sign up SIGN UP

LIFE

Stop Bangun Siang Jika Tak Ingin Dampak Buruk Kesehatan Ini Mengintai

Esra Dopita | Kamis, 28 May 2020 00:00 WIB
Stop Bangun Siang Jika Tak Ingin Dampak Buruk Kesehatan Ini Mengintai
caption
Kebiasaan bangun siang ternyata memiliki efek buruk bagi kesehatan. Para generasi muda yang memiliki kebiasan ini perlu mengubahnya.

Masa karantina dan work from home (WFH) atau kerja dari rumah akibat pandemi virus corona membuat rutinitas menjadi lebih santai. Namun, tak jarang menimbulkan kebiasaan buruk, salah satunya bangun siang hari. Meski waktu tidurmu terpenuhi enam sampai delapan jam, tetap saja kebiasaan bangun siang hari berdampak buruk bagi kesehatan. Apa saja? Simak lima efek buruk bangun siang hari bagi kesehatan dikutip dari berbagai sumber.


Badan Lesu




Foto: https://unsplash.com/@entersge

Badan lesu mungkin hampir dialami  semua orang setiap bangun tidur. Namun, badan lesu akibat bangun siang berbeda dengan bangun tidur biasa. Bangun siang hari akan membuat badan lebih lesu berkepanjangan. Akibatnya, kamu akan malas melakukan aktivitas apapun. Hal ini karena sistem metabolisme tubuh masih bekerja dalam mode malam hari. Karena itu, perlu beradaptasi terlebih dulu sebelum berfungsi normal. 


Mudah Sakit Kepala




Foto: https://unsplash.com/@element5digital

Tidur larut malam berdampak pada bangun tidur siang hari. Sama dengan tidur terlalu lama, bangun siang juga bisa berisiko membuat sakit kepala. Hal ini karena kamu kekurangan waktu tidur dan tubuh masih membutuhkan waktu istirahat pada jam normal. Selain itu, bangun siang hari membuat kondisi otak kurang fresh sehingga timbul sakit kepala. Perlu diketahui, waktu tidur malam yang ideal paling lama pukul 22.00 dan tidak lewat dari pukul 24.00.



Metabolisme Terganggu




Foto: https://health.detik.com

Bangun siang juga berdampak bagi metabolisme tubuh. Sistem metabolisme tubuh bakal terganggu karena tidak berfungsi sesuai dengan ritmenya. Pasalnya, pukul 05.00-07.00 merupakan waktu tubuh membuang berbagai kotoran. Lantaran kamu masih tidur, tubuh menjadi tidak dapat membuang kotoran, baik buang air besar maupun kecil. Tak hanya itu, tubuh juga merasakan lapar dalam jangka lama. Akibatnya, mengganggu sistem metabolisme tubuh.


Obesitas




Foto: https://unsplash.com/@iyunmai

Bangun tidur kesiangan tentu  mengganggu waktu makan. Jam tubuh untuk makan menjadi bergeser, bahkan terlewat. Misalnya, tubuh menjadi melewatkan waktu sarapan. Akibatnya, selain mengganggu waktu makan, nafsu makan menjadi bertambah dua kali lipat. Pada siang hari, kamu menjadi mengonsumsi makanan lebih banyak. Bukan tak mungkin hal ini bisa berdampak buruk pada kenaikan berat badan yang akhirnya mengakibatkan obesitas. 


Rentan Pikun




Foto: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3733003/bisakah-demensia-sebabkan-kematian-ini-penjelasan-pakar

Sebuah penelitian di California Pasific Medical Center Research Institute menemukan bahwa kebiasaan bangun siang telah dikaitkan dengan risiko mengalami pikun lebih cepat atau lebih rentan. Hal ini dikaitkan dengan jam biologis atau ritme sirkardian. Jam biologis ini mengatur pola tidur serta siklus beraktivitas sehari-hari. Alhasil, mereka yang bangun siang hari dan kurang aktif pada pagi hari berisiko 80 persen lebih besar mengalami pikun ringan. 


(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id