Menurut Dokter, Ini 8 Kandungan Skincare yang Sebaiknya Dihindari saat Kulit Iritasi

Belinda Safitri | Beautynesia
Sabtu, 01 Aug 2026 15:30 WIB
Menurut Dokter, Ini 8 Kandungan Skincare yang Sebaiknya Dihindari saat Kulit Iritasi
Kandungan skincare yang sebaiknya dihindari saat kulit iritasi/ Foto: Magnific.com/magnific

Beauties, ketika kulit mengalami iritasi, banyak yang mengira solusinya adalah menambahkan lebih banyak produk skincare agar kulit cepat pulih. Padahal, langkah tersebut justru bisa menjadi bumerang apabila produk yang digunakan mengandung bahan yang terlalu keras untuk kondisi kulit yang sedang sensitif.

Pada fase ini, prioritas utama adalah memperbaiki skin barrier dan mengurangi peradangan. Karena itu, penting mengenali bahan skincare yang dapat memperburuk iritasi agar kulit memiliki kesempatan untuk pulih secara alami.

Dilansir dari Byrdie, langsung simak beberapa kandungan skincare yang sebaiknya dihindari saat kulit iritasi! 

1. Fragrance (Pewangi)

Ilustrasi skincare mengandung pewangi/ Foto: Magnific.com/KamranAydinov

Bahan pewangi memang dapat membuat pengalaman menggunakan skincare terasa lebih menyenangkan ya, Beauties. Namun, di balik aromanya yang harum, fragrance merupakan salah satu penyebab paling umum terjadinya iritasi hingga dermatitis kontak alergi, terutama pada kulit yang sensitif atau sedang meradang.

Tak hanya pewangi, pewarna tambahan dalam produk juga sebaiknya dihindari. Meski hanya berfungsi mempercantik tampilan produk, pewarna dapat meningkatkan risiko iritasi pada sebagian orang. Karena itu, saat kulit sedang bermasalah, pilihlah produk yang berlabel fragrance-free dan dye-free. 

2. Alkohol Tertentu

Ilustrasi produk skincare/ Foto: Magnific.com/magnific

Banyak produk seperti toner dan astringen mengandung alkohol karena dapat memberikan sensasi ringan serta membantu bahan aktif menyerap lebih cepat. Sayangnya, sejumlah jenis alkohol seperti alcohol denat, ethanol, methanol, hingga isopropyl alcohol dapat menghilangkan minyak alami kulit yang berfungsi menjaga kelembaban dan melindungi skin barrier.

Ketika lapisan pelindung kulit rusak, kulit menjadi lebih mudah terasa kering, tertarik, perih, dan kemerahan. Sementara alkohol seperti cetyl alcohol, stearyl alcohol, dan cetearyl alcohol cenderung lebih aman karena membuat kulit tetap terhidrasi tanpa memperburuk iritasi.

3. Sulfat

Ilustrasi produk mengandung sulfat/ Foto: Magnific.com/jcomp

Sulfat merupakan bahan pembersih yang sering digunakan untuk menghasilkan busa melimpah pada facial wash. Meski mampu mengangkat minyak dan kotoran secara efektif, sulfat juga dapat mengikis minyak alami kulit apabila digunakan pada kulit yang sensitif.

Akibatnya, kulit menjadi semakin kering dan lapisan pelindung alaminya terganggu. Jika kulit sedang iritasi, pilih pembersih bebas sulfat dengan surfaktan yang lebih lembut, seperti cocamidopropyl betaine atau sodium lauroyl glutamate, sehingga wajah tetap bersih tanpa membuat kulit terasa semakin ketarik.

4. Minyak Esensial

Ilustrasi minyak esensial/ Foto: Magnific.com/magnific

Tea tree oil, lavender oil, maupun berbagai essential oil lainnya sering menjadi bahan andalan dalam skincare karena memiliki manfaat antimikroba atau antiinflamasi. Namun, dalam bentuk tertentu atau konsentrasi tinggi, minyak esensial juga berpotensi memicu alergi maupun iritasi pada sebagian orang.

