Jangan Digabung! Ini Pasangan Kandungan Skincare yang Bisa Bikin Kulit Iritasi dan Breakout Parah

Anggita Kusmadewi | Beautynesia
Minggu, 09 Aug 2026 12:30 WIB
4. Vitamin C dan AHA
Ilustrasi produk skincare dengan kandungan vitamin C dan AHA/Foto: Magnific/magnific

Sudah pakai skincare secara rutin, tetapi hasilnya malah bikin kulit jadi perih atau breakout? Sebelum buru-buru ganti produk, coba cek lagi kombinasi kandungan yang kamu gunakan. 

Beauties, tidak semua bahan aktif cocok dipakai dalam waktu yang sama. Beberapa kombinasi justru bisa membuat kulit jadi lebih mudah sensitif. 

Oleh karena itu, sebelum layering berbagai produk, penting untuk tahu apa saja kandungan skincare yang tidak boleh dicampur. Yuk, simak penjelasannya yang telah dirangkum dari Verywell Health dan Everyday Health berikut ini!

1. Retinol dan AHA

Ilustrasi botol serum retinol dan eksfoliator AHA/Foto: Magnific/magnific

Retinol dan AHA merupakan bahan aktif yang sudah tidak asing lagi dalam dunia skincare. Kedua kandungan ini punya manfaat untuk membantu membuat kulit terlihat lebih halus dan terawat. 

Meski punya manfaat yang menarik, penggunaan keduanya perlu dilakukan dengan lebih hati-hati. Terutama bagi kulit yang sedang sensitif atau skin barriernya sedang terganggu.

Kombinasi ini bisa membuat kulit lebih mudah mengalami kemerahan, rasa perih, hingga mengelupas. Karena itu, atur waktu pemakaian keduanya agar kulit tetap nyaman.

2. Retinol dan Benzoyl Peroxide

Ilustrasi serum retinol dan produk skincare dengan kandungan benzoyl peroxide/Foto: Magnific/magnific

Kalau kamu menggunakan retinol dan benzoyl peroxide untuk merawat kulit berjerawat, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Meski sama-sama punya manfaat, kedua kandungan ini kurang ideal jika digunakan bersamaan.

Menurut Brooke Sikora, MD, seorang dokter spesialis kulit di SkinCare Physicians, benzoyl peroxide bisa menonaktifkan molekul retinoid tertentu. Hal ini membuat kerja retinol menjadi kurang optimal.

Kamu bisa menggunakan benzoyl peroxide di pagi hari dan retinol pada malam hari. Pemakaian yang dipisah seperti ini akan memberikan hasil yang maksimal. 

3. Retinol dan Vitamin C

Ilustrasi produk skincare dengan kandungan retinol dan vitamin C/Foto: Magnific/magnific

Retinol dan vitamin C punya manfaat yang bagus untuk kulit. Vitamin C membantu membuat wajah terlihat lebih cerah, sementara retinol dikenal bisa memperbaiki tekstur kulit dan menyamarkan tanda penuaan.

Namun, kedua kandungan ini memiliki cara kerja yang berbeda. Vitamin C lebih optimal pada kondisi yang asam, sedangkan retinol bekerja lebih baik pada formula dengan pH yang lebih netral.

Tenang, Beauties, bukan berarti kedua kandungan ini tidak boleh masuk dalam skincare routine kamu. Cukup beri jeda pemakaian agar masing-masing bahan aktif bisa bekerja sesuai fungsinya.

4. Vitamin C dan AHA

Ilustrasi produk skincare dengan kandungan vitamin C dan AHA/Foto: Magnific/magnific

Punya serum vitamin C dan produk eksfoliasi yang mengandung AHA di rumah, Beauties? Sebelum dipakai bersamaan dalam skincare routine, ada baiknya kenali dulu cara kerja kedua kandungan ini.

Meski keduanya bermanfaat untuk kulit, penggunaan vitamin C dan AHA tetap perlu diperhatikan. Jika dipakai dalam satu waktu, kombinasi ini bisa membuat kulit menjadi lebih sensitif.

Penyebabnya, vitamin C dan AHA sama-sama bersifat asam. Saat digunakan bersamaan, kulit bisa lebih mudah mengalami reaksi seperti rasa perih, kemerahan, hingga terasa lebih kering.

5. Pembersih Wajah Berbasis Sabun dan Vitamin C

Ilustrasi produk facial wash berbasis sabun dan serum vitamin C/Foto: Magnific/magnific

Kombinasi skincare lain yang juga perlu kamu perhatikan adalah facial wash berbasis sabun dengan serum vitamin C. Meski sering dianggap sepele, pembersih wajah yang digunakan sebelum serum ternyata juga bisa memengaruhi penyerapan vitamin C.

Vitamin C membutuhkan kondisi yang lebih asam dengan pH di bawah 3,5 agar bisa bekerja secara optimal. Sementara itu, beberapa sabun pembersih wajah punya pH lebih tinggi, rata-rata sekitar 5,9, sehingga penyerapan vitamin C jadi kurang maksimal.

Menurut Deirdre Hooper, MD, dokter kulit bersertifikat dari Audubon Dermatology, penggunaan bahan aktif yang berlebih bisa meningkatkan risiko iritasi dan mengganggu skin barrier. Karena itu, penting memperhatikan kombinasi skincare agar kulit tetap sehat.

Nah, sekarang kamu sudah tahu beberapa kandungan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan. Memahami cara kerja setiap bahan aktif bisa membantu mengurangi risiko iritasi kulit. Jadi, jangan lupa cek lagi kandungan dalam skincare routine kamu, ya, Beauties.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE