Waduh, Haid Tidak Teratur? Jangan-jangan Ini Penyebabnya
Haid atau menstruasi adalah sikluk bulanan yang dialami wanita normal dimana terjadi pengeluaran darah dari rahim setelah ovulasi secara berkala yang disebabkan oleh terlepasnya lapisan endometrium pada rahim. Dalam pengertian sederhana, saat sel telur tidak dibuahi sperma, ia akan meluruhkan dirinya keluar tubuh dan diberi nama haid.
Kalau kamu merasakan nyeri saat haid adalah sesuatu yang normal, karena itu merupakan salah satu gejala pre-menstrual atau lebih dikenal dengan nama PMS. Gejala-gejala saat PMS, bisa dibagi menjadi dua kategori yaitu gejala fisik dan emosional. Nyeri haid temasuk ke dalam kategori gejala fisik. Rasa nyeri pada kepala, sendi, payudara dll, kamu masih masuk kedalam ketagori yang normal asalkan nyeri itu hanya bertahan selama 2 minggu. Jika lebih dari itu sebaiknya kamu segera konsultasi ke dokter.
Rata-rata siklus haid wanita normal adalah selama 21 sampai 35 hari. Jika lebih atau kurang dari masa tersebut bisa jadi haid mu tidak normal atau tidak teratur.
Foto: https://medicalreport.krHaid tidak lancar atau tidak teratur adalah haid yang siklusnya tidak konsisten, bisa lebih lambat atau lebih cepat. Dalam kondisi yang parah, bahkan haid nya terlambat hingga berbulan-bulan atau tidak keluar sama sekali.
Hal ini biasa terjadi pada wanita yang baru saja memasuki usia pubernya atau usia menopausenya. Tapi jika itu dialami oleh wanita di luar usia tersebut, bisa jadi 6 hal inilah penyebabnya.
Foto: https://www.standard.co.ukKehamilan
Jika haid kamu terlambat atau malah terhenti, cobalah melakukan tes kehamilan. Bisa dimulai dengan alat tes kehamilan yang bisa dibeli di apotik atau langsung memeriksanya ke dokter kandungan.
Alat Kontrasepsi
Beberapa alat kontrasepsi berjenis IUD (spiral) atau pil KB, memang bisa membuat perubahan pada sikluk menstruasimu. IUD akan menyebabkan darah keluar lebih banyak, sedangkan pil KB akan membuat darah keluar lebih sedikit. Namun hal ini biasanya terjadi pada masa-masa pertama penggunaan saja.
Foto: https://pixabay.comStres
Termasuk yang paling sering dialami, tapi stres masih disepelekan banyak orang. Karena secara tidak disadari, saat stres ada bagian hipotalamus pada otak yang bertugas mengatur siklus haid jadi terganggu. Kamu sebaiknya melakukan terapi rileksasi sederhana untuk mengatasinya.
Obesitas
Perubahan berat badan memang sudah terbukti merubah sistem hormonal wanita. Wanita dengan indeks massa tubuh 25-30 bahkan lebih atau obesitas memiliki risiko haid yang terlambat lebih besar dibandingkan yang lainnya. Mulailah lakukan diet dan olahraga teratur agar terhindar dari obesitas.
Foto: https://unsplash.comBerat Badan Turun Drastis
Bukan hanya kenaikan berat badan, penurunan berat badan juga bisa mempengaruhi siklus haid. Hal ini biasa terjadi pada penderita anoreksia dan bulimia. Saat tubuh memilii berat badan yang kurang dari 10% berat idel, tubuh akan menghentikan proses ovulasi sehingga haid pun jadi tidak teratur. Untuk mengatasinya, berilah tubuh asupan makanan yang sehat dan teratur.
Merokok
Foto: https://unsplash.comMerokok memang tidak memiliki kebaikan sama sekali untuk tubuh, termasuk pada haid. Zat-zat jahat pada rokok seperti nikotin bisa mempengaruhi hormon estrogen dan progesteron pada wanita yang membuat siklus menstruasinya tidak teratur. Stop merokok mulai dari sekarang ya.