Pada dasarnya perubahan bentuk payudara yang perlahan mengendur merupakan bagian alami dari penuaan seorang wanita. Salah satu cara paling cepat dan instan untuk memperbaikinya adalah dengan cara melakukan prosedur implan payudara.
Pada dasarnya, prosedur implan payudara ini aman karena sudah dilandasi oleh riset tahunan dan dilakukan oleh para ahli. Namun, tidak bisa dipungkiri jika tindakan semacam ini juga mempunyai efek samping yang harus dipertimbangkan matang-matang.
Implan Payudara/ Sumber: Freepik.com |
Risiko Implan Payudara
Nah, melansir dari Huffpost, berikut ini adalah beberapa efek samping yang harus kamu waspadai jika kamu bermaksud melakukan prosedur implan payudara:
- infeksi (bakteri dan jamur dari implan ke dalam tubuh)
- risiko bedah
- risiko anestesi
- nyeri payudara kronis,
- mati rasa pada payudara atau puting
- munculnya jaringan parut
- payudara mengeras
- radang sendi dan nyeri sendi
- gangguan kognitif: konsentrasi buruk
- kematian
Bahaya Implan Payudara/ Sumber: Freepik.com |
Selain itu, ketahui bahwa orang yang melakukan implan payudara cenderung lebih sulit untuk menyusui dan lebih sulit untuk mendeteksi keberadaan kanker payudara.
Dalam tiga tahun pertama, hampir setengah dari pasien implan payudara yang baru pertama kali mengalami setidaknya satu komplikasi lokal, seperti nyeri, infeksi, pengerasan, atau kebutuhan untuk operasi tambahan.
Pahami juga bahwa implan payudara pada akhirnya akan rusak. Namun, tidak diketahui berapa tahun implan payudara yang saat ini beredar di pasaran akan bertahan.
Penelitian yang dilakukan pada implan payudara silikon menunjukkan bahwa sebagian besar implan bertahan sekitar 7-12 tahun. Namun, beberapa juga bisa mengalami kerusakan selama beberapa bulan atau tahun pertama.
Efek Samping Implan Payudara/ Sumber: Freepik.com |
Itulah sebabnya, jangan lupakan untuk menyiapkan anggaran keuangan dan peningkatan biaya asuransi kesehatan untuk mengantisipasi komplikasi medis. Dalam beberapa kasus, operasi pengangkatan implan dapat dilakukan seperti mastektomi, pengangkatan total jaringan payudara dan terkadang pengangkatan otot di bawahnya.
Meskipun ada risiko serius yang mengancam kesehatan hingga jiwa, implan payudara masih bisa dilakukan jika dilakukan dengan menganalisis lebih dalam kondisi kesehatanmu. Jadi, pastikan untuk melakukan konsultasi yang lebih mendalam dengan dokter sebelum memutuskan untuk melakukan implan.