Intermittent fasting memang sedang naik daun karena dianggap efektif membantu menurunkan berat badan sekaligus memperbaiki metabolisme tubuh. Banyak orang tertarik mencoba karena pola makannya terlihat sederhana dan fleksibel, sehingga terasa lebih mudah dijalani dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, menurut ahli gizi Ana Reisdorf, MS, RD, Founder di GLP-1 Hub, metode ini tidak selalu cocok untuk semua orang. Ia menjelaskan bahwa ada beberapa kondisi yang justru berisiko jika tetap menjalani pola ini. Yuk, kita simak penjelasan terkait siapa saja yang termasuk dalam kategori tidak boleh intermittent fasting agar bisa lebih bijak dalam memilih pola makan, dilansir dari Eat This! Not That.
(naq/naq)