sign up SIGN UP

Butik Hermes di Beijing dan Shanghai Didemo Pelanggannya! Ada Apa?

Rayoga Firdaus | Sabtu, 07 Aug 2021 14:00 WIB
Butik Hermes di Beijing dan Shanghai Didemo Pelanggannya! Ada Apa?
caption
Jakarta -

Salah satu butik Hermès di Beijing SKP, China di demo oleh salah seorang pelanggannya yang merasa kecewa dengan taktik penjualan yang digunakan oleh label fashion asal Prancis tersebut sembari memegang papan bertuliskan yang bila diartikan "Rubbish Hermès ".Strategi penjualan yang dimaksud adalah Peihuo. Situs Pursebop menjelaskan, Peihuo adalah sebuah sistem di mana Hermès mewajibkan kepada pelanggan untuk membeli sejumlah barang dari koleksi lain terlebih dahulu semisal pakaian atau sepatu jika ingin hendak membeli koleksi tas ikonik mereka seperti Birkin atau Kelly.

Aksi protes di depan butik HermesAksi protes di depan butik Hermes/ Foto: Image Credit: “DZ” on Xiaohongshu

Hermès sendiri enggan mengakui perihal ini namun di kalangan mereka yang memang sudah menjadi pelanggan tetap ini sudah menjadi rahasia umum. Bahkan di YouTube banyak beredar video yang mengupas tentang strategi bagaimana bisa mendapatkan tas Birkin dan Kelly tanpa melewati proses antrian atau istilah gampang nya pre order. Salah satunya adalah rajin membeli koleksi selain tas, yang dianggap sebagai bentuk pembuktian kapabilitas dan loyalitas si pembeli.

Tas Hermes BirkinTas Hermes Birkin/ Foto: GETTY IMAGES / TIMOTHY A. CLARY / AFP

Hermès memang tidak pernah memproduksi secara massal kedua kreasi tas legendarisnya, Birkin dan Kelly, tersebut. Karena kedua tas tersebut hanya dibuat oleh tangan-tangan ahli artisan mereka. Dalam pembuatannya pun Hermès mengedepankan kualitas ketimbang kuantitas sehingga dalam setiap pengerjaan satu tas saja bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan bulan. Faktor lain tentu saja, demi menjaga eksklusivitas. Semakin banyak permintaan tentu akan semakin meningkat pula harga. Apalagi para calon pembelinya ini rela membayar mahal dan mau menunggu. Dan dengan menerapkan taktik Peihuo menjadi satu cara Hermes untuk menghasilkan cash flow.

Antrian di depan butik HermesAntrian di depan butik Hermes/ Foto: Jing Daily

Jing Daily juga melaporkan bahwa aksi protes ini mendapat dukungan dari netizen China. Bahkan terjadi aksi susulan di butik Hermès di Shanghai IFC. Pendemo tersebut mengatakan ia telah menghabiskan sebanyak 150.000 yuan atau setara Rp332 juta membeli sebuah produk atas saran dari sales advisor sebagai syarat membeli tas, namun pada akhirnya ia tetap gagal mendapatkan tas yang diinginkannya.

Meski ramai dibicarakan dan ditentang kecil kemungkinan akan timbul dampak yang lebih serius bagi Hermès . Mengingat belum ada aksi serupa di negara lain, meski harus diakui China adalah salah satu pasar terbesar untuk para pengusaha barang mewah saat ini. Apalagi beberapa penggemar dari label tersebut juga merasa tidak keberatan dengan strategi yang diterapkan dan menilai hal tersebut adalah wewenang Hermès dalam menjalankan bisnisnya.

Bagaimana menurutmu Beauties?

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id