sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Faktor Seseorang Selingkuh, Sudah Tahu?

Henny Alifah | Jumat, 26 Jun 2020 23:00 WIB
Faktor Seseorang Selingkuh, Sudah Tahu?
caption

Sebenarnya, ada banyak sekali alasan mengapa seseorang selingkuh. Gail Saltz, MD, associate professor psikiatri di NY Presbyterian Hospital Weill-Cornell School of Medicine sekaligus host podcast Personology, mengungkapkan setidaknya ada delapan alasan umum seseorang bisa selingkuh, sebagaimana yang dilansir dari Women's Health seperti berikut ini. 

1. Tak lagi cinta

Ilustrasi: pasangan yang tak lagi cinta
Faktor Selingkuh/ Foto: Freepik. com

Pertama-tama, faktor selingkuh yang paling utama biasanya karena mereka tak lagi cinta kepada pasangannya, mungkin memudar karena bosan hingga akhirnya hilang sepenuhnya. Mereka mungkin ingin mengakhiri hubungan, tetapi terlalu takut untuk berbicara atau lebih suka menghindari konflik daripada menghadapinya secara langsung.

Jadi, alih-alih memutus hubungan, mereka justru tetap mempertahankan kehidupan nyamannya yang sekarang lalu pergi dan menjalin hubungan baru dengan orang lain.


2. Merasa diabaikan

Ilustrasi: faktor selingkuh karena diabaikan pasangan
Faktor Selingkuh/ Foto: Freepik. com

Karena diabaikan, mereka pun akhirnya merasa kesepian. Pada awal mula hubungan, seringkali semuanya tampak indah. Namun seiring berjalannya waktu, mungkin mereka sulit untuk mempertahankan perasaan cinta, mungkin tidak lagi ada banyak hadiah atau pujian lagi. Bagi sebagian orang, kondisi ini menyebabkan frustasi dan akhirnya mereka memilih untuk mencari perhatian di tempat lain.

3. Luapan amarah atau balas dendam

Ilustrasi: faktor selingkuh karena balas dendam
Faktor Selingkuh/ Foto: Freepik. com

Ketika salah satu pasangan selingkuh, yang lain mungkin tergoda untuk membalasnya dengan melakukan hal yang sama. Menurut mereka, tindakan balas dendam semacam ini akan membuat pasangannya mengerti betapa menyakitkannya diselingkuhi. Tetapi, Saltz mengatakan hal ini jarang terjadi. Jikalau terjadi, pasti akan membuat hubungan jadi jauh lebih buruk.

4. Ada kebutuhan yang tidak terpenuhi

Ilustrasi: faktor selingkuh karena ada kebutuhan yang tidak terpenuhi
Faktor Selingkuh/ Foto: Freepik. com

Kebutuhan yang dimaksud di sini dapat merujuk pada apa pun, mulai dari kebutuhan seksual hingga kebutuhan emosional. Menurut pengamatan Saltz, bagi pria biasanya merujuk pada kebutuhan seksual, dan bagi wanita biasanya merujuk pada kebutuhan emosional seperti misalnya ketika pasangan mereka tidak muncul di momen-momen penting.

5. Tidak percaya diri

Ilustrasi: faktor selingkuh karena tidak percaya diri
Faktor Selingkuh/ Foto: Freepik. com

Ketidakpercayaan diri juga jadi faktor selingkuh. Ketika tidak mendapat penghargaan atau penghormatan yang seharusnya dari pasangan, mereka kemudian memutuskan untuk mencarinya di tempat lain. Jalan selingkuh pun diambil karena menurut mereka itu dapat mengembalikan harga diri atau kepercayaan diri mereka.

6. Fobia terhadap komitmen

Ilustrasi: faktor selingkuh karena fobia komitmen
Faktor Selingkuh/ Foto: Freepik. com

Faktor selingkuh juga mungkin berasal dari rasa fobia terhadap komitmen. Untuk meredam ketakutannya, yang mana seperti terjebak dalam hubungan, mereka pun akhirnya memilih untuk selingkuh karena itu memberikan mereka perasaan bebas dari jebakan.

Secara teknis, tindakan mereka mungkin benar, tetapi ini menempatkan hubungan mereka dalam bahaya, dan pada akhirnya mempertaruhkan keberlangsungan hubungan. 

7. Alkohol

Ilustrasi: faktor selingkuh karena minum alkohol
Faktor Selingkuh/ Foto: Freepik. com

Meskipun alkohol dapat mendorong orang untuk bertindak hingga lewat batas. Dan, alkohol dapat mendorong siapa saja untuk melakukan hal-hal yang sudah direnungkan atau dipikirkan sebelumnya, termasuk pikiran untuk selingkuh.

8. Bosan atau ingin mencoba pasangan seksual yang baru

Ilustrasi: faktor selingkuh karena bosan atau ingin mencoba pasangan seksual yang baru
Faktor Selingkuh/ Foto: Freepik. com

Satu lagi faktor selingkuh yang juga umum terjadi, hasrat seksual. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, mereka mungkin tidak terpenuhi kebutuhan seksualnya sehingga ingin mencoba dengan pasangan lain. Tetap saja, selingkuh karena hal ini tidak bisa dimaafkan. Alih-alih mencari pasangan baru, mereka seharusnya berkompromi dengan pasangan, mencari penyelesaian bersama untuk menyelamatkan hubungan dari kegagalan.

(hld/hld)

Our Sister Site

mommyasia.id