Siapa yang Tidak Boleh Coba Intermittent Fasting? Ini Penjelasannya

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Rabu, 08 Jul 2026 07:00 WIB
Orang yang Mengonsumsi Obat GLP-1
Mengonsumsi obat GLP-1/Foto: Freepik

Intermittent fasting memang sedang naik daun karena dianggap efektif membantu menurunkan berat badan sekaligus memperbaiki metabolisme tubuh. Banyak orang tertarik mencoba karena pola makannya terlihat sederhana dan fleksibel, sehingga terasa lebih mudah dijalani dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, menurut ahli gizi Ana Reisdorf, MS, RD, Founder di GLP-1 Hub, metode ini tidak selalu cocok untuk semua orang. Ia menjelaskan bahwa ada beberapa kondisi yang justru berisiko jika tetap menjalani pola ini. Yuk, kita simak penjelasan terkait siapa saja yang termasuk dalam kategori tidak boleh intermittent fasting agar bisa lebih bijak dalam memilih pola makan, dilansir dari Eat This! Not That.

Perempuan Hamil atau Mengalami Menopause

Sedang hamil atau menopause/Foto: Freepik

Perempuan yang sedang hamil membutuhkan asupan nutrisi yang stabil dan cukup untuk mendukung perkembangan janin. Jika menjalani pola puasa seperti intermittent fasting, ada risiko tubuh kekurangan energi dan nutrisi penting yang dibutuhkan setiap hari.

Selain itu, perempuan yang sedang mengalami menopause atau perimenopause juga sebaiknya berhati-hati. Menurut Ana Reisdorf, perubahan hormon dalam fase ini bisa semakin tidak stabil jika asupan makanan dibatasi secara ekstrem.

Orang dengan Diabetes Tipe 1

Orang dengan diabetes/Foto: Freepik

Bagi penderita diabetes tipe 1, menjaga kestabilan gula darah adalah hal yang sangat penting. Pola makan yang tidak teratur, termasuk puasa dalam jangka waktu lama, bisa menyebabkan fluktuasi gula darah yang ekstrem.

Ana Reisdorf juga menegaskan bahwa kondisi ini bisa meningkatkan risiko kelelahan hingga komplikasi serius. Karena itu, metode ini tidak disarankan tanpa pengawasan ketat dari tenaga medis.

Orang dengan Kebutuhan Nutrisi Tinggi

Orang yang butuh nutrisi tinggi/Foto: Freepik

Orang yang memiliki aktivitas tinggi, seperti atlet atau pekerja fisik, membutuhkan asupan energi dan protein yang cukup setiap hari. Jika waktu makan dibatasi, ada kemungkinan kebutuhan tersebut tidak terpenuhi secara optimal.

Menurut Ana Reisdorf, kelompok ini tidak bisa underfuel atau kekurangan asupan, karena bisa berdampak langsung pada performa tubuh. Karena itu, mereka sebaiknya memilih pola makan yang lebih fleksibel.

Orang yang Mengonsumsi Obat GLP-1

Mengonsumsi obat GLP-1/Foto: Freepik

Bagi kamu yang sedang mengonsumsi obat seperti GLP-1 (golongan obat yang meniru fungsi hormon alami tubuh untuk mengontrol kadar gula darah dan menekan nafsu makan), pola makan sangat berpengaruh terhadap kondisi tubuh. Menggabungkan obat dengan pola puasa bisa membuat asupan kalori menjadi terlalu rendah.

Ana Reisdorf menjelaskan bahwa hal ini dapat memicu kelelahan, penurunan massa otot, hingga gangguan metabolisme. Karena itu, konsultasi dengan dokter sangat disarankan sebelum mencoba metode ini.

Orang Usia 40 Tahun ke Atas

Berusia 40 tahun ke atas/Foto: Freepik

Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami penurunan massa otot secara alami. Pada usia 40 tahun ke atas, kebutuhan protein justru meningkat untuk menjaga kekuatan tubuh.

Menurut Ana Reisdorf, intermittent fasting bisa membuat kebutuhan tersebut sulit terpenuhi. Akibatnya, risiko kehilangan massa otot dan penurunan metabolisme bisa semakin meningkat jika tidak diatur dengan baik.

Kalau dipikir lagi, tren diet memang sering terlihat menarik dan menjanjikan hasil cepat, tetapi belum tentu cocok untuk semua orang. Apa yang berhasil untuk orang lain belum tentu aman untuk tubuhmu sendiri, jadi penting untuk lebih selektif sebelum mencoba.

Jadi, sebelum kamu memutuskan menjalani intermittent fasting, pastikan dulu kondisi tubuhmu mendukung. Dengan memahami larangan intermittent fasting, kamu bisa menjaga kesehatan dengan lebih bijak, bukan sekadar ikut tren.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.