STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Tak Tahan Suara Berisik Berlebihan, Bisa Jadi Kamu Menderita Misophonia

Farah fitri | Beautynesia
Senin, 01 Apr 2019 12:00 WIB
Tak Tahan Suara Berisik Berlebihan, Bisa Jadi Kamu Menderita Misophonia
Apakah kamu pernah merasa risih saat mendengar suara tulisan kapur atau suara ketikan keyboard? Jika iya, itu tandanya kamu mengalami misophonia. Apa sih itu misophonia? Yuk, cari tahu!

Apa Itu Misophonia?


Misophonia adalah kondisi dimana orang tersebut memiliki reaksi aneh yang terbilang tidak normal ketika mendengar suara tertentu. Orang yang mengalaminya dengan sadar bahwa mereka bereaksi berlebihan terhadap suara. Terkadang mereka yang mengalaminya tak bisa mengendalikan reaksi tersebut. 

Pemicu yang menyebabkan misophonia sangat bervariasi. Pemicu utamanya adalah suara yang berkaitan dengan mulut saat makan, bernapas yang bersuara, dan suara aktivitas jari atau tangan. Tetapi mereka yang mengalami kondisi misophonia biasanya tidak terganggu dengan suara-suara tersebut jika suara itu mereka ciptakan sendiri. FYI, mayoritas penderita misophonia memiliki kepribadian yang sedikit kaku dan kompulsif.
 


Foto: Istimewa

Apa Saja Reaksinya?


Reaksi penderita kelainan ini cenderung emosional, seperti amarah yang memuncak, mulai dari emosi ringan, hingga menjadi frontal. Mereka juga bisa merasakan respons emosional kuat lainnya, seperti kecemasan dan rasa jijik berlebihan. Reaksinya juga bisa dilihat dari respon fisiologis, seperti peningkatan tekanan darah, detak jantung menjadi cepat, berkeringat, dan kontraksi otot. 


Foto: Istimewa

Bagaimana Cara Mengatasinya?


Sebenarnya tidak ada obat untuk misophonia, tapi sebenarnya bisa diatasi dengan beberapa cara. Kamu harus membiasakan olahraga secara teratur, banyak istirahat, dan meminimalisir faktor penyebab stress. Kamu juga bisa pakai headset untuk menghilangkan suara aneh di sekitar kamu. Buatlah satu area yang tenang dan aman di rumahmu, dimana tidak ada suara-suara yang dibenci olehmu.

Solusi lainnya adalah terapi tinnitus retraining therapy (TRT), yang bertujuan untuk mengajarkan agar bisa lebih mentolerir suara. Dalam terapi ini, pasien diperkenalkan dengan musik yang menyenangkan atau suara lingkungan. Terapi ini memungkinkan mereka belajar untuk menciptakan asosiasi positif dengan suara melalui latihan dan pemikiran ulang.


Foto: Istimewa

Kalau kamu merasa reaksimu terhadap suara terbilang berlebihan, jangan ragu untuk segera memeriksakannya ke ahli ya, Ladies.


(ebn/ebn)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE