sign up SIGN UP

ENTERTAINMENT

Tuai Pro Kontra! Ini Alasan Lesti Kejora Jadi Wanita Tercantik ke-5 di Dunia

Budi Rahmah Panjaitan | Kamis, 24 Dec 2020 15:00 WIB
Tuai Pro Kontra! Ini Alasan Lesti Kejora Jadi Wanita Tercantik ke-5 di Dunia
caption

Dinobatkannya Lesti Kejora sebagai wanita tercantik kelima di dunia versi Top Beauty World memang mendatangkan sejumlah pro dan kontra. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya netizen yang berkomentar nyinyir terkait hasil penilaian yang telah dilakukan.

Tidak sedikit pula yang merasa aneh dan mempertanyakan bagaimana bisa pelantun “Kulepas dengan Ikhlas” tersebut bisa menyalip peringkat pesohor top dunia seperti Lisa Blackpink, Kendal Jenner, Aishwarya Rai dan yang lainnya.

Mengetahui berbagai komentar pedas yang dilayangkan banyak netizen, TB World selaku penyelenggara pun akhirnya buka suara dengan memberikan penjelasan lengkap terkait keputusan yang  telah mereka ambil. Apa saja penjelasan yang diberikan? Simak selengkapnya di bawah ini.

Tegaskan Standar Penilaian

Lesti Kejora dinobatkan sebagai wanita tercantik kelima dunia oleh TB World/instagram.com/lestykejora
Lesti Kejora/instagram.com/lestykejora

Setelah resmi merilis nama-nama wanita tercantik dunia versinya, Top Beauty World memang  seakan diserang oleh banyak netizen. Ya, banyak yang mempertanyakan penilaian seperti apa yang diberikan hingga Lesti Kejora bisa menempati urutan kelima sebagai wanita tercantik di dunia.

Menanggapi hal tersebut, melalui akun instagram resminya @topbeautyworld.official memberikan penjelasan bahwa standar penilaian yang mereka gunakan ada tiga, yaitu 50% rasio wajah (5000 poin), 30% hasil votes (3000 poin) dan 20% global beauty standar 2020 (2000 poin).

Lesti sendiri meraih poin untuk rasio wajah sebesar 4207/5000, untuk votes 3000/3000 dan untuk global beauty standar sebesar 1941/2000. Dari hasil ini, Lesti berhasil mengumpulkan poin sebanyak 9148 yang membuatnya bertengger di posisi ke-5 wanita tercantik di dunia versi Top Beauty World.

Tunjukkan Detail Penilaian Lesti Kejora

Lesti Kejora usai dinobatkan menuai pro kontra oleh netizen/instagram.com/topbeautyworld.official
Lesti Kejora/instagram.com/topbeautyworld.official

Tidak hanya memberikan penjelasan lewat kalimat, Top Beauty World juga menunjukkan detail penilaian wajah Lesti melalui gambar. “Ini adalah data untuk Lesti Kejora, jika itu tidak sesuai dengan standarmu sendiri atau standar negaramu, itu tidak akan mengurangi fakta bahwa itu adalah rasio (wajah sempurna) global.

Dia adalah salah satu wajah terbaik dari 70 wajah yang dianalisa menggunakan rasio wajah ideal global untuk 300 nama” tulis pihak penyelenggara dilansir dari Wollipop.detik.com, 22 Desember 2020.

Lesti Masuk Kriteria Golden Face

Lesti Kejora masuk kriteria golden face/instagram.com/topbeautyworld.official
Lesti Kejora/instagram.com/topbeautyworld.official

Secara lebih mendetail, Top Beauty World selaku pihak penyelenggara juga memberikan penjelasan mengenai penilaian yang mereka lakukan. Usut punya usut, Lesti sendiri masuk dalam kriteria golden face setelah dilakukan penilaian dari segi golden ratio yang mengambil bobot sebanyak 50%. Rasio ini digunakan oleh Julian De Silva selaku ahli bedah kosmetik di London.

Apaun ratio golden tersebut merupakan rasio matematika. Fokus yang diambil adalah di bagian bedah hidung, mata, leher dan juga wajah. Dari situ kemudian akan dapat ditentukan kecantikan wanita berdasar pada golden ratio.

Tanggapi Sikap Netizen

Lesti Kejora mendapatkan beragam komentar usai dinobatkan sebagai wanita tercantik nomor 5 dunia/instagram.com/lestykejora
Lesti Kejora/instagram.com/lestykejora

Tidak bisa dipungkiri, tampaknya netizen memang menjadi pihak pertama yang paling keberatan dengan hasil yang telah diumumkan Top Beauty World. Ya, mengetahui hal tersebut, Top Beauty World selaku pihak penyelenggara pun tidak tinggal diam.

Top Beauty memberikan celetukan pedas lewat serangkaian kalimat bertuliskan “Kami tidak meminta untuk mengikuti akun kami atau hal lain seperti itu. Kami berulang kali menyebut nama-nama ahli bedah, situs kerja, dan penelitian kami. Jika kalian tidak menyukainya, lewati saja dan ikuti apa yang kalian suka untuk menghindari timbulnya kesalahpahaman” tulisnya.

Dari penjelasan ini, dapat dilihat bahwa pihak penyelenggara merasakan adanya ketidaknyamanan atas ragam komentar pedas yang dilayangkan kepada mereka terkait hasil penilaian.

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id