sign up SIGN UP

ENTERTAINMENT

5 Film Korea Berdasarkan Kisah Kejahatan di Negaranya

Intan Dwi | Selasa, 22 Dec 2020 10:00 WIB
5 Film Korea Berdasarkan Kisah Kejahatan di Negaranya
caption
Jakarta -

Industri perfilman di Korea Selatan sepertinya menjadi salah satu yang ahli dalam pembuatan film berbagai genre dan salah satunya genre thriller-crime. Dalam memproduksi, industri film mereka tidak perlu diragukan lagi karena benar-benar tak tertandingi.

Industri perfilman negeri ginseng itu juga suka menggarap film-film yang berdasarkan kisah nyata. Seperti lima film ini yang ceritanya berdasarkan kisah kejahatan yang nyata di Korea Selatan.

Memories of Murder (2003)

[Gambas:Youtube]

Film ini berlatar waktu pada tahun 1986, dimana saat itu penduduk kota Hwaseong, Korea Selatan, dibuat geger dengan adanya sebuah kasus misterius. Kasus tersebut adalah seorang wanita muda yang ditemukan diperkosa dan dibunuh secara brutal.

Beberapa bulan kemudian ditemukan kembali serangkaian pemerkosaan dan pembunuhan serupa dengan kasus sebelumnya, tak jauh dari lokasi kasus pertama. Kasus pemerkosaan dan pembunuhan ini pun terjadi sejak pertengahan dekade 1080-an hingga awal 1990-an.

Beberapa dekade kemudian tersangka bernama Lee Chun Jae, seorang pria berusia 50 tahunan pun ditangkap setelah mengakui tindakan jahatnya. Namun yang membuat masyarakat terkejut adalah pelaku tidak benar-benar lansung ditangkap setelah mengakui tindakannya.

The Case Of Itaewon Homicide (2009)

[Gambas:Youtube]

Itaewon menjadi tempat paling populer dan trendi di Korea Selatan, tapi sebelum menjadi tempat yang populer terdapat sebuah kasus pembunuhan di Itaewon. Pada tahun 1997, seorang mahasiswa berusia 22 tahun terbunuh dalam sebuah pesta.

Mahasiswa itu bernama Jo Jung Pil dari Universitas Hongik, yang bertengkar dengan beberapa remaja di restoran cepat saji di Itaewon, Korea Selatan. Jo Jung Pil pun kemudian ditemukan tewas setelah ditikam di toilet restoran cepat saji tersebut.

Saat itu ada dua pemuda bernama, Arthur Patterson dan Edward Lee, yang dicurigai sebagai pembunuhnya namun keduanya saling menyalahkan atas kejadian tersebut. Setahun kemudian mereka pun dibebaskan karena kurangnya bukti. Pada 2016, Arthur dinyatakan bersalah atas pembunuhan dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Silenced (2011)

[Gambas:Youtube]

Film ini diadaptasi dari sebuah novel karya Kong Ji Yong dengan judul yang sama dan juga berdasarkan kisah nyata yang terjadi di Korea Selatan. Menceritakan tentang seorang guru baru yang bekerja di Gwangju Inhwa School, sebuah sekolah asrama untuk siswa tunarungu.

Namun, selama mengajar di sana guru tersebut menemukan hal tidak terduga yang dialami oleh siswa-siswanya. Rupanya anak-anak tersebut merupakan korban pelecehan seksual oleh seorang penjahat yang menyamar sebagai guru.

Berdasarkan investigasi yang dilakukan pada tahun 2005, kejahatan pelecehan seksual ini terjadi sejak tahun 2000-2007 silam. Pengadilan setempat pun menghukum salah satu pelaku selama 12 tahun penjara dan pelaku lainnya hanya dihukum dengan melakukan berbagai pemeriksaan ulang. Imbasnya, sekolah tersebut pun ditutup dua bulan setelah perilisan film ini.

Hope (2013)

[Gambas:Youtube]

Hope juga menjadi salah satu film berdasarkan kisah kejahatan nyata yang paling terkenal di Korea Selatan. Mengisahkan tentang kehidupan Sowon, pada tahun 2008 seorang gadis berumur 8 tahun itu dilecehkan secara seksual dan brutal oleh seorang pria berusia 57 tahun.

Kejahatan tersebut dilakukan oleh pria tersebut di sebuah toilet gereja di Ansan saat Sowon hendak pergi bersekolah. Setelah dilecehkan seksual secara brutal, Sowon masih mampu bertahan dari insiden tersebut tetapi Ia harus terluka seumur hidup, baik dari segi fisik, emosional dan psikologis.

Pelaku pelecehan seksual itu bernama Cho Doo Soon, yang berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara. Pada Sabtu (12/12), Cho Doo Soon, telah dibebaskan dari penjara tapi pembebasan itu mendapatkan protes keras dari masyarakat.

New Trial (2017)

[Gambas:Youtube]

Pada tahun 2000, terdapat sebuah kasus pembunuhan di Iksan, Korea Selatan, dan seorang remaja dituduh menjadi pembunuhnya. Seorang remaja dituduh dan dipaksa mengakui telah menikam seorang supir taksi hingga tewas setelah dia menjadi saksi pembunuhan tersebut.

Remaja tersebut pun menyerahkan sebuah bukti, namun tiga hari setelah penyerahan bukti Ia ditangkap dan harus menghabiskan 10 tahun di penjara. Setelah bebas, kasusnya pun dibantu oleh seorang pengacara, karena didorong oleh rasa keadilan kasus remaja tersebut pun mendapatkan harapan.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id