sign up SIGN UP

5 Fakta Menarik di Balik Perjuangan Para Atlet Putri di Ajang Olimpiade Tokyo 2020

Nisrina Salsabila | Selasa, 03 Aug 2021 20:15 WIB
5 Fakta Menarik di Balik Perjuangan Para Atlet Putri di Ajang Olimpiade Tokyo 2020
caption

Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung 23 Juli 2021 - 8 Agustus 2021 menjadi ajang olahraga bergengsi dunia yang amat dinantikan para atlet, tak terkecuali penontonnya. Kompetisi yang diikuti oleh 205 negara ini tentu menorehkan sejarah baru dan cerita inspiratif di balik perjuangan seluruh atlet dan tim yang berjuang.

Tak lepas dari sorotan, inilah 5 fakta menarik seputar kehebatan para atlet putri dari berbagai negara dalam Olimpiade Tokyo 2020.

1. Emas Olimpiade Pertama Indonesia dari Bulu Tangkis Ganda Putri 

olimpiade tokyo 2020
Greysia/Apri berhasil memenangkan pertandingan final/Foto: Instagram.com/greyspolii

Baru saja Senin (02/08) kemarin, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berhasil menorehkan emas pertama bagi Indonesia di cabang bulu tangkis ganda putri dalam Olimpiade Tokyo 2020.

Tampil memukau, pasangan Indonesia ini sanggup menaklukan ganda putri Tiongkok berperingkat ketiga dunia di partai final melalui dua permainan langsung. Atmosfer haru dan bahagia pun tak terbendung kala mereka mencetak skor akhir 21-19 dan 21-15.

Momen ini pun mengukir sejarah baru bagi tim bulu tangkis ganda putri Indonesia yang mendapatkan medali emas Olimpiade, sekaligus perolehan pribadi bagi pasangan ini karena pertama kali menjuarai Major Event. Proud of you both, GreyAp!

2. Momiji Nishiya, Atlet Peraih Medali Emas Termuda

olimpiade tokyo 2020
Momiji Nishiya, atlet peraih medali emas termuda/Foto: Instagram.com/tokyo2020

Pernah terbayang bisa memenangkan kompetisi bergengsi di usia 13 tahun? Itulah yang berhasil diraih Momiji Nishiya, skateboarder asal Jepang yang menyabet medali emas pada cabang skateboarding putri, Senin (26/7) lalu.

Hal yang bikin mencengangkan, saat ini Nishiya masih berumur 13 tahun 330 hari, loh! Hal ini menjadikannya sebagai atlet peraih emas termuda dalam Olimpiade Tokyo 2020.

Atlet yang baru saja lulus Sekolah Dasar ini mengungguli atlet Brazil Rayssa Leal yang usianya pun tak kalah muda, yaitu 13 tahun 203 hari.

3. Atlet Olimpiade Paling Muda Berusia 12 Tahun

olimpiade tokyo 2020
Atlet tenis meja putri Hend Zaza berumur 12 tahun/Foto: Instargam.com/hend.zaza

Walau belum mampu keluar sebagai juara, atlet tenis meja tunggal putri asal Suriah, Hend Zaza setidaknya telah menorehkan sejarah sebagai atlet termuda berusia 12 tahun dalam Olimpiade Tokyo 2020. Hend Zaza harus kalah 4-0 atas atlet Austria, Liu Jia dalam babak penyisihan pada Sabtu (24/7).

Meskipun begitu, Hend Zaza dalam akun Instagramnya mengaku bahwa bisa berlaga dalam ajang sebesar Olimpiade Tokyo 2020 adalah pengalaman terbaik yang sangat membanggakan dalam hidupnya. Dan tentu saja, juga bagi negara Suriah.

4. Atlet Senam Artistik 46 Tahun yang Telah Ikuti 8 Kali Olimpiade

olimpiade tokyo 2020
Oksana Chusovitina sebagai atlet paling senior di Olimpiade Tokyo 2020/Foto: Instagram.com/enews

Bila sebelumnya ada 2 atlet termuda, maka yang satu ini menjadi atlet Olimpiade Tokyo 2020 paling senior.

Olimpiade Tokyo 2020 menjadi Olimpiade kedelapan sekaligus yang terakhir bagi Oksana Chusovitina, atlet senam artistik Uzbekistan. Atlet profesional berusia 46 tahun ini menerima standing ovation kala penampilan terakhirnya pada Minggu (25/7) lalu. Desain No. 8 pada triko hijau yang dipakai Chusovitina hari itu melambangkan penampilan Olimpiade kedelapannya.

Dilansir dari The New York Times, Chusovitina pertama kali bertanding dalam Olimpiade tahun 1992 dan telah memenangkan 11 medali di 17 kejuaraan dunia.

Sebagai wujud kekaguman yang tulus, rekan sesama atlet asal Amerika Serikat, Aly Raisman, menyebut Chusovitina “forever an icon” melalui tulisannya di Twitter.

5. Filipina dan Bermuda Raih Medali Emas Pertama Berkat Atlet Putrinya

olimpiade tokyo 2020
Atlet Filipina yang persembahkan medali emas/Foto: Instagram.com/tokyo2020

Ketangguhan atlet putri wakil Filipina dan Bermuda mampu menyumbangkan emas pertama bagi masing-masing negara tersebut.

Hidilyn Diaz sukses meraih medali emas pertama bagi Filipina dalam cabang angkat besi putri. Pada Senin (26/7), atlet 30 tahun itu mencetak rekor pribadi terbaik di kelas 55 kg putri dengan mengangkat beban gabungan 224 kilogram. Diketahui, Filipina terakhir kali mendapatkan emas dalam Olimpiade 1928 di Amsterdam untuk nomor renang gaya dada 200 meter.

Seperti Filipina, keesokannya Flora Duffy membawa pulang medali emas pertama bagi negara Bermuda dalam triatlon putri. Duffy mencatat waktu yang mengesankan 1:55:36, mengungguli juara dunia Inggris, Georgia Taylor-Brown. Kemenangan Duffy juga menandai medali Olimpiade kedua bagi Bermuda, setelah sebelumnya jatuh ke Clarence Hill pada tahun 1976.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id