sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Psikolog Ungkap Alasan di Balik Perilaku Bucin

tjitradewi | Kamis, 20 May 2021 21:15 WIB
Psikolog Ungkap Alasan di Balik Perilaku Bucin
caption

Istilah bucin alias budak cinta menjadi bahasa gaul atau slang yang banyak digunakan belakangan ini. Bucin sendiri merupakan perilaku seseorang yang terbutakan oleh cinta, ia rela melakukan apa saja untuk menyenangkan pasangan atau seseorang yang dikaguminya. 

Biasanya, perilaku ini terjadi saat seseorang sedang menjalin hubungan tahap awal atau biasa disebut honeymoon phase. Antar jemput pasangan hingga berpuluh-puluh kilometer, membelikan makanan kesukaan, rela tak hadir dalam aktivitas penting demi menemani si dia menjadi contoh perilaku bucin. Lantas, apa yang mendasari seseorang berperilaku demikian?

Ilusi positif membuat seseorang dibutakan oleh cinta.
Ilusi positif membuat seseorang dibutakan oleh cinta. (Freepik)

Menurut website Psychology Today, cinta seringkali membutakan seseorang. Kita cenderung melihat orang yang kita cintai sebagai sosok sempurna dan menampikan sifat-sifat dan hal-hal buruknya. Hal ini disebut dengan ilusi positif oleh para ahli. 

Umumnya, perilaku ini lebih banyak dilakukan oleh pria dibanding wanita. Sebuah studi mengungkap bahwa lagu-lagu cinta lebih banyak menggambarkan sosok perempuan sebagai "angel" alias malaikat dan padanan kata surgawi lainnya. Jarang kita temukan lagu yang memuja-muja laki-laki.

Pria cenderung lebih bucin dibanding wanita.
Pria cenderung lebih bucin dibanding wanita. (Freepik)

Perilaku bucin yang didasari oleh cinta buta ini juga terbentuk karena seseorang belum sepenuhnya mengenali pasangannya. Dalam hubungan yang umurnya masih tergolong baru, seseorang belum cukup mendapatkan informasi mengenai pasangannya. Alhasil, hal ini membuat seseorang tersebut memfilter hanya informasi positif mengenai pasangannya. 

Saat tahap pendekatan seseorang cenderung melihat baik-baiknya saja.
Saat tahap pendekatan seseorang cenderung melihat baik-baiknya saja. (Freepik)

Hal inilah yang juga mendasari mengapa banyak pasangan terkejut saat menikah. Saat intensitas bertemu semakin sering dan tidak ada ruang untuk berpura-pura, informasi mengenai pasangan pun akan semakin banyak didapatkan dan membuat seseorang tersebut makin realistis melihat pasangannya dan tak lagi berdasar pada ilusi positif. Oleh karena itu perilaku bucin kerap ditemui pada pasangan dalam tahap pendekatan atau pacaran, dibanding mereka yang sudah menikah.

Terdapat pasangan yang masih romantis hingga tua.
Terdapat pasangan yang masih romantis hingga tua. (Freepik)

Meski demikian, terdapat sejumlah pasangan masih bucin hingga sudah berusia tak lagi muda. Biasanya, pasangan ini dari awal tak terlalu dibutakan oleh cinta dan masih memandang pasangan dengan logikanya. Hal ini membuat mereka tak terkejut dengan hal-hal buruk yang dimiliki oleh pasangan saat bertambahnya usia pernikahan mereka.

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id