sign up SIGN UP

LIFE

Serba-Serbi Work From Home, Mana yang Lebih Kamu Rasakan?

Rumaysha Milhania | Minggu, 31 May 2020 04:00 WIB
Serba-Serbi Work From Home, Mana yang Lebih Kamu Rasakan?
caption
Tidak semua orang merasa nyaman dengan kebijakan work from home. Yuk, simak suka duka WFH yang banyak dirasakan para pekerja berikut ini.

Pandemi virus corona memaksa para pekerja untuk melakukan pekerjaan dari rumah. Saat ini, tren bekerja dari rumah atau work from home (WFH) menjadi sangat populer di kalangan masyarakat. Sebagian mengakui bahwa kondisi ini lebih baik dibandingkan dengan rutinitas bekerja di kantor seperti biasa. Namun, banyak pula yang mengeluhkan mekanisme bekerja dari rumah karena membuat mereka kehilangan fokus dan konsentrasi. Nah, berikut ini adalah suka duka selama WFH yang banyak dirasakan para pekerja. Kira-kira kamu merasakannya juga enggak, ya?

Work From Home

Kehidupan memang berubah sangat signifikan saat pandemi virus corona menyebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Salah satunya adalah kebijakan untuk bekerja dari rumah yang dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus di kalangan para pekerja. Namun, apakah semua orang nyaman dan senang dengan kebijakan ini? Yuk, intip suka duka bekerja dari rumah yang dirasakan oleh para pekerja berikut ini.
 


Foto: Istimewa


Suka Duka WFH

Saat melakukan pekerjaan dari rumah, ada banyak perubahan yang dialami oleh para pekerja seputar kehidupan mereka, diantaranya:

        
  • Tidak perlu bangun pagi untuk bersiap ke kantor. Para pekerja bisa bangun tidur 5 menit sebelum jam kerja dimulai.
  •     
  • Jam pulang kerja yang tidak jelas. Sayangnya, tidur sepuasnya tidak berarti mereka mendapatkan waktu tidur yang cukup. Pasalnya banyak dari pekerja yang mengeluhkan bobot pekerjaan yang semakin besar dan banyak. Ini juga ditambah dengan jam pulang kerja yang tidak jelas.
  •     
  • Tak perlu memikirkan waktu perjalanan untuk pulang pergi ke kantor. Banyak pekerja yang mengaku bisa menghemat setidaknya 1-2 jam dalam satu hari karena tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk menunggu kendaraan dan berpergian ke kantor.
  •     
  • Bekerja di rumah dianggap banyak waktu luang. Para atasan berpikir bahwa karyawan yang bekerja dari rumah bisa meluangkan waktu lebih banyak untuk bekerja. Sayangnya, para pekerja malah merasa kewalahan dalam menghadapi bobot kerja yang bertambah.
  •     
  • Bekerja dengan lebih santai di rumah. Beberapa karyawan mengaku lebih rileks untuk melakukan pekerjaan di rumah karena ia bisa menyesuaikan suasana kerja sesuai dengan preferensinya. Ia bisa mendengarkan musik sesukanya hingga makan camilan favoritnya.

Foto: https://www.irishtimes.com/
        
  • Kurangnya tempat layak untuk bekerja. Tidak bisa dipungkiri, para pekerja membutuhkan ruang yang layak untuk bekerja, seperti kursi dan meja yang memberikannya kenyamanan untuk beraktivitas di depan layar laptop. Sayangnya, ini tidak ada di rumah semua orang. Alhasil, para pekerja mengeluhkan punggung yang sakit dan leher yang berat karena posisi bekerja yang kurang ergonomis.
  •     
  • Memiliki banyak waktu untuk keluarga. Banyak pekerja yang mengaku bahwa mereka bisa lebih banyak meluangkan waktu untuk anak-anak dan pasangan selama WFH.
  •     
  • Sulit fokus karena mengurus anak. Selama WFH, anak-anak yang juga libur sekolah kerap membuat mereka kesulitan dalam melakukan pekerjaan. 


Nah, itulah beberapa suka dan duka bekerja dari rumah. Kira-kira kamu merasakannya juga, enggak?



(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id