STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Benarkah Pewarna Rambut Jadi Pemicu Kanker? Ini Fakta Sebenarnya!

Meliana Gusti | Beautynesia
Minggu, 30 Oct 2022 15:30 WIB
Benarkah Pewarna Rambut Jadi Pemicu Kanker? Ini Fakta Sebenarnya!

Mewarnai rambut telah menjadi hobi bagi beberapa orang, bahkan ada yang terlalu sering mengganti ganti warna. Tak hanya menjadi tren, mewarnai rambut telah masuk ke dalam dunia fashion. Namun, ternyata menggunakan warna rambut berisiko menyebabkan kanker lho, Beauties!

Beberapa penelitian mencoba membuktikan hubungan bahan kimia yang ada pada pewarna rambut sebagai penyebab kanker. Tapi, mereka tidak membuktikan pewarna rambut dapat langsung disalahkan.

Risiko terbesar kemungkinan terjadi pada pengguna pewarna rambut yang sering menggunakannya. Perlu kamu tau nih Beauties, kira-kira apa saja ya bahan kimia pada pewarna rambut yang berisiko menyebabkan kanker dan apa sih penyebabnya? Yuk simak!

Bahan Kimia dalam Pewarna Rambut

Produk pewarna rambut mengandung bhahan kimia tertentu.
Produk pewarna rambut mengandung bhahan kimia tertentu/ foto: pexels/ maria geller

Jenis dan merek dari produk cat rambut beraneka ragam, ketahanannya pun beranekaragam. Dilansir dari WebMD, para peneliti tidak membuktikan bahan yang ada di dalam cat rambut menyebabkan kanker, tapi risikonya tetap ada terhadap pengguna cat rambut permanen yang terlalu sering mengganti warna rambut. 

Dilansir dari National Library of Medicine, bahan yang terkandung dalam pewarna rambut permanen yaitu Para-fenilendiamin, Para-toluylenediamine, Para-diamina tersubstitusi, Orto- atau para-aminofenol. Sedangkan pada pewarna semi permanen Nitroaminofenol, Turunan azo, Antrakuinon. 

Sebelum tahun 1980 beberapa bahan kimia di dalam pewarna rambut dikaitkan dengan kanker. Seiring berkembangnya teknologi banyak brand cat rambut yang mulai menggantikan beberapa bahan kimia yang ada di dalam cat rambut. Namun tetap saja, berisiko bagi orang yang menggunakan secara berkepanjangan.

Limfoma non-Hodgkin

Beberapa penderita kanker sel darah putih karena terlalu sering menggunakan pewarna rambut.
Beberapa penderita kanker sel darah putih karena terlalu sering menggunakan pewarna rambut/ foto: pexels/ bennie-lukas-bester

Limfoma non-Hodgkin (NHL) merupakan kanker yang bermasalah pada saluran limfe, dimana menyebabkan tubuh terlalu banyak limfosit normal, atau sejenis sel darah putih. Beberapa negara mendata, penderita NHL diantaranya disebabkan oleh pewarna rambut. 

Bukti epidemiologis mencoba menghitung risiko pewarna rambut terhadap kanker, tapi risiko ini hanya ada pada pengguna pewarna rambut secara berkepanjangan. Jadi, jangan sering gonta-ganti warna rambut dalam rentan waktu yang singkat, dan digunakan secara berkepanjangan ya, Beauties.

Pewarna Rambut Menyerap ke Dalam Kulit

BBaan kimia dalam pewarna rambut meresap kedalam kulit.
Bahan kimia dalam pewarna rambut meresap ke dalam kulit/ foto: pinterest/ NewBeauty Magazine

Saat mewarnai rambut tentu kita akan menghirup aromanya. Bau ini dapat mengubah kadar dan aksi hormon seperti estrogen dalam tubuh. Hormon dapat membantu kanker tertentu tumbuh dan menyebar.

Para peneliti telah membuktikan produk pewarna rambut menjadi karsinogen kuat pada model hewan. Meski pada manusia hasilnya beraneka ragam, tapi bahan kimia yang terkandung dalam pewarna rambut, mampu menembus kulit.

Jadi harus hati-hati ya, Beauties dalam rentan waktu penggunaan pewarna rambut. Karena menggunakan pewarna rambut yang berlebihan dapat menumpuk zat kimia pada kulit kepala kamu. Jangan lupa catat jadwal pewarnaan rambut kamu ya!

______________

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE