sign up SIGN UP

4 Dampak Buruk Hustle Culture, Budaya Gila Kerja yang Tidak Sehat

Meydiana Adinda | Selasa, 07 Sep 2021 06:45 WIB
4 Dampak Buruk Hustle Culture, Budaya Gila Kerja yang Tidak Sehat
caption

Tentu wajar jika kita bekerja keras dalam pekerjaan agar dapat terus berkembang dan mendapat peningkatan jenjang karir. Namun, bekerja keras tidak sama dengan gila kerja atau workaholic. Gila kerja akan membuatmu terperangkap dalam hustle culture

Dilansir dari laman Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), hustle culture merupakan sebuah gaya hidup di mana seseorang merasa harus terus bekerja keras sehingga membuatnya jarang beristirahat. Seseorang dengan gaya hidup seperti ini berpikir bahwa bekerja tanpa henti akan membuatnya sukses. Dan saat ini, hustle culture menjadi sebuah fenomena yang kerap ditemui pada generasi milenial.

"Tren hustle culture hampir dialami oleh semua pekerja, khususnya pada generasi milenial yang merupakan fresh graduate. Hal ini dilatarbelakangi dengan besarnya tuntutan kebutuhan hidup sehingga mereka harus bekerja sangat keras demi mendapatkan penghasilan besar, walaupun harus mengesampingkan kesehatan," jelas Graheta Rara, seorang psikolog, dilansir dari CNN Indonesia.

Namun, tren gaya hidup seperti ini tentu tidak dapat dibenarkan. Pasalnya, hustle culture dapat membawa dampak buruk bagi dirinya, baik secara fisik maupun mental. Apa saja dampaknya? Simak penjelasan berikut! 

1. Stres Berlebih

Akibat hustle culture
Hustle culture membuat stres/foto: pexels.com/andreapiacquadio

Bekerja berlebihan tentu dapat membuatmu stres lantaran harus berpikir terus menerus tanpa istirahat. Sepanjang hari kamu akan memikirkan jadwal meeting, hasil evaluasi kerja, hingga rencana pekerjaan selanjutnya.

Jika tidak beristirahat, stres yang kamu alami menjadi berkepanjangan hingga memicu banyak masalah lainnya, seperti gangguan kecemasan, depresi, hingga gangguan tidur.

Dilansir dari laman FK Unair, Forbes menyebutkan bahwa terdapat 55% pekerja di Amerika yang mengalami stres akibat pekerjaannya. Sedangkan 14,7% pekerja di Inggris alami gangguan kesehatan mental akibat pekerjaan. Di Indonesia pun mengalami hal serupa, yaitu 1 dari 3 pekerja mengalami gangguan kesehatan mental akibat jam kerja berlebih. 

2. Burnout

Akibat hustle culture
Hustle culture membuat burnout/foto: pexels.com/nataliyavaitkevich

Jika mengalami stres yang berkepanjangan, bukan tidak mungkin kamu mengalami burnout. Burnout adalah kondisi ketika seseorang yang merasa lelah dan tidak bisa bekerja lantaran sangat stres dengan pekerjaanya.

Burnout dapat membuatmu kehilangan semangat bekerja hingga kehilangan minat untuk berinteraksi dengan orang lain. Hal ini tentu dapat menurunkan performa kerjamu sehingga berisiko merugikan karirmu.

3. Jatuh Sakit

Akibat hustle culture
Hustle culture membuat sakit/foto: pexels.com/andreapiacquadio

Bekerja tentu dapat membuat tubuh lelah. Maka dari itu, kita harus beristirahat dengan cukup untuk mengisi kembali energi di tubuh. Lantas bagaimana kondisi tubuh yang dipaksa terus bekerja tanpa henti? Tentu saja bisa "drop" sewaktu-waktu. 

Bekerja berlebihan akan membuatmu lupa makan, lupa istirahat, dan lupa berolahraga. Selanjutnya, tubuh akan menjadi lemah dan gampang terserang penyakit. Dilansir dari laman FK Unair, jumlah pekerja di Jepang yang mengalami stroke dan penyakit jantung meningkat 3x lipat akibat kelelahan bekerja.

4. Kehidupan Tidak Seimbang

Akibat hustle culture
Kerja nonstop akibat hustle culture/foto: pexels.com/cottonbro

Idealnya, kita harus memiliki work-life balance. Seharusnya kita memiliki waktu yang seimbang untuk bekerja, beristirahat, bermain dengan teman, bercengkerama dengan keluarga, hingga quality time dengan diri sendiri. 

Namun, hustle culture akan membuatmu kehilangan keseimbangan tersebut. Kamu harus merelakan semua hal demi pekerjaanmu. Akhirnya, kamu akan kesepian dan kelelahan karena sibuk bekerja sendirian.

Nah, itulah beberapa dampak buruk akibat kebiasaan gila kerja. Bekerja keras itu bagus, tapi jangan sampai terperangkap dalam hustle culture. Ingatlah untuk beristirahat dan menikmati kehidupanmu, Beauties!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id