8 Cara Pakai Deodoran yang Benar agar Bebas Bau Badan

Belinda Safitri | Beautynesia
Rabu, 15 Apr 2026 12:00 WIB
1. Mulai dari Kulit Ketiak yang Bersih
Bersihkan kulit ketiak/ Foto: Freepik.com/yanalya

Banyak orang merasa sudah rutin pakai deodoran setiap hari, tapi tetap saja muncul bau tak sedap di momen-momen tertentu. Faktanya, masalah ini bukan selalu pada kesalahan pemilihan produk, melainkan cara pakainya yang kurang tepat.

Tanpa disadari, kebiasaan sederhana seperti langsung memakai deodoran saat ketiak masih basah atau mengoleskannya terlalu tipis bisa membuat hasilnya tidak maksimal. Supaya tidak salah lagi, penting untuk tahu cara pakai deodoran agar perlindungannya benar-benar bekerja sepanjang hari, Beauties. Melansir The Earthlingco, simak cara pakai deodoran yang benar berikut ini! 

1. Mulai dari Kulit Ketiak yang Bersih

Bersihkan kulit ketiak/ Foto: Freepik.com/yanalya

Banyak yang mengira bau badan berasal dari keringat, padahal sebenarnya disebabkan oleh bakteri yang menguraikan keringat di kulit. Karena itu, langkah paling dasar yang tidak boleh dilewatkan adalah memastikan ketiak dalam kondisi bersih sebelum mengaplikasikan deodoran.

Mandi secara rutin dengan sabun yang lembut sangat dianjurkan, mengingat kulit ketiak cenderung lebih sensitif dibanding bagian tubuh lain. Jika ingin hasil lebih maksimal, kamu juga bisa melakukan eksfoliasi ringan satu hingga dua kali seminggu menggunakan bahan seperti asam glikolat atau mandelik. Ini membantu mengurangi penumpukan sel kulit mati dan membuat lingkungan kulit ketiak kurang ramah bagi bakteri. 

2. Pastikan Ketiak Benar-Benar Kering

Pastikan ketiak kering/ Foto: Freepik.com/nensuria

Kebiasaan langsung memakai deodoran setelah mandi ternyata kurang tepat jika ketiak masih lembab. Air yang tersisa di kulit dapat mengencerkan produk dan mengurangi kemampuannya dalam melawan bau.

Sebaiknya keringkan ketiak dengan handuk secara perlahan, lalu beri jeda beberapa menit sebelum mengaplikasikan deodoran. Jika sedang terburu-buru, kamu bisa menggunakan pengering rambut dengan suhu dingin. Kulit yang benar-benar kering akan membantu produk menempel lebih baik dan bekerja lebih optimal sepanjang hari.

3. Perhatikan Kondisi Rambut Ketiak

Perhatikan kondisi rambut ketiak/ Foto: Freepik.com/freepik

Rambut ketiak bersifat menyerap kelembaban, sehingga bisa menahan keringat lebih lama dan memicu pertumbuhan bakteri. Inilah alasan mengapa area berbulu cenderung lebih mudah menimbulkan bau jika tidak dirawat dengan baik, Beauties. 

Mencukur atau merapikan rambut ketiak dapat membantu deodoran bekerja langsung di permukaan kulit. Namun, jika kamu memilih untuk tidak mencukur habis, pastikan tetap mengaplikasikan produk dengan cukup tekanan agar bisa menembus rambut dan mencapai kulit. Dengan cara ini, efektivitas deodoran tetap bisa terjaga.

4. Aplikasikan Merata dalam Jumlah Cukup

Aplikasikan merata/ Foto: Freepik.com/User18526052

Mengoleskan deodoran terlalu sedikit atau tidak merata termasuk kesalahan yang membuat hasilnya tidak optimal. Nyatanya, distribusi produk yang merata sangat penting untuk memastikan seluruh area terlindungi dari bau.

Untuk deodoran roll-on atau stik, lakukan beberapa usapan di berbagai arah agar seluruh permukaan ketiak terlapisi. Sementara untuk deodoran semprot, jaga jarak sekitar 15 cm agar penyebarannya merata dan tidak menumpuk di satu titik. 

5. Tunggu hingga Kering Sebelum Berpakaian

Tunggu kering sebelum berpakaian/ Foto: Freepik.com/jcomp

Setelah mengaplikasikan deodoran, banyak orang langsung mengenakan pakaian tanpa menunggu produk mengering. Hal ini bisa menyebabkan noda pada baju sekaligus mengurangi efektivitas deodoran.

Memberi waktu beberapa menit hingga produk benar-benar kering akan membantu bahan aktif bekerja lebih optimal. Selain itu, cara ini juga mencegah transfer produk ke pakaian, sehingga kamu bisa tetap nyaman dan tampil rapi sepanjang hari.

6. Pilih Pakaian yang Mendukung

Pilih pakaian yang mendukung/ Foto: Freepik.com/benzoix

Pakaian yang terlalu ketat di area ketiak dapat menyebabkan gesekan yang menghapus lapisan deodoran. Selain itu, sirkulasi udara yang kurang baik juga dapat memperparah produksi keringat.

Pilihlah pakaian dengan bahan yang menyerap keringat seperti katun, linen, atau rami. Model yang lebih longgar juga membantu ventilasi udara lebih baik, sehingga ketiak tetap kering dan segar lebih lama. Ini adalah langkah sederhana yang sering diabaikan, padahal cukup berpengaruh.

7. Gunakan di Waktu Tepat

Gunakan di waktu tepat/ Foto: Freepik.com/Anastasia Kazakova

Menggunakan deodoran setelah mandi adalah waktu terbaik karena kulit dalam kondisi bersih. Namun, untuk jenis antiperspirant, penggunaan di malam hari justru lebih efektif karena kelenjar keringat sedang tidak aktif, sehingga produk bisa bekerja lebih maksimal.

Selain itu, kamu juga bisa menggunakannya sebelum aktivitas berat seperti olahraga atau hari yang panjang. Dengan timing yang tepat, perlindungan terhadap bau bisa bertahan lebih lama tanpa perlu khawatir.

8. Aplikasikan Ulang Jika Diperlukan

Aplikasikan ulang jika diperlukan/ Foto: Freepik.com/freepik

Meskipun sebagian besar deodoran diklaim tahan hingga 24 jam, kondisi tertentu seperti cuaca panas atau aktivitas tinggi bisa membuat perlindungannya berkurang. Dalam situasi seperti ini, mengaplikasikan ulang adalah langkah yang wajar.

Namun, pastikan kamu memilih produk yang sesuai dengan jenis kulit agar tidak menimbulkan iritasi. Deodoran dengan formula ringan biasanya juga lebih aman untuk digunakan beberapa kali dalam sehari, sehingga kamu bisa tetap percaya diri tanpa khawatir bau badan muncul kembali.

Jadi, itulah cara penggunaan deodoran yang benar. Jangan lupa praktikkan, Beauties! 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE