sign up SIGN UP

ENTERTAINMENT

Tidak Selamanya Melindungi, Ada Hal Kejam yang Dilakukan Oleh Agensi Hiburan Korea Selatan

Astari Dewi Larasati | Jumat, 25 Sep 2020 11:30 WIB
Tidak Selamanya Melindungi, Ada Hal Kejam yang Dilakukan Oleh Agensi Hiburan Korea Selatan
caption
Jakarta -

Setiap agensi hiburan Korea Selatan mempunyai peraturan masing-masing untuk mengatur para artisnya. Ada beberapa aturan yang memang diatur demi melindungi dan menjaga nama sang artis tetap eksis di dunia hiburan. Namun adapula hal kejam yang dilakukan oleh para agensi hiburan.

Selama bertahun-tahun, semakin banyak orang yang terlibat dalam industri Kpop telah mengungkapkan informasi tentang hal kejam yang dilakukan oleh agensi. Seperti beberapa hal kejam berikut ini yang dilakukan oleh beberapa agensi.

Memaksa idol Kpop untuk meninggalkan grup

Ia ditawari untuk bergabung bersama tim luar negeri, namun Alexander dikeluarkan karena tidak populer.
Alexandra U-KISS/pinterest.com/deannadunn

Agensi hiburan Kpop dikenal keras dalam menghadapi para artisnya, bahkan ada yang memaksa idol Kpop untuk meninggalkan grup. Seperti mantan anggota boygrup U-KISS, Alexander membagikan bahwa agensi yang dulu menaunginya meminta untuk keluar dari grup. Mereka menawarkannya bergabung bersama tim luar negeri. Seorang karyawan di agensi tersebut mencoba memberikan alasan kepadanya bahwa ia tidak populer. Alexander percaya bahwa ini bukan terjadi pada dirinya saja, namun idol Kpop lain.

Memaksa idol Kpop mengganti konsep

Stellar membuat adegan provokatif dalam video musik saat masih berusia 20 tahun.
Stellar/pinterest.com/lorijoseph

Meskipun banyak grup Kpop yang sering mengganti konsep, namun hal ini biasanya dilakukan paksa oleh agensi. Perubahan konsep drastis ini pernah dialami oleh girlgrup Stellar. Dalam beberapa tahun pertama, mereka melakukan konsep lucu serta beberapa konsep girl crush. Namun suatu hari agensi mereka tiba-tiba mengubah konsep menjadi seksi yang tidak disukai oleh para anggota.

Tidak hanya itu, salah satu anggotanya yaitu Gayoung mengungkapkan bahwa agensi menipu mereka untuk membuat adegan provokatif dalam video musik. Hal itu dilakukan saat usia anggota masih berusia 20 tahun. Jika mereka mencoba membela diri, maka agensi mengancam untuk membayar penalti. Tidak tahan dengan perlakuan tersebut, semua anggota Stellar memutuskan meninggalkan agensi dan bubar.

Manipulasi chart musik

Dengan membayar Rp 5 Miliar maka akan meraih peringkat nomor satu selama satu bulan.
G.O MBLAQ/pinterest.com/allkpop

Beberapa agensi berusaha keras agar artis mereka mendapat peringkat tinggi di tangga musik. Mantan anggota MBLAQ, G.O mengungkapkan bahwa ada banyak bisnis untuk melakukan manipulasi chart musik. Mereka melakukan hal ini dengan memblokir server lalu lintas domestik Korea Selatan dan mengontrolnya dari luar negeri. G.O secara pribadi pernah ditawari namun ia menolak. Dengan membayar $ 375.000 USD atau Rp 5 Miliar maka akan meraih peringkat nomor satu selama satu bulan. Selain itu, Jin BTS pernah menentang perbuatan ini dan ingin para musisi bersaing secara adil.

Anggota staf menjual informasi idol Kpop kepada sasaeng fans

Staf menjual informasi idol Kpop kepada sasaeng fans dan hanya melalui transaksi uang tunai.
Sasaeng fans/pinterest.com/soompi

Sasaeng fans adalah penggemar yang melanggar privasi dan melakukan apapun untuk dekat idol Kpop. Walaupun banyak agensi mencoba melindungi artis mereka dari sasaeng dengan membuat daftar hitam. Namun hal ini tidak memberhentikan aksi sasaeng, seorang mantan sasaeng bernama Kasami Yamamoto menjelaskan bahwa beberapa anggota staf menjual informasi idol Kpop. Hal ini hanya melalui transaksi uang tunai, agar tidak meninggalkan jejak.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id