Tanda Red Flags yang Mungkin Ada dalam Dirimu! Ada Kecanduan Media Sosial
Istilah “red flags” semakin santer terdengar belakangan ini. Terutama untuk kalangan pengguna sosial media. Ya, “red flags” sendiri jika diterjemahkan berarti bendera merah. Namun, lebih dari itu, bendera merah dalam konteks ini diartikan sebagai sesuatu yang berkonotasi negatif sehingga perlu diwaspadai.
Red flags tidak hanya bisa dinilai dari orang lain, tetapi juga diri sendiri. Red flags pada diri sendiri mengacu pada hal-hal negatif dan notabennya berbahaya jika terus menerus ada dalam diri. Dikutip dari laman Psych2go, berikut adalah beberapa tanda red flags yang ada dalam diri.
Self Talk yang Tidak Konstruktif
![]() Ilustrasi self talk/ Foto: Freepik.com/katemangostar |
Berbicara dengan diri sendiri atau biasa disebut self talk memang perlu dilakukan guna lebih mengenal setiap perasaan. Namun, self talk seperti apa? Jawabannya adalah self talk yang positif, bukan negatif. Self talk negatif malah akan menghambat potensi diri, menimbulkan rasa bersalah terus menerus, dan pada akhirnya menghambat kemajuan.
Ini diperkuat oleh penelitian Kinderman, Schwannauer, dan Pontin yang menemukan bahwa self talk negatif meningkatkan risiko masalah kesehatan mental seperti penurunan motivasi, perasaan tidak berdaya, bahkan depresi. Oleh karenanya, jika Beauties sering merasa melakukan self talk negatif, itu salah satu tanda red flags yang perlu dihentikan.
Kebutuhan Validasi Sosial
![]() Ilustrasi membutuhkan validasi sosial/ Foto: Freepik.com/freepik |
Seberapa penting menurut Beauties validasi sosial dari lingkungan sekitar? Jika Beauties menempatkan validasi sosial sebagai sesuatu yang penting, maka ini bisa menjadi tanda red flags. Sebab, keinginan untuk mendapatkan validasi sosial dapat berpengaruh terhadap harga diri yang rendah ataupun tinggi.
Seseorang yang senantiasa merasa butuh validasi sosial akan sangat menderita apabila orang lain tidak menyukainya. Padahal kenyataannya, di dunia ini akan selalu ada hal yang bertentangan atau tidak sesuai antara diri sendiri dan orang lain. Termasuk penilaian yang dialamatkan kepada diri kita.
Perfeksionisme yang Toxic
![]() Ilustrasi perfeksionis/ Foto: Freepik.com/freepik |
Perfeksionisme juga patut diwaspadai sebagai salah satu tanda red flags dalam diri. Namun konteksnya di sini adalah perfeksionisme yang beracun. Beracun mengacu pada keinginan untuk senantiasa sempurna dalam setiap hal. Padahal setiap dari kita mengetahui tidak ada yang sempurna di dunia ini.
Hal ini dapat menjadi bumerang apabila keinginan untuk sempurna dipaksakan. Pada akhirnya diri akan merasa tertekan saat hasil yang didapatkan tidak sesuai harapan. Jika terus menerus dibiarkan, ini bisa berakibat buruk pada kesehatan mental.
Selalu Menghindari dari Permasalahan Juga Jadi Tandanya...
Ilustrasi menghindar dari permasalahan/ Foto: Freepik.com/malashmirzabey
Menghindar dari Permasalahan
Red flags berikutnya ini dapat dilihat ketika konflik terjadi. Dimana, seseorang akan memilih menghindar dari konflik yang ada. Bahkan, tidak jarang mereka memanifestasikan perilaku sabotase diri seperti ghosting, curang, tidak pernah meminta bantuan dan lainnya. Dalam hal ini pula, mereka enggan berbicara terbuka maupun mengkomunikasikannya untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada.
Kecanduan Media Sosial
![]() Ilustrasi kecanduan medsos/ Foto: Freepik.com/freepik |
Red flags lainnya yang patut diwaspadai adalah kecanduan media sosial. Di era digital sekarang ini, tampaknya memang sulit untuk terlepas dari media sosial. Namun, bukan berarti aktivitasnya tidak bisa dikontrol.
Praktisi kesehatan mental Dr. Kristeen Cherney dan Dr. Timothy Legg menjelaskan bahwa candu dengan media sosial dapat menyebabkan rasa harga diri yang rendah, kecemasan, pola tidur terganggu, penurunan aktivitas fisik, mengabaikan hubungan kehidupan nyata, dan kurangnya empati terhadap orang lain.
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!



