Terlalu Sering Minum Boba, Apa yang Akan Dirasakan?

Adinda Tami | Beautynesia
Kamis, 09 Jan 2020 06:15 WIB
https://oss.beautynesia.id/photo/temporary/1c2749e1f93d642ae4faec22fbae2bc9.jpeg
Boba, si bulat yang menjadi topping di banyak minuman hits belakangan, ternyata kurang baik apabila dikonsumsi dalam jangka panjang. Berikut yang akan dirasakan apabila kamu terlalu sering mengkonsumsi boba.

Memberi Efek Buruk pada Kulit


Foto: https://www.instagram.com/talkboba

Boba terbuat dari tepung tapioka atau tepung yang berasal dari singkong. Berbahan dasar tapioka menjadikan boba tak memiliki banyak rasa. Rasa manis dari boba sendiri kemungkinan besar berasal dari gula atau madu yang direndam sebelum disajikan. Mengkonsumsi minuman boba yang tinggi akan gula dan mengandung susu bisa menyebabkan timbulnya jerawat.

Alasannya, kulit manusia yang mungkin saja tidak toleran terhadap laktosa dan hormon yang terkandung di dalamnya, sehingga dapat bereaksi dengan testosteron dalam tubuh. Hal ini dapat meningkatkan produksi sebum yang menjadi salah satu pemicu jerawat.

Selain itu, kandungan gula yang tinggi pada minuman boba juga dapat merusak kolagen kulit.

"Penuaan kulit mengalami perubahan paling besar di bagian dermis, tempat kolagen dan serat elastin. Dengan adanya glycation, gula akan berkaitan dengan kolagen yang akhirnya akan membuat kulit terlihat kusam dan menua," kata seorang ahli dermatologi, Donna Hart. 


Menyebabkan Lonjakan Insulin


Foto: https://www.instagram.com/xingfutang_indonesia/

Selain tidak baik bagi kulit, kandungan gula tinggi yang dimiliki minuman boba memiliki (GI) indeks gligemik tinggi. Hal ini berpengauh terhadap lonjakan insulin, meningkatkan sekresi androgen hingga peradangan dan produksi minyak.

"Rata-rata, secangkir minuman boba mengandung 20 sendok teh gula. Padahal, orang dewasa yang sehat, disarankan untuk mengkonsumsi tidak lebih dari delapan sendok teh gula sehari," ucap Dr Tan Wee Yong, seorang konsultan kesehatan. 


Menyebabkan Sembelit


Bahan dasar boba berupa tapioka mengandung pati resisten yang tidak dapat dicerna tubuh.


Menyebabkan Obesitas


Foto: Istimewa

Seorang pakar diet bernama Kong Woan Fei menegaskan, minuman boba juga bisa menyebabkan obesitas. Sumber lain menjelaskan, hal ini disebabkan karena kalori pada boba sangat tinggi atau hampir sama dengan satu porsi makanan berat namun minim gizi.


Dapat Meningkatkan Resiko Jantung dan Stroke


Foto: https://www.pixabay.com

Selain kandungan gulanya yang tinggi, boba biasanya mengandung creamer non susu. Merupakan pengganti susu yang mengandung lemak trans berkaitan erat dengan meningkatnya resiko penyakit jantung dan stroke.


Tingkatkan Risiko Asam Urat


Foto: https://www.instagram.com/tigersugarindonesia/

Berdasar sebuah penelitian, sering mengkonsumsi minuman manis lebih dari 2x sehari bisa meningkatkan risiko penyakit asam urat yaitu 3,05x pada wanita dan 1,78x pada pria. ini disebabkan karena kadar fruktosa dan kalori yang tinggi dan berlebihan dapat memicu adanya peningkatan asam urat.


(kik/kik)
Loading ...