STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Sudah Kenal Cabin Fever? Yuk, Cari Tahu Gejala dan Cara Mengatasinya di Sini!

Jovita | Beautynesia
Minggu, 10 May 2020 21:00 WIB
Sudah Kenal Cabin Fever? Yuk, Cari Tahu Gejala dan Cara Mengatasinya di Sini!
Demi mengurangi penyebaran Covid-19, pemerintah telah memberlakukan aturan karantina dalam rumah. Selama masa karantina, apakah kamu merasakan emosi-emosi negatif yang sampai menganggu aktivitas harianmu? Jika iya, bisa jadi itu adalah gejala cabin fever. Apa itu cabin fever? Yuk, cari tahu informasinya dan cara mengatasinya di artikel ini!

Apa itu cabin fever?


Foto: Istimewa
Source: pixabay.com

Cabin fever merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan perasaan bosan atau lesu akibat seseorang terjebak dalam rumah selama beberapa waktu. Seseorang yang mengalami cabin fever akan merasakan serangkaian emosi negatif dan perasaan sedih. 

Tak sedikit dari mereka yang merasa seperti terpisah dari dunia, lho. Hal ini tentu berkaitan dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Ladies

Demi menghentikan angka penyebaran virus mematikan tersebut, masyarakat dianjurkan untuk melakukan karantina di dalam rumah. Nah, menghabiskan waktu terlalu lama di dalam rumah inilah yang meningkatkan risiko terserang cabin fever.

Cabin fever dapat menyebabkan serangkaian gejala yang sulit diredakan jika tidak diatasi dengan teknik penanganan yang tepat. Meski bukan tergolong penyakit atau gangguan psikologis, namun dampaknya bisa sangat menganggu aktivitas dan kehidupan seseorang jika tidak segera ditangani.

Gejala cabin fever


Foto: Istimewa
Source: pixabay.com

Seseorang yang mengalami cabin fever belum tentu akan menunjukkan gejala yang persis sama dengan yang dialami orang lain. Namun secara umum, mayoritas pengidap cabin fever melaporkan bahwa mereka menjadi lebih mudah tersinggung atau gelisah. Adapum gejala umum dari cabin fever adalah:

1. Gelisah
2. Lesu
3. Sedih hingga depresi
4. Kesulitan berkonsentrasi
5. Kurang sabar
6. Kerap mengidam makanan
7. Motivasi menurun
8. Isolasi sosial
9. Kesulitan bangun tidur
10. Terlalu sering tidur siang 
11. Keputusasaan
12. Perubahan berat badan
13. Ketidakmampuan untuk mengatasi stres.

Namun meskipun seseorang mengalami gejala tersebut, tidak bisa langsung dinyatakan mengalami cabin fever. Gejala-gejala di atas juga dapat menjadi indikasi berbagai gangguan lain.

Oleh karena itu, hanya profesional kesehatan mental yang bisa menegakkan diagnosis cabin fever. Segera temui profesional terkait jika kamu mengalami gejala yang sangat mengganggu hingga tidak dapat melakukan aktivitas dengan normal.

Cara atasi cabin fever


Foto: Istimewa
Source: pixabay.com

Karena berhubungan dengan kondisi mental, maka cara atasi cabin fever yang terbaik adalah dengan berkonsultasi dengan terapis atau profesional kesehatan mental. Namun ada beberapa cara untuk mengatasi gejala cabin fever ringan agar penderitanya merasa lebih baik, seperti:
 

        
  •     

    Keluar rumah. Selama masa karantina, aktivitas di luar rumah jadi sangat terbatas. Namun, kamu tetap boleh sesekali keluar rumah dalam waktu sesingkat mungkin untuk mendapatkan paparan sinar matahari agar siklus dalam tubuhmu lebih baik. Kamu juga bisa berolahraga di sekitar rumah agar tubuh melepaskan hormon endorfin sehingga menciptakan perasaan bahagia. Tapi tetap perhatikan jarakmu, hindari keramaian dan terapkan aturan physical distancing.

        
  •     
  •     

    Pertahankan Pola Makan Normal. Banyak orang makan sesukanya dengan menu tidak sehat selama masa karantina. Ada juga yang menjadi jarang makan selama di rumah saja. Padahal hal tersebut akan berdampak tidak baik bagi fisik dan mental seseorang. Makan dengan benar dapat meningkatkan tingkat energi dan motivasi. Karena itu, biasakan menjaga keseimbangan nutrisi dalam tubuh. Makanlah secara teratur, batasi camilan tinggi gula dan lemak, serta minum banyak air mineral.

        
  •     
  •     

    Tetapkan Tujuan. Selama masa karantina, tetapkan tujuan harian atau mingguan, misalnya belajar memasak, belajar menjahit, atau apapun. Tujuan yang dibuat harus masuk akal, catat perkembangan yang telah kamu lakukan dan hadiahi dirimu untuk setiap keberhasilan yang diraih. 

        
  •     
  •     

    Tetap Terhubung dengan Teman dan Kerabat. Manfaatkan teknologi yang ada untuk tetap terhubung dengan teman atau orang terdekatmu. Saling terhubung dengan mereka akan membuatmu tidak merasa sendirian. Berbicara dengan orang lain juga akan membantumu menemukan solusi dari masalah yang sedang dihadapi.

        
  •     
  •     

    Asah Kemampuan Otak. Jangan membiarkan keterbatasan mematikan kemampuan otakmu. Asahlah kemampuan otak  dengan mengerjakan berbagai aktivitas, seperti mengisi teka-teki silang, baca buku, atau mainkan game. Aktivitas ini akan merangsang pikiran dan mengurangi perasaan terisolasi. 

        

(ebn/ebn)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE