam kehidupan sehari-hari mereka. Di antara proyek kecil dan kreatif yaitu membuat kue atau membuat masakan. Proyek kecil sehari-hari di dapur dapat membuat orang merasa lebih antusias menghadapi hari esok.

Selain itu, menjadi kreatif membuat orang merasa 'berkembang', yang mana memberikan kesenangan dalam diri karena mengetahui ada kemajuan dalam hidup. Dalam memasak, terdapat proses kreatif seperti meracik bumbu. Misalnya lagi, ketika memasak nasi goreng tapi bosan dengan rasa yang itu-itu saja, maka seseorang dapat membuat kreasi baru dengan menambahkan bahan lain seperti sosis, ebi, ikan, dan yang lainnya.

Untuk menambah selera, bisa juga memasak nasi goreng bento yang disajikan dalam bentuk karakter-karakter menggemaskan. Perasaan bahagia yang muncul setelah memasak nasi goreng bento tersebut akan mengurangi perasaan sedih dalam diri.


Dengan memasak, diri dapat merasa lebih berguna


image source: stylist.co.uk

Memasak untuk diri sendiri merupakan bentuk self-care. Sementara itu, memasak untuk orang lain merupakan bentuk kepedulian pada sesama. Saat membagikan masakan sendiri pada orang lain, terutama mereka yang membutuhkan, seseorang dapat merasa dirinya lebih berarti. Dengan demikian, diri yang sebelumnya merasa tidak berguna pun bisa jadi lebih termotivasi untuk menjalani hidup dari hari ke hari.

Melalui kombinasi self-care, hasil kreatif, serta rasa kontrol, memasak untuk diri sendiri maupun memasak untuk orang lain dapat memberi manfaat yang besar bagi kesehatan mental. Nah, mau masak apa hari ini, Ladies?


(ebn/ebn)

Our Sister Site

mommyasia.id