sign up SIGN UP

ENTERTAINMENT

Film Indonesia 2010-an yang Berhasil Menyabet Penghargaan Internasional

Munjidah Hamsa | Senin, 10 Aug 2020 22:00 WIB
Film Indonesia 2010-an yang Berhasil Menyabet Penghargaan Internasional
caption
Jakarta -

Prestasi dari karya anak Indonesia emang nggak pernah bikin kita berhenti kagum. Ada banyak karya membanggakan dengan segudang prestasi yang membuktikan bahwa karya anak bangsa punya kualitas yang tinggi, termasuk karya di industri film Indonesia.

Meski telah menunjukkan kualitasnya dengan berhasil menyabet banyak penghargaan di festival film internasional sejak tahun 2000-an, tapi belakangan di dekade 2010-an, para pelaku industri film Indonesia juga nggak berhenti bikin kita bangga dengan semakin banyak karya yang berhasil masuk dan mendapatkan penghargaan, baik di festival film maupun ajang penghargaan film bertaraf internasional. Apa aja ya film yang berhasil berprestasi di skala internasional? Simak yuk!

Sang Pemimpi (2010)

Sang Pemimpi (2010), sekuel dari film Laskar Pelangi
Film Sang Pemimpi/ sumber: https://www.instagram.com/imeldaachsanpublicity/

Film sekuel kedua dari film Laskar Pelangi ini berhasil menyabet tiga Castle Award dalam Castellinaria International Film Festival di Swiss. Selain itu, film ini juga berhasil mendapatkan penghargaan di festival film Singapura dan Italia.

The Raid (2011)

Film The Raid (2011) berhasil diputar di beberapa layar lebar internasional.
Film The Raid/ sumber: https://www.instagram.com/cinemasocietypr/

Film The Raid berhasil diputar di layar lebar Amerika Serikat, Korea, Cina, Kanada, Inggris, Jerman, dan masih banyak lagi ini telah sukses mendapatkan penghargaan “Audience Award” di Festival Film Internasional Dublin Jameson dan “Best Film” di Dublin Film Critics Circle pada tahun 2012.

Senyap: The Look of Silence (2012)

Film Senyap: The Look of Silence (2012) berhasil masuk di festival film internasional.
Film Senyap: The Look of Silence/ sumber: https://www.instagram.com/lucky_r12/

"Senyap: The Look of Silence" merupakan film dokumenter karya Joshua Oppenheimer yang berhasil masuk penghargaan film dan festival film internasional seperti Berlin International Film Festival, Busan International Film Festival, dan masih banyak lagi, serta telah berhasil masuk nominasi Oscar untuk kategori Film Dokumenter Terbaik pada 2016 silam.

Modus Anomali (2012)

Film Modus Anomali (2012) bersinar di kancah film Asia.
Film Modus Anomali/ sumber: https://www.instagram.com/hannahalrashid/

Film Modus Anomali (2012) karya Joko Anwar ini berhasil mendapatkan Bucheon Award dari Network of Asian Fantastic Film.

Jalanan (2013)

Film Jalanan (2013) berhasil masuk di beberapa festival film internasional.
Film Jalanan/ sumber: https://www.instagram.com/askomik_/

Film yang disutradarai Daniel Ziv ini berhasil meraih Magnolia Award di Shanghai International TV Festival 2014, Macenat Award di Busan International Film Festival 2013, dan masuk di Melbourne International Film Festival dan Edmonton International Film Festival.

Turah (2016)

Film Turah (2016) bersinar di kancah film Asia.
Film Turah/ sumber: https://www.instagram.com/filmturah/

Film dengan bahasa Tegal ini merupakan karya Wicaksono Wisnu Legowo. Turah berhasil masuk dan mendapatkan penghargaan di Geber Award dan Netpac Award dalam Jogja-NETPAC Asian Film Festival, dan masuk di Singapore International Film Festival.

Pengabdi Setan (2017)

Film Pengabdi Setan (2017) berhasil tayang di beberapa negara dan mendapatkan banyak penghargaan di film festival internasional.
Film Pengabdi Setan/ sumber: https://www.instagram.com/pengabdisetan_official/

Pengabdi Setan merupakan film karya Joko Anwar pada 2017 lalu. Film ini berhasil tayang di 42 negara. Tidak berhenti di situ saja prestasinya, Pengabdi Setan berhasil masuk ke 40 festival film internasional dan berhasil menyabet “Best Horror Movie” di Toronto After Dark Film Festival, Overlook Film Festival, dan Popcorn Frights Film Festival.

Sekala Niskala (2017)

Film Sekala Niskala (2017) berhasil menyabet banyak penghargaan di festival film internasional.
Film Sekala Niskala/ sumber: https://www.instagram.com/ssseruni/

Sekala Niskala merupakan film alternatif karya Kamila Andini. Film yang dirilis pada 2017 ini berhasil diputar di Busan International Film Festival, Toronto International Film Festival, dan Jogja-NETPC Asian Film Festival.

Film Sekala Niskala berhasil menyabet “Best Feature” pada Asia Pacific Screen Awards, Jogja-NETPAC Asian Film Festival, dan Tokyo FILMeX di tahun 2017, dan berhasil menyabet prestasi yang sama pada Adelaide Film Festival, Berlin International Film Festival, QCinema International Film Festival, dan Shanghai International Film Festival di tahun 2018.

Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)

Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak berhasil tayang di 19 negara dan mendapatkan 17 piala dan 24 nominasi penghargaan skala internasional.
Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak/ sumber: https://www.instagram.com/boxofficemovie_/

Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak merupakan karya Mouly Surya. Film ini telah tayang di 19 negara dan berhasil mengumpulkan 17 piala dan 24 nominasi penghargaan. Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak yang dirilis pada 2017 lalu telah mencuri banyak perhatian sineas dunia di antaranya: Festival Film Sitges, Tokyo FILMeX, dua piala Asia-Pacific Film Festival, Five Flavours Asian Film Festival, Jogja-NETPAC Asian Film Festival, dan QCinema International Film Festival.

Kado (2018)

Film Kado (2018) berhasil masuk Sundance International Film Festival dan menang di Venice International Film Festival.
Film Kado/ sumber: https://www.instagram.com/goodafternoon_net/

Film pendek karya Aditya Ahmad ini berhasil masuk di layar lebar Amerika Serikat dalam Sundance International Film Festival dan berhasil mendapatkan penghargaan Film Pendek Terbaik dalam Venice International Film Festival 2018.

Kucumbu Tubuh Indahku (2018)

Film Kucumbu Tubuh Indahku (2018) berhasil bersinar di kancah fil dalam negeri dan luar negeri.
Film Kucumbu Tubuh Indahku/ sumber: https://www.instagram.com/menuliskan/

Film karya Garin Nugroho ini berhasil mendapatkan penghargaan nasional dan internasional. Kucumbu Tubuh Indahku yang dirilis pada 2018 telah berhasil meraih 13 piala penghargaan dari 5 festival film internasional sebagai “Best film” di Venice Independent Film Critic, Festival Des 3 Continents, dan Asia Pacific Screen Awards pada 2018, dan meraih piala di International Cinephile Society Awards dan Guadalajara International Film Festival pada 2019.

Wah, ternyata banyak banget ya film karya sineas Indonesia di 2010-an yang berhasil menyabet penghargaan dan masuk di banyak festival film internasional. Yuk, ramaikan film karya anak bangsa di dekade 2020-an ini ya, agar semakin banyak prestasi film Indonesia yang tertoreh di kancah dunia!

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id