Meski berasal dari bahan alami, bukan berarti essential oil selalu cocok digunakan. Jika kulit sedang sensitif, sebaiknya hentikan sementara produk yang mengandung minyak esensial dan lakukan uji tempel terlebih dahulu sebelum menggunakannya kembali setelah kondisi kulit membaik.

5. Retinol dan Retinoid

Ilustrasi produk retinol/ Foto: Magnific.com/magnific

Beauties, retinol dan retinoid bekerja dengan mempercepat pergantian sel kulit. Mekanisme ini memang bermanfaat untuk mengatasi kerutan, jerawat, maupun hiperpigmentasi, tetapi juga dapat menyebabkan kemerahan, kulit mengelupas, hingga rasa perih, terutama pada awal pemakaian.

Apabila kulit sudah menunjukkan tanda-tanda iritasi, penggunaan retinol dan retinoid sebaiknya dihentikan sementara. Setelah kondisi kulit membaik, bahan ini dapat digunakan kembali secara bertahap. Bagi sebagian orang yang sulit mentoleransi retinol, bakuchiol bisa menjadi alternatif yang lebih lembut dengan manfaat anti-aging yang serupa.

6. Benzoil Peroksida

Ilustrasi produk mengandung benzoil peroksida/ Foto: Magnific.com/magnific

Benzoil peroksida bekerja dengan membunuh bakteri penyebab jerawat sekaligus membantu mengurangi peradangan. Namun, bahan ini juga dikenal dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering, mengelupas, dan terasa terbakar pada sebagian pengguna.

Oleh karena itu, benzoil peroksida termasuk kandungan skincare yang sebaiknya dihindari saat kulit iritasi atau skin barrier terganggu. Sebagai alternatif, produk yang mengandung zinc bisa jadi pilihan untuk membantu menenangkan kulit sekaligus mendukung perawatan kulit berjerawat dengan risiko iritasi yang lebih minim. 

7. AHA dan BHA

Ilustrasi pakai produk AHA BHA/ Foto: Magnific.com/wayhomestudio

AHA dan BHA merupakan eksfolian kimia yang membantu mengangkat sel kulit mati sehingga kulit tampak lebih cerah dan halus. Namun, ketika skin barrier sedang melemah, proses eksfoliasi justru bisa meningkatkan rasa perih, sensasi terbakar, hingga membuat kulit semakin sensitif.

Jika tetap ingin melakukan eksfoliasi setelah kulit membaik, lakukan secara bertahap dan jangan terlalu sering. Sebagai pilihan yang lebih lembut, dokter kulit kerap menyarankan menggunakan PHA atau eksfolian enzim yang cenderung lebih ramah untuk kulit sensitif.

8. Paraben

Ilustrasi produk mengandung paraben/ Foto: Magnific.com/jcomp

Paraben merupakan bahan pengawet yang berfungsi mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur dalam produk skincare. Meski umumnya dianggap aman dalam kadar yang telah ditentukan, beberapa orang dengan kulit sangat sensitif atau dermatitis atopik dapat mengalami iritasi setelah menggunakannya.

Olehnya itu, jika Beauties memiliki riwayat eksim atau kulit yang mudah bereaksi terhadap produk tertentu, tidak ada salahnya memilih skincare berlabel paraben-free. Periksa juga daftar komposisi untuk mengenali nama-nama paraben seperti methylparaben, propylparaben, atau butylparaben agar lebih mudah menghindarinya.

Jadi, itulah beberapa kandungan skincare yang sebaiknya dihindari saat kulit iritasi. Fokuslah pada rutinitas skincare yang sederhana, lembut, dan mengutamakan hidrasi. Jika iritasi tidak kunjung membaik atau justru semakin parah, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat, Beauties. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE