Waspadai, Ini 6 Tanda Peringatan Tubuh Kelebihan Protein

Belinda Safitri | Beautynesia
Minggu, 02 Aug 2026 17:30 WIB
4. Berat Badan Kembali Naik
Berat badan naik/ Foto: Magnific.com/jcomp

Protein memang merupakan salah satu zat gizi yang dibutuhkan tubuh setiap hari, Beauties. Selain membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, protein juga berperan dalam pembentukan enzim, hormon, hingga menjaga sistem kekebalan tubuh tetap bekerja dengan baik. Tak heran jika banyak orang sengaja meningkatkan konsumsi protein demi menurunkan berat badan atau membentuk massa otot.

Namun, bukan berarti semakin banyak protein yang dikonsumsi akan semakin baik bagi kesehatan. Jika asupannya berlebihan, terutama tanpa diimbangi karbohidrat, lemak sehat, serta makanan kaya serat, tubuh bisa memberikan berbagai tanda yang menunjukkan adanya ketidakseimbangan nutrisi.

Dilansir dari Eating Well, kenali beberapa tanda peringatan tubuh kelebihan protein yang patut diwaspadai!  

1. Lebih Sering Buang Air Kecil

Sering buang air kecil/ Foto: Magnific.com/jcomp

Saat protein dicerna, tubuh menghasilkan limbah berupa urea yang harus dikeluarkan melalui urine. Semakin tinggi konsumsi protein, semakin banyak pula urea yang diproduksi sehingga ginjal membutuhkan lebih banyak air untuk membuangnya. Akibatnya, keinginan buang air kecil pun menjadi lebih sering.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi protein dalam jumlah besar, terutama saat makan malam, dapat meningkatkan ekskresi urea dan natrium. Hal ini membuat seseorang lebih sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil. Jika kondisi ini terus berlangsung, tubuh juga berisiko mengalami dehidrasi apabila kebutuhan cairan tidak terpenuhi.

2. Suasana Hati Mudah Berubah

Suasana hati mudah berubah/ Foto: 8photo

Protein memang mengandung asam amino triptofan yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk serotonin, yaitu zat kimia otak yang berperan dalam mengatur suasana hati. Namun, jika pola makan terlalu tinggi protein dan rendah karbohidrat, proses pembentukan serotonin bisa menjadi kurang optimal.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan hasil yang beragam mengenai hubungan protein dengan depresi. Oleh karena itu, yang paling penting bukan hanya memperbanyak protein, tetapi memastikan pola makan tetap seimbang dengan karbohidrat kompleks, lemak sehat, serta variasi sumber protein dari hewani maupun nabati agar kesehatan fisik dan mental tetap terjaga.

3. Mengalami Sembelit

Sembelit/ Foto: Magnific.com/katemangostar

Orang yang menjalani diet tinggi protein biasanya lebih sering mengonsumsi daging, telur, atau produk hewani lainnya, lalu mengurangi konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian. Padahal, makanan nabati merupakan sumber serat utama yang membantu memperlancar pergerakan usus. Tak heran, konsumsi protein terlalu banyak tanpa diimbangi nutrisi lainnya bisa menyebabkan sembelit. 

Jika sembelit mulai sering terjadi, cobalah menambahkan makanan tinggi serat seperti oatmeal, kacang-kacangan, tempe, buah, dan sayuran ke dalam menu harian. Selain melancarkan pencernaan, serat juga membantu menjaga kesehatan usus, mengontrol kadar gula darah, dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

4. Berat Badan Kembali Naik

Berat badan naik/ Foto: Magnific.com/jcomp

Beauties, banyak program diet tinggi protein membatasi konsumsi karbohidrat secara signifikan. Pada awalnya berat badan memang bisa turun, tetapi ketika pola makan tersebut sulit dipertahankan, keinginan makan berlebihan sering muncul dan berat badan pun berpotensi naik kembali.

Karena itu, para ahli menyarankan memilih pola makan yang realistis dan dapat dijalani dalam jangka panjang. Menurunkan berat badan sebaiknya dilakukan melalui pola makan seimbang yang tetap memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat kompleks, lemak sehat, serta aktivitas fisik secara rutin.

5. Tubuh Mudah Lelah

Tubuh mudah lelah/ Foto: Magnific.com/8photo

Ciri-ciri tubuh kelebihan protein yang berikutnya adalah tubuh mudah lelah. Nyatanya, meski kebutuhan protein tercukupi, tubuh tetap memerlukan karbohidrat sebagai bahan bakar utama untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Ketika asupan karbohidrat terlalu rendah, tubuh dapat mengalami penurunan energi sehingga sulit berkonsentrasi dan mudah merasa lemas.

Untuk mengatasinya, pastikan menu harian tetap mengandung sumber karbohidrat sehat seperti beras merah, gandum utuh, kentang, ubi, buah-buahan, dan sayuran. Kombinasi nutrisi yang seimbang akan membantu tubuh memperoleh energi yang lebih stabil sepanjang hari. 

6. Mengalami Bau Mulut

Bau mulut/ Foto: Magnific.com/cookie_studio

Saat tubuh kekurangan karbohidrat, sumber energi akan beralih ke pembakaran lemak. Proses tersebut menghasilkan keton yang salah satunya dapat menimbulkan aroma napas menyerupai aseton atau penghapus cat kuku. Kondisi ini sering dikenal sebagai keto breath.

Jika bau mulut muncul bersamaan dengan pola makan tinggi protein, cobalah mengevaluasi kembali komposisi makanan harian. Pastikan tambahkan karbohidrat kompleks dalam jumlah yang cukup serta memperbanyak sumber protein nabati untuk membantu mengembalikan keseimbangan metabolisme sekaligus mengurangi bau mulut.

Jadi, itulah beberapa tanda peringatan tubuh kelebihan protein. Jika Beauties mengalami beberapa tanda di atas secara terus-menerus, ada baiknya mengevaluasi kembali pola makan atau berkonsultasi dengan dokter maupun ahli gizi agar kebutuhan nutrisi terpenuhi secara optimal.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE