STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600

Meski Terlihat Mirip, Ini Perbedaan Nyata antara Kulit Kering dan Kulit Dehidrasi

Dian Aprilia | Beautynesia
Sabtu, 29 May 2021 13:30 WIB
Meski Terlihat Mirip, Ini Perbedaan Nyata antara Kulit Kering dan Kulit Dehidrasi

Serupa tapi tak sama, istilah ini cukup tepat untuk membandingkan antara kulit kering dengan kulit dehidrasi. Meski keduanya memiliki penampakan yang sama, tapi nyatanya keduanya memiliki perbedaan yang mendasar. Biasanya orang sulit membedakan keduanya karena memiliki tanda-tanda yang mirip.

Kulit kering adalah salah satu jenis kulit yang tidak selalu disebabkan karena dehidrasi. Sementara kulit dehidrasi bukan merupakan jenis kulit, melainkan masalah kulit jika tubuh kekurangan cairan.  Berikut beautynesia.id telah merangkum perbedaan nyata antara kulit kering dan kulit dehidrasi:

Penampakan Kulit

Kulit kering
Kulit kering/pexels.com

Kulit kering biasanya ditandai dengan kondisi kulit yang tampak kurang lentur atau elastis, kusam, kasar dan bahkan bersisik. Ada pula yang diikuti dengan gejala berupa gatal-gatal pada kulit.

Sementara kulit dehidrasi ditandai dengan kulit yang tampak kusam, kering dan terasa lebih kencang dari biasanya. Kondisi ini bisa dialami oleh semua jenis kulit, tidak hanya pada orang dengan tipe kulit kering.

Penyebab Terjadinya

Kulit kering
Kulit kering/pexels.com

Kulit kering disebabkan oleh kurangnya kadar sebum dalam tubuh. Sebum ialah minyak alami pada kulit yang berperan untuk memberikan kelembapan pada kulit. Pemilik kulit kering biasanya memiliki kelenjar sebaceous yang tidak menghasilkan minyak alami yang cukup sehingga lapisan sebum berkurang dan menjadi kering.

Sementara kulit dehidrasi disebabkan kurangnya air dalam kulit karena asupan cairan tubuh tak terpenuhi dengan baik. Selain kurang minum air, kulit dehidrasi bisa disebabkan penyakit tertentu seperti diare, muntah, demam, berkeringat atau terlalu sering buang air kecil.

Lama Waktu

Lama waktu
Lama waktu/freepik.com

Kulit kering adalah kondisi kulit yang permanen yang bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Biasanya cenderung tidak bisa berubah, hanya saja bisa dilakukan treatment tertentu untuk mengurangi efeknya serta merawat kondisi kulitnya agar tetap sehat.

Sementara kulit dehidrasi adalah kondisi yang reversibel dan juga sementara. Bisa disebabkan karena kurang minum air, aktivitas fisik yang terlalu berat, diuretik dan penyakit tertentu. Apabila dilakukan pengobatan yang tepat, maka kondisi ini bisa segera hilang dan teratasi.

Cara Perawatan

Cara perawatan
Cara perawatan/freepik.com

Kulit kering cenderung tidak bisa disembuhkan, apalagi yang terjadi karena faktor alami seperti genetik. Namun kamu bisa mengatasi efeknya dengan menggunakan pelembab. Hal ini guna menjaga kelembapan kulit agar tidak terlihat kusam dan bersisik. Bagi pemilik kulit kering, perlu memberi perhatian ekstra pada kulit selama cuaca dingin dan kering.  

Kulit dehidrasi bisa disembuhkan, sebab ada penyebab dan kondisi yang bisa diatasi dan diperbaiki. Apabila disebabkan karena kurang air, maka kamu perlu mencukupi kebutuhan air harian.

Namun jika karena penyebab tertentu seperti sakit, maka cara yang efektif adalah menyembuhkan penyakitnya. Seiring dengan kesembuhan tersebut, maka kulit berangsur-angsur menjadi lembab dan cerah kembali. Selain itu kamu bisa gunakan produk kecantikan yang bisa menghidrasi kulit dan membuatnya tetap lembab.

(arm2/arm2)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE