Waspada, Ini 4 Kebiasaan yang Bisa Menurunkan Fungsi Otak

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Jumat, 10 Jul 2026 10:00 WIB
Stres Berkepanjangan
Stres Berkepanjangan/Foto: Magnific

Hal yang bisa menurunkan fungsi otak ternyata tidak selalu berasal dari faktor usia atau penyakit tertentu, Beauties. Justru, beberapa kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari bisa memberi dampak besar pada performa otak seiring waktu.

Padahal, otak berperan penting dalam hampir seluruh aktivitas tubuh, mulai dari berpikir, mengingat, belajar, sampai mengatur emosi. Karena itu, memahami kebiasaan apa saja yang diam-diam merusak kesehatan otak menjadi langkah penting yang sering terlupakan.

Terlalu Lama Duduk

Terlalu Lama Duduk/Foto: Magnific

Coba perhatikan aktivitas kamu sehari-hari. Berapa jam waktu yang dihabiskan untuk duduk, baik saat bekerja, belajar, atau sekadar scrolling media sosial? Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa memberi dampak lebih besar daripada yang kamu kira.

Rata-rata orang dewasa duduk sekitar enam setengah jam setiap hari. Sebuah studi tahun 2018 dalam jurnal PLOS One menemukan bahwa terlalu banyak duduk berkaitan dengan perubahan pada medial temporal lobe atau MTL, yaitu area otak yang memiliki peran penting dalam pembentukan memori.

Peneliti menemukan bahwa orang yang duduk paling lama memiliki bagian MTL yang lebih tipis dibanding lainnya. Kondisi ini disebut dapat menjadi tanda awal penurunan kognitif bahkan meningkatkan risiko gangguan seperti demensia.

Rudolph Tanzi dari Harvard-affiliated Massachusetts General Hospital menyarankan untuk mulai bergerak setelah duduk selama 15 sampai 30 menit. Sesederhana berjalan keliling rumah atau stretching ringan, itu sudah membantu otak tetap aktif.

Jarang Bersosialisasi

Jarang Bersosialisasi/Foto: Magnific

Kadang seseorang merasa baik-baik saja meski lebih sering sendiri. Namun faktanya, terlalu jarang berinteraksi dengan orang lain dapat memberi pengaruh pada kesehatan mental sekaligus fungsi otak secara perlahan.

Kesepian dalam jangka panjang dikaitkan dengan risiko depresi yang lebih tinggi dan dapat mempercepat penurunan kemampuan berpikir. Penelitian dalam The Journals of Gerontology: Series B pada 2021 menemukan bahwa orang yang kurang aktif secara sosial mengalami penurunan materi abu-abu otak lebih cepat. Bagian abu-abu otak sendiri berfungsi memproses berbagai informasi penting yang diterima tubuh setiap hari.

Rudolph Tanzi menyarankan, “Kamu tidak perlu punya banyak teman, cukup dua atau tiga orang yang benar-benar bisa diajak berbagi.” Interaksi yang bermakna, obrolan rutin, atau sekadar komunikasi dengan orang terdekat ternyata dapat memberi stimulasi mental yang dibutuhkan otak untuk tetap bekerja optimal.

Kurang Tidur

Kurang Tidur/Foto: Magnific

Siapa di sini yang masih sering begadang lalu menganggapnya hal biasa? Padahal, tidur bukan hanya soal mengistirahatkan tubuh, tetapi juga memberi kesempatan bagi otak untuk melakukan proses pemulihan.

Menurut data CDC, sekitar sepertiga orang dewasa tidak mendapatkan waktu tidur ideal antara tujuh sampai delapan jam setiap malam. Penelitian dalam jurnal Sleep tahun 2018 juga menunjukkan bahwa kemampuan kognitif seperti mengingat, bernalar, dan memecahkan masalah menurun ketika seseorang tidur kurang dari tujuh jam.

Menurut Tanzi, fokus utama bukan memaksa tidur lebih lama, tetapi memberi tubuh kesempatan untuk tidur lebih awal. Jika sulit tidur, coba baca buku supaya pikiran lebih rileks. 

Stres Berkepanjangan

Stres Berkepanjangan/Foto: Magnific

Setiap orang pasti pernah mengalami stres. Namun, ketika tekanan berlangsung terus-menerus dan tidak dikelola dengan baik, dampaknya ternyata bisa langsung mempengaruhi kesehatan otak.

Menurut Rudolph Tanzi, stres kronis dapat merusak sel otak dan mengecilkan prefrontal cortex, yaitu bagian otak yang bertanggung jawab terhadap proses belajar dan kemampuan mengingat. Area ini sangat penting untuk membantu seseorang berpikir jernih saat menghadapi berbagai situasi.

Tanzi juga menjelaskan bahwa pola pikir yang terlalu memaksakan segala sesuatu harus berjalan sesuai keinginan dapat memperbesar tekanan emosional. 

Saat mulai merasa emosi meningkat, cobalah menarik napas dalam dan belajar menerima bahwa tidak semua hal harus berjalan sempurna. Mengelola ego dengan lebih tenang bisa membantu mencegah stres berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Sering kali ancaman bagi kesehatan otak justru datang dari rutinitas yang terlihat biasa saja. Karena itu, mulai sekarang coba evaluasi lagi kebiasaan harian kamu, Beauties. Pasalnya, menjaga kesehatan otak bukan hanya penting untuk hari ini, tetapi juga investasi besar untuk kualitas hidup di masa depan, lho!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.