6 Hal Penting yang Perlu Kamu Perhatikan Saat Melakukan Proning Position
Sempat ramai teknik proning position yang dikaitkan dengan isu kelangkaan tabung oksigen, yang tengah terjadi di mana-mana. Penyebabnya tidak lain karena angka penderita covid-19 yang semakin naik setiap harinya.
Virus covid-19 yang menyerang organ pernapasan manusia membuat para penderitanya terpaksa harus menggunakan alat bantu pernapasan seperti tabung oksigen. Namun, karena meningkatnya penjualan, tidak sedikit orang yang tidak kebagian tabung oksigen dan mencari jalan alternatif dengan mengaplikasikan teknik proning pada pasien yang kadar oksigen atau saturasinya sedang turun.
Dikutip dari laman detikHealth, menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR, proning position dapat membantu membuka area di sekitar paru-paru sehingga oksigenasi dapat berjalan lebih maksimal.
Berdasarkan sebaran informasi dari laman Ministry of Health & Family Welfare Government of India, terdapat beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, ketika akan menerapkan posisi ini, di antaranya:
Jangan Panik dan Kendalikan Diri
![]() Jangan panik agar dapat mengendalikan diri/freepik.com/cookie_studio |
Mengalami saturasi rendah memang jadi hal yang cukup menyiksa bagi penderitanya. Pasalnya para penderita atau pasien akan mengalami kesulitan bernapas karena menurunnya suplai oksigen dalam darah. Agar situasi dapat terkendali sebisa mungkin kendalikan dirimu agar tidak panik. Melakukan hal dalam keadaan panik justru hanya akan memperparah situasi.
Hindari Melakukan Proning Position Satu Jam Setelah Makan
![]() Hindari makan sebelum melakukan prosisi proning/Freepik.com/jcomp |
Perlu diingat, melakukan proning position artinya menempatkan diri dalam berbaring salah satunya telungkup. Sebagaimana kamu tahu Beauties, tubuh juga membutuhkan waktu untuk mencerna makan. Jadi, sebisa mungkin jangan lakukan posisi ini jika kamu baru saja selesai makan. Karena jika kamu tetap melakukannya, perut akan tertekan, alhasil malah membuatmu tidak nyaman.
Hal Penting yang Perlu Kamu Perhatikan Saat Melakukan Proning Position Berikutnya:
Foto: Pavita Sevilla
Lakukan Hanya Sebanyak yang Dapat Ditoleransi Tubuh
![]() Pertahahankan posisi proning semampumu/Freepik.com/tirachardz |
Melakukan total waktu proning position sewajarnya adalah 30 menit – 2 jam, dan waktu terbaik untuk melakukannya adalah tidak lebih dari 30 menit per posisi. Namun jika kamu merasa tidak nyaman dengan posisi yang sudah disesuaikan maka, kamu bisa ubah posisi proningmu ya, Beauties.
Terlalu Lama
![]() Terlalu lama melakukan proning position/freepik.com/Racoll_studio |
Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa teknik proning sewajarnya dilakukan maksimal 2 jam. Namun di sisi lain, banyak orang yang mungkin terlalu nyaman dengan satu posisi dan mampu bertahan hingga terlalu lama karena merasa nyaman. Jadi, pastikan posisi dan waktu yang kamu terapkan sudah sesuai dengan prosedur yang ada ya Beauties.
Menyesuaikan Posisi Bantal
![]() Sesuaikan posisi bantal demi kenyamanan/freepik.com/user18526052 |
Beauties, posisi bantal memang sudah selayaknya disesuaikan dengan prosedur yang ada. Namun, jika kamu merasa ada yang kurang, kamu dapat menyesuaikannya sedikit. Ini bertujuan untuk mengubah area tekanan dan memberi kenyamanan pada pasien. Tapi, jangan sampai menyalahi aturan ya Beauties.
Pantau Setiap Luka dan Cedera yang Sedang Dialami
![]() Pantau setiap cidera pada pasien/freepik.com/wayhomestudio |
Beauties, melakukan proning position salah satunya adalah menempatkan pasien dalam keadaan telungkup dengan menekan beberapa titik seperti leher, perut dan tulang kering menggunakan bantal. Hal ini tidak menutup kemungkinan dapat menekan titik cedera atau luka yang sedang di alami oleh pasien.
Untuk itu, kamu harus selalu memantau luka atau cedera, terutama di sekitar tonjolan tulang, agar luka atau cedera tidak semakin parah.
Beauties, penurunan saturasi memang dapat diatasi dengan melakukan teknik proning. Namun jika pasien tidak kunjung membaik, sebaiknya segera hubungi dokter untuk penanganan yang lebih lanjut.





