Unik! 7 Makanan Ini Bisa Mengubah Warna Kulit Kalau Dikonsumsi Berlebihan

Natasha Riyandani | Beautynesia
Minggu, 01 Feb 2026 08:30 WIB
5. Sayuran Hijau
Kale/ Foto: Unsplash.com/Char Beck

Banyak ahli gizi menyarankan prinsip “makan pelangi”, dengan memastikan piring makan berisi sayuran dan buah berwarna-warni untuk memenuhi kebutuhan gizi secara lebih seimbang.

Namun, di balik manfaatnya, beberapa jenis makanan dapat memengaruhi warna dan rona kulit secara alami jika dikonsumsi berlebihan. Perubahan warna ini bukanlah penyakit, melainkan akumulasi dari pigmen, vitamin, dan nutrisi dari makanan tersebut.

Dilansir dari New York Post, berikut ini beberapa makanan yang bisa mengubah warna kulit. Apa saja?

1. Wortel

Wortel/ Foto: Unsplash.com/Jacqueline Brandwayn

Konsumsi wortel berlebihan dapat menyebabkan karotenemia, yang membuat kulit berwarna kuning-oranye, terutama di bagian telapak tangan dan kaki. Itu karena kandungan beta-karoten yang tinggi dalam wortel, membuatnya tidak dapat diproses dengan cepat oleh tubuh sehingga menumpuk di bawah kulit.

Sejatinya, kondisi ini tidak berbahaya dan sifatnya hanya sementara. Warna kulit akan kembali normal dalam beberapa hari atau minggu, caranya dengan mengurangi jumlah konsumsinya.

2. Labu

Labu/ Foto: Unsplash.com/Gustavo Sanchez

Sama seperti wortel, labu juga mengandung tinggi beta-karoten, yang apabila dikonsumsi berlebihan dapat mengubah warna kulit menjadi kekuningan atau oranye. Tubuh tidak mampu mengubah pigmen oranye menjadi vitamin A, sehingga akan menumpuk di kulit.

Perubahan warna kulit paling sering terlihat pada bagian telapak tangan, kaki, serta di sekitar hidung atau mulut. Umumnya tidak berbahaya karena tidak menyerang bagian putih mata.

Kondisi ini juga hanya bersifat sementara. Kulit akan kembali ke warna normal setelah konsumsi labu dikurangi atau dihentikan selama beberapa minggu atau bulan.

3. Jeruk, Mangga, dan Pepaya

Pepaya/ Foto: Unsplash.com/Pranjall Kumar

Meskipun menyehatkan, konsumsi buah-buahan tinggi beta-karoten seperti jeruk, mangga, terutama pepaya dalam jumlah tinggi ternyata dapat mengubah warna kulit menjadi kuning-oranye, lho!

Kondisi ini terjadi akibat penumpukan pigmen beta-karoten dalam darah dan kulit. Biasanya ini terjadi pada anak-anak atau orang dengan diet tinggi beta-karoten, namun tidak berbahaya.

Warna kulitmu dapat kembali seperti semula setelah mengurangi asupannya. Namun, konsumsi buah-buahan ini tetap disarankan karena kaya akan nutrisi dan vitamin, asalkan dikonsumsi dalam jumlah seimbang.

4. Ubi

Ubi/ Foto: Unsplash.com/Louis Hansel

Siapa yang gemar konsumsi ubi jalar sebagai pengganti karbohidrat harian? Meskipun lebih rendah kalori, jika terlalu banyak mengonsumsinya juga bisa mengalami perubahan warna kulit menjadi oranye atau kekuningan.

Kadar beta-karoten yang tinggi dalam ubi akan diserap tubuh melampaui kebutuhan, akibatnya pigmen oranye tersebut akan menumpuk di kulit.

Selain itu, mengonsumsi ubi jalar berlebihan juga berpotensi meningkatkan gula darah dan risiko batu ginjal. Untuk itu, tetap batasi konsumsinya, serta seimbangkan dengan protein dan serat.

5. Sayuran Hijau

Kale/ Foto: Unsplash.com/Char Beck

Beberapa sayuran hijau seperti bayam, kale, dan collards juga dapat mengubah warna kulit jika dikonsumsi berlebihan. Jenis sayuran ini mengandung pigmen karotenoid seperti lutein dan zeaxanthin, yang memberikan warna kekuningan pada kulit.

Meski tidak menyebabkan karotenemia, perubahan warna kulit bisa terlihat pada orang tertentu yang mengonsumsi sayuran hijau dalam jumlah besar setiap hari.

6. Tomat

Tomat/ Foto: Unsplash.com/Martins Cardoso

Pigmen lain yang dapat memengaruhi warna kulit adalah likopen, zat yang memberi warna merah pada buah dan sayuran, salah satunya adalah tomat. Ketika mengonsumsinya secara berlebihan, likopen dapat menumpuk di stratum korneum, yaitu lapisan kulit yang kaya lemak.

Alhasil, kulit akan terlihat lebih gelap atau kemerahan. Kondisi inilah yang disebut likopenemia.

7. Kunyit

Kunyit/ Foto: Unsplash.com/Dyah Miller

Selain dijadikan sebagai pewarna kuning alami untuk makanan, konsumsi kunyit berlebihan ternyata juga bisa menyebabkan warna kulit berubah. Bukan hanya kulit, tapi juga kuku dan keringat berubah menjadi kekuningan.

Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan kurkumin, senyawa pemberi warna kuning cerah pada kunyit. Selain itu, mengonsumsinya berlebihan juga berpotensi menyebabkan diare, mual, hingga meningkatkan risiko batu ginjal akibat oksalat.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE